Mobil Rp 500 Juta Milik ITN Malang Ikuti Ajang Lomba Kendaraan Teririt di Singapura

Mobil irit karya mahasiswa ITN Malang (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Mobil irit karya mahasiswa ITN Malang (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Mahasiswa ITN menunjukan mobil buatan mereka yang menghabiskan dana pembuatan sebesar 83 juta. Pihak ITN sendiri telah menyiapkan dana sebesar Rp 500 juta dalam persiapan ajang perlombaan. Mobil ini sendiri akan mengikuti ajang perlombaan di Singapura pada 15 - 19 Maret 2017 mendatang.

Dengan motif merah, mobil buatan mahasiswa ITN Malang yang tergabung dalam tim UART ini akan dikirimkan untuk mengikuti lomba kendaraan terefisien konsusmsi bahan bakar diajang Shell Eco Marathon Asia.

"Kemarin kita satu liter sudah berhasil berjalan menempuh jarak sekitar 80 kilo. Ini  kita masih akan inovasi terus, untuk meningkatkan keunggulannya hemar bahan bakar," ujar Anisa, Manajer Tim Uart.

Anisa melanjutkan, proses pembuatan mobil ini membutuhkan waktu yang lumayan lama dengan berbagai macam uji coba, sekitar tiga bulan lebih. Kendala yang dialami memang cukup banyak untuk menyelesaikan karya besar ini.

"Masing-masing personil yang terlibat pembuatan mobil ini terkadang sibuk dengan jadwal kuliah. Namun kami saling mengisi, karena memang banyak sekali yang dibutuhkan dalam proses  pengembangan karya ini, "ungkap mahasiswa semeseter tujuh ini.

Sementara itu, Rektor ITN Malang, Dr.Ir.Lalu Mulyadi menjelaskan, pihaknya sangat mendukung para mahasiswa yang mempunyai potensi luar biasa untuk berkarya.

Pihaknya mengaku juga akan memfasilitasi terus menerus upaya pengembangan karya besar ini agar lebih bisa berinovasi khusunya untuk mematangkan mobil tersebut.

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Heryanto
Publisher : debyawan erlansyah
  • Polemik Dana Daftar Ulang di Sekolahan, Dewan Minta Lihat Regulasinya

    Banyaknya keluhan warga di beberapa kecamatan yang memiliki anak sekolahan setingkat SMP dan SMA di Kabupaten Malang mengenai adanya tarikan dana untuk daftar ulang atau registrasi dengan jumlah nominal berbeda, memantik Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Ma

  • KIS Tidak Tepat Sasaran, Desa Bisa Ajukan Data Baru

    Pendataan dan distribusi Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kabupaten Malang yang dilakukan oleh banyak pihak, bahkan oleh kader Partai Politik tertentu telah menyebabkan pelayanan kesehatan bagi warga miskin tidak bisa mengaksesnya.

  • Seni Drama Islam Kromengan Pernah Rajai Kabupaten Malang

    Kesenian drama atau sandiwara dengan konsep Islami pernah berjaya di dalam maupun luar Kabupaten Malang. Salah satunya yang bersinar adalah kelompok drama Lesbumi Kromengan yang hidup sejak tahun 1970-an dengan ciri khas syiar Islam dalam berbagai judul d

  • CEO Arema FC Anggap Arema Indonesia Manipulasi Saham

    Merebaknya banner bertuliskan "Satu Arema" bisa dimaknai keinginan Aremania menyatukan dua klub yang mempunyai nama hampir sama, yakni Arema FC dan Arema Indonesia.

  • Ini Hasil Penelusuran MalangTIMES Terhadap Toko Penjual Sajadah Bergambar Salib

    Untuk mencari keberadaan toko yang menjual sajadah bergambar salib, Jurnalis MALANGTIMES menyusuri jalan di sepanjang daerah Jalan Julius Usman, Sawahan sampai ke daerah Pasar Besar, Kota Malang.

  • Rekayasa Lalin Satu Arah, Benarkah Malang Nanti Tidak Macet Lagi?

    Kemacetan Malang kian parah dari tahun ke tahun hingga dinobatkan menjadi kota macet keempat di Asia tahun 2016, tentu harus segera ditanggani. Upaya memudar kemacetan itu salah satunya ialah melakukan rekayasa lalu lintas satu arah.

  • Heboh Sajadah Bersalib, Ini Klarifikasi Manajemen Mal Malang City Point

    Terkait sajadah bergambar Ka'bah yang di sampingnya terdapat menara dan di atas menara tergambar sebuah benda mirip salib di Mushala Mall Malang City Poin, pihak manajemen mall akhirnya memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.

  • Aremania Tetap Mendukung Nama Arema FC

    Terbentangnya banner yang bertuliskan "Arema Satu" banyak beredar di Kota Malang, hal itu sempat membuat resah Aremania. Pasalnya dalam Kongres PSSI beberapa waktu lalu, menyatakan Arema Indonesia dipulihkan kembali menjadi anggota dari PSSI.

  • Wali Kota Malang: Mediasi Angkutan Juga Salah Satu Moment Pembenahan

    Survey yang menempatkan Kota Malang sebagai kota termacet urutan keempat se-Asia dengan waktu yang terbuang 39,3 jam/tahun mendapatkan tanggapan dari Wali Kota Malang HM. Anton.

  • Terkait Survey Kota Malang Termacet Keempat se- Asia, Kadishub: Jangan Percaya Survey Seperti Itu

    "Ya jangan mudah percaya dengan hal seperti itu, kan ini juga bisa saja datanya juga belum jelas dari mana. Bagaimana pengujiannya, bagaimana cara surveynya, karena itu jangan mudah percaya," tandasnya disela mediasi di Balaikota.

  • Masyarakat Malang Kehilangan 39,3 Jam Per Tahun Akibat Macet

    Lembaga survei internasional INRIX menobatkan Kota Malang sebagai kota termacet keempat di Asia karena rata-rata waktu terbuang akibat macet sebesar 39,3 jam pertahun. Fakta ini tak membuat pakar transportasi Prof. Harnen Sulistio, M.Sc, Ph.D terkejut.

  • Delapan Spanduk Provokatif Terkait Polemik Angkutan Online Diturunkan Satpol PP

    Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang telah mencopot adanya spanduk yang dinilai provokatif terkait polemik permasalahan angkutan online di Kota Malang, Senin (27/02/17).

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top