Dua Hari, Polres Malang Bekuk Transaksi Baby Lobster Sebanyak 1.851 Ekor

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung merilis hasil operasi tangkapan perdagangan ilegal Baby Lobster, Rabu (15/02) di lapangan tenis Mapolres Malang, (Nana/ MALANGTIMES)
Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung merilis hasil operasi tangkapan perdagangan ilegal Baby Lobster, Rabu (15/02) di lapangan tenis Mapolres Malang, (Nana/ MALANGTIMES)

MALANGTIMES - Dalam kurun waktu dua hari, Kepolisian Resort (Polres) Malang berhasil mengamankan perdagangan ilegal Baby Lobster yang merupakan hewan laut dilindungi sebanyak 1851 ekor dari  lokasi kejadian perkara yaitu di Dusun Balearjo Desa Purwodadi dan Desa Sumbertangkil Kab. Malang.

Selain mengamankan Baby Lobster, Polres Malang juga mencokok tujuh tersangka perdagangan ilegal Baby Lobster yaitu RN, AS, HWS di  Dusun Balearjo Desa Purwodadi serta SGT, DCK Als BB, ACP, SKT di Desa Sumbertangkil yang berperan sebagai nelayan, kurir, maupun pengepulnya. 

Hal ini disampaikan dalam Release Polres Malang di Lapangan Tenis Mapolres Malang, Rabu (15/2/2017) saat menjelaskan hasil operasi di Bulan Februari 2017 mengenai tindak pidana perdagangan ilegal hewan laut dilindungi serta penyalahgunaan narkoba.

Menurut Kapolres Malang, AKBP. Yade Setiawan Ujung, kepolisian akan terus memantau dan menindak perdagangan ilegal hewan laut dilindungi seperti Baby Lobster sebagai bentuk pelaksanaan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 Tentang Perikanan dan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 56/Permen-KP/2016 tentang larangan penangkapan dan/atau pengeluaran lobster, kepiting, dan rajungan.

Ujung juga mengatakan modus operandi yang terjadi di wilayah Kab. Malang mengenai perdagangan lobster diindikasikan bersifat jaringan.

"Hal ini terlihat dari adanya pembagian tugas para tersangka pada saat ditangkap. Ada yang menangkap babby lobster di lautan, ada kurir yang membawa dan membeli hasil tangkapan dan ada penadahnya,"terangnya, Rabu (15/02) siang.

Di Dusun Balearjo Desa Purwodadi Tirtoyudo polisi mengamankan uang sejumlah Rp. 48.600.000, 5 handphone berbagai merek, 251 ekor Baby Lobster beserta 1 unit mobil pick up dan sepeda motor pada saat transaksi di rumah RN pada tanggal 03 Februari 2017.

"Ketiga tersangka dan barang bukti kini sudah diamankan di Polres Malang,"ujar Kapolres Malang.

Sedangkan penangkapan yang dilakukan tanggal 04 Februari 2017 di pinggir jalan Desa Sumbertangkil menghasilkan barang bukti 1600 ekor Baby Lobster yang dimasukkan dalam empat kantong plastik, 1 unit sepeda motor yamaha jupiter Napol N-4374-EEN 2016, tabung oksigen dan 2 handphone.

"Awalnya petugas sedang patroli saat melihat dua tersangka yang mencurigakan yaitu SKT dan SGT yang berboncengan membawa ransel hitam. Saat digeledah ternyata isinya baby lobster yang dimasukan dalam empat kantong plastik,"terang Ujung. Dari hasil penangkapan dua tersangka, kepolisian mengembangkan penyelidikan dengan melakukan penyamaran.

"Dari hasil tersebut kita bisa menangkap pengepul atau pemberi modal yaitu ACP dan DCK Als BB di Dampit,"imbuhnya.

Kelima tersangka dijerat pasal 88 UU RI No. 45/2009 tentang Perubahan atas UU No. 31/2004 tentang perikanan jo Permen. Kelautan dan Perikanan No. 56/Permen-Kep/2016 tentang larangan penangkapan dan/atau pengeluaran lobster, kepiting dan ranjungan.

"Hukumannya pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak sebesar Rp. 1,5 Miliar,"ujar Kapolres Malang yang juga menyatakan untuk barang bukti Babby Lobster dititipkan di Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Malang. "Karena Babby Loster ini rentan,"pungkasnya. 

Pewarta : Dede Nana
Editor : Heryanto
Publisher : debyawan erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top