Ceker Ngehe, Ceker Tanpa Tulang ala Mahasiswa Malang

Ceker Ngehe ala Arfi Fahrizal ini dipasarkan secara online via LINE (Foto: Istimewa)
Ceker Ngehe ala Arfi Fahrizal ini dipasarkan secara online via LINE (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Bicara soal anak muda Malang tak lengkap rasanya bila tak bahas seputar kuliner. Sebab di Malang banyak bermunculan kuliner seru lho. Nih salah satunya adalah Ceker Ngehe. Wuih apa tuh? 

Ceker Ngehe adalah usaha kuliner online mahasiswa Malang Arfi Fahrizal. Asiknya kamu bisa menikmati olahan ceker tanpa tulang yang dibalut dengan aneka rasa mulai ceker crispy original, pedas original, balado, dan pedas balado. 

"Awal mulanya ya dari pengalaman pribadi aja, saya sendiri kan suka makan ceker dan saya merasa ribet banget kalo makan ceker yang masih ada tulangnya. Akhirnya saya punya inisiatif biar gampang pas makan ceker salah satu caranya ya misahin tulang dari ceker itu sendiri, dan akhirnya kepikiran juga deh buat dijual," jelas Arfi pada MALANGTIMES, Minggu (12/2/2017).

Kalau soal nama 'ngehe' Arfi sendiri mengaku bila itu berarti ngeselin. Mungkin karena rasanya yang pedesnya ngeselin banget, ia akhirnya mengambil kata ini. Apa sih bedanya Ceker Ngehe dengan kuliner ceker pedas lain? 

"Bedanya saus kita nggak disiram di atas cekernya, tapi kita masak juga sama cekernya jadi bumbu balado pedasnya lebih meresap ke cekernya tapi nggak bikin crispy dari cekernya ilang. Kita juga pake cabe kering asli," ujar mahasiswa Polinema Malang berusia 22 tahun itu. 

Ceker Ngehe sendiri baru buka sekitar dua bulan silam. Penjualan produk kuliner ini masih difokuskan via online yakni melalui media LINE.

Walau masih baru ceker yang dibandrol mulai Rp 10 ribu ini nyatanya bisa menambah uang saku Arfi sebab omzet usaha ini capai Rp 1-3juta per bulan. 

Nah, agar tetap bersaing di tengah banyaknya produk sejenis Arfi punya trik nih. "Ya kita buat inovasi terus sama pertahanin kualitas produk kita. Saran dari pembeli juga kita tampung sama pengiriman kita juga meskipun hujan tetap kita kirim," tandasnya. (*)

Editor :
Publisher : Raafi Prapandha
  • Arema Buru Kemenangan, Borneo Waspadai Pemain Muda

    Sangat mepet masa recovery kontestan Piala Gubernur Kaltim 2018, termasuk Arema FC. Baru kalah adu penalti melawan PSIS Semarang Jumat (23/2), Arema kembali menghadapi laga kedua menghadapi Borneo FC petang nanti. Jadwal yang sangat singkat itu membuat pe

  • Arema Lawan Borneo, Balsa Bozovic In Action

    Momen untuk melihat penampilan Balsa Bozovic telah tiba. Laga kedua Piala Gubernur Kaltim 2018 melawan Borneo FC di Stadion Palaran, Samarinda, petang nanti bakal menjadi ajang perdana bagi playmaker asal Montenegro itu untuk unjuk kebolehan di Arema FC.

  • Balsa Bozovic On The Way Gabung Arema FC di Samarinda

    Setelah memisahkan sementara Gustavo Lopez dari skuat Arema FC. Ruddy Widodo menghubungi agen Balsa Bozovic untuk segera ke Samarinda. Hal tersebut untuk menjajal kemampuan sang pemain didepan tim pelatih.

  • Pemkot Batu Bentuk Pengawas Khusus, Siapkan Sanksi untuk Warga yang Buang Sampah Sembarangan

    Pemkot Batu bakal mencanangkan cara yang lebih efektif dan optimal agar Kota Batu bebas dari sampah.

  • Arema FC Istirahatkan Sementara Gustavo Lopez

    Pemain asing yang menjalani trial di Arema FC, Gustavo Fabian Lopez harus meninggalkan Samarinda lebih awal karena manajemen menginstruksikan kepada sang pemain agar terpisah terlebih dahulu dari tim.

  • Target Tuntas 2019, Separo dari Jumlah Nelayan di Kabupaten Malang Belum Tercover Asuransi

    Keinginan Pemkab Malang memberikan asuransi kepada para nelayan tampaknya belum banyak mendapat respons positif para nelayan setempat.

  • Baru Masuk Pertandingan Perdana, Pelatih Arema FC Khawatirkan Hal ini

    Setelah kalah melawan PSIS Semarang pada laga perdana Piala Gubernur Kaltim 2018, Pelatih Arema FC Joko Susilo tetap mengkhawatirkan skuatnya untuk menjalani pertandingan berikutnya. Pasalnya, di lini pertahanan Arema FC terlihat begitu rapuh.

  • Positif, Dua Warga Kota Batu Diserang Difteri

    Hingga akhir bulan ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu menemukan 4 kasus warga terjangkit difteri di Kota Batu. Dari total yang terjangki, dua di antaranya dinyatakan positif terserang difteri berasal dari Kecamatan Batu dan Junrejo. Dan 2 lainnya susp

  • Masalah Kredit Perbankan Masih Dominasi Pengaduan Keuangan pada OJK Malang

    Masalah kredit perbankan masih menjadi masalah yang banyak diajukan masyarakat pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang. Bahkan pada awal 2018 ini, setidaknya ada 10 aduan masuk yang terkait agunan kredit maupun kartu kredit dan klaim yang tidak sesuai.

  • Paslon Menawan Ingin Tuntaskan Masalah Banjir

    Kota Malang dalam beberapa hari ini memang memliki curah hujan yang intensitasnya cukup tinggi. Hal tersebut membuat sebagian daerah terkena dampak banjir, namun faktor penyebab meluapnya air ke permukaan ini salah satunya adalah saluran air atau gorong-g

  • Pemkot Malang Terus Geber Program Sertifikasi Kelayakan Gedung

    Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sertifikat laik fungsi (SLF) pada setiap bangunan. Terlebih adanya SLF bertujuan supaya st

  • Hanya Tiga Kampung Biru di Dunia, Salah Satunya Ada di Malang

    Sebut saja permukiman padat penduduk yang setiap bagiannya di cat dengan menggunakan warna biru. Nah, rupanya di dunia ada beberapa kampung semacam ini. Bahkan di Indonesia juga ada dan menjadi ikon baru di Kota tempat kampung tersebut dibuat. Nah, ini di

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top