Tahun 2018 Kota Malang Jadi Pilot Project Kota Layak Pemuda

Wali Kota Malang, H.M. Anton saat menghadiri seminar kebangsaan konsolidasi wawasan kebangsaan pemuda Malang Raya dalam mempertahankan NKRI dan menanggulangi krisis konstitusi dan radikalisme di Baiduri Sepah Cafe and Resto. (Foto : Imam Syafii/MalangTIME
Wali Kota Malang, H.M. Anton saat menghadiri seminar kebangsaan konsolidasi wawasan kebangsaan pemuda Malang Raya dalam mempertahankan NKRI dan menanggulangi krisis konstitusi dan radikalisme di Baiduri Sepah Cafe and Resto. (Foto : Imam Syafii/MalangTIME

MALANGTIMES - Wali Kota Malang, H. M. Anton menyampaikan tahun 2018 mendatang, Kota Malang akan dijadikan sebagai pilot project Kota Layak Pemuda.

"Tahun 2018 nanti, Kota Malang didaulat sebagai Kota Layak Pemuda yang sudah digagas  Kementerian Pemuda dan Olahraga," kata Abah Anton saat menghadiri seminar Kebangsaan Konsolidasi Wawasan Kebangsaan Pemuda Malang Raya mempertahankan NKRI dan menanggulangi krisis konstitusi, intoleransi dan radikalisme di Baiduri Sepah Cafe and Resto Malang. Rabu, (15/2/2017)

Dia menjelaskan, Kemenpora menunjuk Kota Malang karena sebagian besar menjadi Kota Pendidikan yang tercatat sekitar 300 ribu jumlah pemudanya. Selain Kota Malang, Kota Layak Pemuda juga diterapkan adalah Kota Bandung.

"Karena Kota Bandung konteksnya hampir sama dengan Kota Malang sebagai kota pelajar atau pendidikan yang mayoritas adalah para mahasiswa," ungkap pria nomor satu di Pemerintahan Kota Malang tersebut.

Perlu dicatat, lanjutnya, Kota Malang menyandang predikat ketiga sebagai Kota Creative Dunia setelah Bandung dan Pekalongan.

Karena itu, pemerintah akan mengarahkan pembangunan, terutama para pemudanya untuk berperan aktif memajukan daerah.

Lanjut dia, sebagai Kota Layak Pemuda yang kali pertama, Pemerintah Kota Malang akan memberikan wadah kreatifitas kepada para pemuda.

"Contohnya seperti rehabilitasi pelajar yang tetkena narkoba diberi pembekalan di Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh. Lalu, ada wadah khusus kreativitas pemuda yaitu Malang Creative Fussion dan Kampung Tematik yang digagas para pemuda," jelas suami Ketua TP PKK Kota Malang tersebut.

Kemudian, peran pemuda dalam memajukan suatu daerah memang dibutuhkan sikap kritis, tapi harus obyektif dan rasional.

"Peran pemuda boleh kritis asalkan obyektif dan rasional, kami sepakat itu," kata Abah Anton.  

Dia menjelaskan, sifat keberanian dan kritis pemuda harus didasari aspek obyektiftas dan rasional. Sikap ini yang menjadi modal kemajuan bangsa.

"Buktinya ada sejarah yang mencatat tentang era kebangkitan nasional, Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 lalu, pemuda menjadi ujung tombak bangsa," ungkap Abah Anton.

Pewarta : Imam Syafii
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
  • Polemik Dana Daftar Ulang di Sekolahan, Dewan Minta Lihat Regulasinya

    Banyaknya keluhan warga di beberapa kecamatan yang memiliki anak sekolahan setingkat SMP dan SMA di Kabupaten Malang mengenai adanya tarikan dana untuk daftar ulang atau registrasi dengan jumlah nominal berbeda, memantik Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Ma

  • KIS Tidak Tepat Sasaran, Desa Bisa Ajukan Data Baru

    Pendataan dan distribusi Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kabupaten Malang yang dilakukan oleh banyak pihak, bahkan oleh kader Partai Politik tertentu telah menyebabkan pelayanan kesehatan bagi warga miskin tidak bisa mengaksesnya.

  • Seni Drama Islam Kromengan Pernah Rajai Kabupaten Malang

    Kesenian drama atau sandiwara dengan konsep Islami pernah berjaya di dalam maupun luar Kabupaten Malang. Salah satunya yang bersinar adalah kelompok drama Lesbumi Kromengan yang hidup sejak tahun 1970-an dengan ciri khas syiar Islam dalam berbagai judul d

  • CEO Arema FC Anggap Arema Indonesia Manipulasi Saham

    Merebaknya banner bertuliskan "Satu Arema" bisa dimaknai keinginan Aremania menyatukan dua klub yang mempunyai nama hampir sama, yakni Arema FC dan Arema Indonesia.

  • Ini Hasil Penelusuran MalangTIMES Terhadap Toko Penjual Sajadah Bergambar Salib

    Untuk mencari keberadaan toko yang menjual sajadah bergambar salib, Jurnalis MALANGTIMES menyusuri jalan di sepanjang daerah Jalan Julius Usman, Sawahan sampai ke daerah Pasar Besar, Kota Malang.

  • Rekayasa Lalin Satu Arah, Benarkah Malang Nanti Tidak Macet Lagi?

    Kemacetan Malang kian parah dari tahun ke tahun hingga dinobatkan menjadi kota macet keempat di Asia tahun 2016, tentu harus segera ditanggani. Upaya memudar kemacetan itu salah satunya ialah melakukan rekayasa lalu lintas satu arah.

  • Heboh Sajadah Bersalib, Ini Klarifikasi Manajemen Mal Malang City Point

    Terkait sajadah bergambar Ka'bah yang di sampingnya terdapat menara dan di atas menara tergambar sebuah benda mirip salib di Mushala Mall Malang City Poin, pihak manajemen mall akhirnya memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.

  • Aremania Tetap Mendukung Nama Arema FC

    Terbentangnya banner yang bertuliskan "Arema Satu" banyak beredar di Kota Malang, hal itu sempat membuat resah Aremania. Pasalnya dalam Kongres PSSI beberapa waktu lalu, menyatakan Arema Indonesia dipulihkan kembali menjadi anggota dari PSSI.

  • Wali Kota Malang: Mediasi Angkutan Juga Salah Satu Moment Pembenahan

    Survey yang menempatkan Kota Malang sebagai kota termacet urutan keempat se-Asia dengan waktu yang terbuang 39,3 jam/tahun mendapatkan tanggapan dari Wali Kota Malang HM. Anton.

  • Terkait Survey Kota Malang Termacet Keempat se- Asia, Kadishub: Jangan Percaya Survey Seperti Itu

    "Ya jangan mudah percaya dengan hal seperti itu, kan ini juga bisa saja datanya juga belum jelas dari mana. Bagaimana pengujiannya, bagaimana cara surveynya, karena itu jangan mudah percaya," tandasnya disela mediasi di Balaikota.

  • Masyarakat Malang Kehilangan 39,3 Jam Per Tahun Akibat Macet

    Lembaga survei internasional INRIX menobatkan Kota Malang sebagai kota termacet keempat di Asia karena rata-rata waktu terbuang akibat macet sebesar 39,3 jam pertahun. Fakta ini tak membuat pakar transportasi Prof. Harnen Sulistio, M.Sc, Ph.D terkejut.

  • Delapan Spanduk Provokatif Terkait Polemik Angkutan Online Diturunkan Satpol PP

    Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang telah mencopot adanya spanduk yang dinilai provokatif terkait polemik permasalahan angkutan online di Kota Malang, Senin (27/02/17).

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top