Kapolres Malang : Waspadai Okerbaya Sasar Anak Sekolahan

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung memperlihatkan barang bukti narkoba yang didominasi obat keras berbahaya (okerbaya) di Mapolres Malang (15/02) (Nana)
Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung memperlihatkan barang bukti narkoba yang didominasi obat keras berbahaya (okerbaya) di Mapolres Malang (15/02) (Nana)

MALANGTIMES - Kapolres Malang meminta kepada anggotanya untuk lebih intensif mewaspadai banyaknya peredaran Obat Keras Berbahaya (Okerbaya) di masyarakat akan menyasar anak sekolahan. 

Hal ini didasarkan pada murahnya okerbaya dijual oleh para pengedar yaitu seharga Rp. 10 ribu untuk 10 butir.

"Ini perlu diwaspadai, dengan harga seperti itu bisa jadi okerbaya juga diedarkan di anak sekolahan yang setiap hari dapat uang saku lebih dari Rp. 10 ribu,"kata AKBP. Yade Setiawan Ujung, Rabu (15/2/2017) di Mapolres Malang.

Selain harga yang murah, okerbaya ini juga peredarannya cukup masif di Kab. Malang dibandingkan dengan jenis narkotika lainnya, seperti Sabu-sabu maupun ganja.

Data dari Polres Malang antara tanggal 2 Februari sampai dengan 13 Februari 2017 (12 hari) kepolisian mencatat penyalahgunaan okerbaya menduduki peringkat pertama yaitu 20 kasus dengan 26 tersangka.

"Total selama 12 hari operasi tercatat ada 39 kasus dengan 49 tersangka. Okerbaya yang terbanyak, setelah itu kasus Sabu-sabu (SS) 17 kasus dengan tersangka 19 dan ganja 2 kasus yang melibatkan 4 tersangka,"ungkap Kapolres Malang yang juga menekankan kepada anggotanya untuk terus aktif memberantas peredaran narkoba dikarenakan dari total kasus tersebut 36 tersangka adalah pengedar sedangkan pemakai 13 orang.

"12 hari operasi tumpas narkoba semeru 2017 yang kita ciduk didominasi pengedar, baik yang baru maupun yang kambuhan,"imbuhnya.

Dari 39 kasus barang bukti yang diamankan kepolisian adalah okerbaya sejumlah 8.331 butir, SS 27,4 gram dan ganja 7,36 gram.

"Perangi terus narkoba agar generasi muda khususnya para pelajar di sekolahan terhindar dari godaannya. Para pengedar narkoba ini akan terus mencoba untuk menjadikan mereka konsumennya. Mereka bahkan mengedarkan okerbaya dengan harga yang terjangkau anak-anak,"pungkas Ujung.

Pewarta : Nana
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
  • Polemik Dana Daftar Ulang di Sekolahan, Dewan Minta Lihat Regulasinya

    Banyaknya keluhan warga di beberapa kecamatan yang memiliki anak sekolahan setingkat SMP dan SMA di Kabupaten Malang mengenai adanya tarikan dana untuk daftar ulang atau registrasi dengan jumlah nominal berbeda, memantik Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Ma

  • KIS Tidak Tepat Sasaran, Desa Bisa Ajukan Data Baru

    Pendataan dan distribusi Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kabupaten Malang yang dilakukan oleh banyak pihak, bahkan oleh kader Partai Politik tertentu telah menyebabkan pelayanan kesehatan bagi warga miskin tidak bisa mengaksesnya.

  • Seni Drama Islam Kromengan Pernah Rajai Kabupaten Malang

    Kesenian drama atau sandiwara dengan konsep Islami pernah berjaya di dalam maupun luar Kabupaten Malang. Salah satunya yang bersinar adalah kelompok drama Lesbumi Kromengan yang hidup sejak tahun 1970-an dengan ciri khas syiar Islam dalam berbagai judul d

  • CEO Arema FC Anggap Arema Indonesia Manipulasi Saham

    Merebaknya banner bertuliskan "Satu Arema" bisa dimaknai keinginan Aremania menyatukan dua klub yang mempunyai nama hampir sama, yakni Arema FC dan Arema Indonesia.

  • Ini Hasil Penelusuran MalangTIMES Terhadap Toko Penjual Sajadah Bergambar Salib

    Untuk mencari keberadaan toko yang menjual sajadah bergambar salib, Jurnalis MALANGTIMES menyusuri jalan di sepanjang daerah Jalan Julius Usman, Sawahan sampai ke daerah Pasar Besar, Kota Malang.

  • Rekayasa Lalin Satu Arah, Benarkah Malang Nanti Tidak Macet Lagi?

    Kemacetan Malang kian parah dari tahun ke tahun hingga dinobatkan menjadi kota macet keempat di Asia tahun 2016, tentu harus segera ditanggani. Upaya memudar kemacetan itu salah satunya ialah melakukan rekayasa lalu lintas satu arah.

  • Heboh Sajadah Bersalib, Ini Klarifikasi Manajemen Mal Malang City Point

    Terkait sajadah bergambar Ka'bah yang di sampingnya terdapat menara dan di atas menara tergambar sebuah benda mirip salib di Mushala Mall Malang City Poin, pihak manajemen mall akhirnya memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.

  • Aremania Tetap Mendukung Nama Arema FC

    Terbentangnya banner yang bertuliskan "Arema Satu" banyak beredar di Kota Malang, hal itu sempat membuat resah Aremania. Pasalnya dalam Kongres PSSI beberapa waktu lalu, menyatakan Arema Indonesia dipulihkan kembali menjadi anggota dari PSSI.

  • Wali Kota Malang: Mediasi Angkutan Juga Salah Satu Moment Pembenahan

    Survey yang menempatkan Kota Malang sebagai kota termacet urutan keempat se-Asia dengan waktu yang terbuang 39,3 jam/tahun mendapatkan tanggapan dari Wali Kota Malang HM. Anton.

  • Terkait Survey Kota Malang Termacet Keempat se- Asia, Kadishub: Jangan Percaya Survey Seperti Itu

    "Ya jangan mudah percaya dengan hal seperti itu, kan ini juga bisa saja datanya juga belum jelas dari mana. Bagaimana pengujiannya, bagaimana cara surveynya, karena itu jangan mudah percaya," tandasnya disela mediasi di Balaikota.

  • Masyarakat Malang Kehilangan 39,3 Jam Per Tahun Akibat Macet

    Lembaga survei internasional INRIX menobatkan Kota Malang sebagai kota termacet keempat di Asia karena rata-rata waktu terbuang akibat macet sebesar 39,3 jam pertahun. Fakta ini tak membuat pakar transportasi Prof. Harnen Sulistio, M.Sc, Ph.D terkejut.

  • Delapan Spanduk Provokatif Terkait Polemik Angkutan Online Diturunkan Satpol PP

    Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang telah mencopot adanya spanduk yang dinilai provokatif terkait polemik permasalahan angkutan online di Kota Malang, Senin (27/02/17).

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top