Dandim 0833 Kota Malang : Pemuda Harus Paham Radikalisme, Terorisme dan Komunisme

Komandan Kodim (Dandim) 0833 Kota Malang, Letkol (Arm) Aprianko Suseno memaparkan peran penting pemuda menjaga kedaulatan NKRI di Baiduri Sepah Cafe and Resto. (Foto : Imam Syafii/MalangTINES)
Komandan Kodim (Dandim) 0833 Kota Malang, Letkol (Arm) Aprianko Suseno memaparkan peran penting pemuda menjaga kedaulatan NKRI di Baiduri Sepah Cafe and Resto. (Foto : Imam Syafii/MalangTINES)

MALANGTIMES - Komandan Kodim (Dandim) 0833 Kota Malang, Letkol (Arm) Aprianko Suseno menyampaikan pentingnya generasi muda  memahami terorisme, saparatisme, narkoba, laten komunis dan wawasan kebangsaan.

Karena pemahaman itu akan menjadikan benteng yang kokoh dalam suatu bangsa dan negara.

"Hal itulah yang harus dipahami betul generasi muda  sekarang. Karena maju mundurnya suatu bangsa berada di tangan pemuda," kata Aprianko di hadapan ratusan peserta Seminar Kebangsaan Konsolidasi Wawasan Kebangsaan Pemuda Malang Raya yang dihadiri Wali Kota Malang, H. M. Anton, Anggota Komisi X DPR RI, Ridwan Hisjam di Baiduri Sepah Cafe and Resto. Rabu, (15/2/2017)

Aprianko menjelaskan kuat tidaknya peran pemuda dalam mempertahankan NKRI dan menanggulangi krisis konstitusi, intoleransi dan radikalisme itu, ditentukan oleh sikap pemuda dalam menentukan perubahan bangsa ke depan.

"Belajarnya darimana, kita semua berkaca ke belakang melihat peristiwa para pejuang merebut kemerdekaan. Bagaimana pemuda dulu memiliki semangat dan kegigihan yang  tinggi dalam memperjuangkan dan mempertahakan NKRI," papar pria asal Madura tersebut.

Dia mencontohkan peristiwa Timor-Timor pada tahun 1999 yang lepas dari negara kedaulatan RI. Dari hal itu, dia menghinbau kepada pemuda ada pergerakan nyata dalam upaya menjaga keutuhan NKRI.

"Pemuda jangan sampai terprovokasi dengan aksi radikalisme, agama, teroris, dan komunis yang sekarang mengancam negara ini, " ujarnya.

Pewarta : imam syafii
Editor : Heryanto
Publisher : debyawan erlansyah
  • Polemik Dana Daftar Ulang di Sekolahan, Dewan Minta Lihat Regulasinya

    Banyaknya keluhan warga di beberapa kecamatan yang memiliki anak sekolahan setingkat SMP dan SMA di Kabupaten Malang mengenai adanya tarikan dana untuk daftar ulang atau registrasi dengan jumlah nominal berbeda, memantik Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Ma

  • KIS Tidak Tepat Sasaran, Desa Bisa Ajukan Data Baru

    Pendataan dan distribusi Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kabupaten Malang yang dilakukan oleh banyak pihak, bahkan oleh kader Partai Politik tertentu telah menyebabkan pelayanan kesehatan bagi warga miskin tidak bisa mengaksesnya.

  • Seni Drama Islam Kromengan Pernah Rajai Kabupaten Malang

    Kesenian drama atau sandiwara dengan konsep Islami pernah berjaya di dalam maupun luar Kabupaten Malang. Salah satunya yang bersinar adalah kelompok drama Lesbumi Kromengan yang hidup sejak tahun 1970-an dengan ciri khas syiar Islam dalam berbagai judul d

  • CEO Arema FC Anggap Arema Indonesia Manipulasi Saham

    Merebaknya banner bertuliskan "Satu Arema" bisa dimaknai keinginan Aremania menyatukan dua klub yang mempunyai nama hampir sama, yakni Arema FC dan Arema Indonesia.

  • Ini Hasil Penelusuran MalangTIMES Terhadap Toko Penjual Sajadah Bergambar Salib

    Untuk mencari keberadaan toko yang menjual sajadah bergambar salib, Jurnalis MALANGTIMES menyusuri jalan di sepanjang daerah Jalan Julius Usman, Sawahan sampai ke daerah Pasar Besar, Kota Malang.

  • Rekayasa Lalin Satu Arah, Benarkah Malang Nanti Tidak Macet Lagi?

    Kemacetan Malang kian parah dari tahun ke tahun hingga dinobatkan menjadi kota macet keempat di Asia tahun 2016, tentu harus segera ditanggani. Upaya memudar kemacetan itu salah satunya ialah melakukan rekayasa lalu lintas satu arah.

  • Heboh Sajadah Bersalib, Ini Klarifikasi Manajemen Mal Malang City Point

    Terkait sajadah bergambar Ka'bah yang di sampingnya terdapat menara dan di atas menara tergambar sebuah benda mirip salib di Mushala Mall Malang City Poin, pihak manajemen mall akhirnya memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.

  • Aremania Tetap Mendukung Nama Arema FC

    Terbentangnya banner yang bertuliskan "Arema Satu" banyak beredar di Kota Malang, hal itu sempat membuat resah Aremania. Pasalnya dalam Kongres PSSI beberapa waktu lalu, menyatakan Arema Indonesia dipulihkan kembali menjadi anggota dari PSSI.

  • Wali Kota Malang: Mediasi Angkutan Juga Salah Satu Moment Pembenahan

    Survey yang menempatkan Kota Malang sebagai kota termacet urutan keempat se-Asia dengan waktu yang terbuang 39,3 jam/tahun mendapatkan tanggapan dari Wali Kota Malang HM. Anton.

  • Terkait Survey Kota Malang Termacet Keempat se- Asia, Kadishub: Jangan Percaya Survey Seperti Itu

    "Ya jangan mudah percaya dengan hal seperti itu, kan ini juga bisa saja datanya juga belum jelas dari mana. Bagaimana pengujiannya, bagaimana cara surveynya, karena itu jangan mudah percaya," tandasnya disela mediasi di Balaikota.

  • Masyarakat Malang Kehilangan 39,3 Jam Per Tahun Akibat Macet

    Lembaga survei internasional INRIX menobatkan Kota Malang sebagai kota termacet keempat di Asia karena rata-rata waktu terbuang akibat macet sebesar 39,3 jam pertahun. Fakta ini tak membuat pakar transportasi Prof. Harnen Sulistio, M.Sc, Ph.D terkejut.

  • Delapan Spanduk Provokatif Terkait Polemik Angkutan Online Diturunkan Satpol PP

    Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang telah mencopot adanya spanduk yang dinilai provokatif terkait polemik permasalahan angkutan online di Kota Malang, Senin (27/02/17).

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top