Rapatkan Barisan, Abah Anton Ajak Pendukung Setianya Ziarah Makam Gus Dur

Wali Kota Malang, HM Anton bersama para pendukung setianya di Makam Gus Dur di Jombang, Sabtu (14/1/2017) (Foto : Cici Paramitha/MalangTIMES)
Wali Kota Malang, HM Anton bersama para pendukung setianya di Makam Gus Dur di Jombang, Sabtu (14/1/2017) (Foto : Cici Paramitha/MalangTIMES)

MALANGTIMES – Meskipun Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Malang masih jauh namun Wali Kota Malang, HM Anton tampaknya mulai melakukan berbagai upaya untuk merapatkan barisan.

Salah satu cara yang ia lakukan adalah merekatkan kembali komunikasi dengan para pendukung setianya yang tergabung dalam Laskar Malang Indonesia (LMI) dengan mengajak mereka berziarah ke Makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Jombang, Sabtu (14/1/2017).

LMI merupakan pengawal Abah Anton, sapaan akrab Wali Kota Malang, HM Anton, saat blusukan dan sosialisasi pada kampanye 2013 saat ia mencalonkan diri pertama kali.

Sampai saat ini para pendukung setia tokoh yang kini menjabat Ketua DPC PKB Kota Malang ini selalu aktif mengikuti semua kegiatan Abah Anton.  

Ketua LMI, H. Harianto mengaku sangat bangga dengan para pendukung setia Abah Anton yang hingga kini tidak pernah bosan mendukung dan mengawal langsung program-program yang di jalankan Abah Anton selama memegang tampuk kepemimpinan di Kota Pendidikan ini.

“Kami kangen dengan kekompakan teman-teman pendukung setia Abah Anton saat masih kampanye dulu. Ini bagian dari upaya kami bernostalgia dengan semua perjuangan yang kami lakukan dulu,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Budi Kedo, Ketua LMI Ranting Tlogomas. "Laskar Abah Anton ini jumlahnya mencapai ratusan dan menyebar di 57 kelurahan yang ada di Kota Malang. Laskar ini organisasi sosial dan tidak semata-mata karena uang," ujar Budi.

Ziarah wali saat kampanye Pilkada 2013 lalu dikenal sebagai salah satu strategi Abah Anton untuk menjalin komunikasi dengan para pendukungnya dan masyarakat yang belum mengenal figur pengusaha tetes tebu ini.

Ribuan warga Kota Malang saat itu secara bergilir diberangkatkan oleh Abah Anton berziarah Wali Songo secara gratis.

 

Pewarta : Cici Paramitha
Editor : Heryanto
Publisher : debyawan erlansyah
  • Polemik Dana Daftar Ulang di Sekolahan, Dewan Minta Lihat Regulasinya

    Banyaknya keluhan warga di beberapa kecamatan yang memiliki anak sekolahan setingkat SMP dan SMA di Kabupaten Malang mengenai adanya tarikan dana untuk daftar ulang atau registrasi dengan jumlah nominal berbeda, memantik Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Ma

  • KIS Tidak Tepat Sasaran, Desa Bisa Ajukan Data Baru

    Pendataan dan distribusi Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kabupaten Malang yang dilakukan oleh banyak pihak, bahkan oleh kader Partai Politik tertentu telah menyebabkan pelayanan kesehatan bagi warga miskin tidak bisa mengaksesnya.

  • Seni Drama Islam Kromengan Pernah Rajai Kabupaten Malang

    Kesenian drama atau sandiwara dengan konsep Islami pernah berjaya di dalam maupun luar Kabupaten Malang. Salah satunya yang bersinar adalah kelompok drama Lesbumi Kromengan yang hidup sejak tahun 1970-an dengan ciri khas syiar Islam dalam berbagai judul d

  • CEO Arema FC Anggap Arema Indonesia Manipulasi Saham

    Merebaknya banner bertuliskan "Satu Arema" bisa dimaknai keinginan Aremania menyatukan dua klub yang mempunyai nama hampir sama, yakni Arema FC dan Arema Indonesia.

  • Ini Hasil Penelusuran MalangTIMES Terhadap Toko Penjual Sajadah Bergambar Salib

    Untuk mencari keberadaan toko yang menjual sajadah bergambar salib, Jurnalis MALANGTIMES menyusuri jalan di sepanjang daerah Jalan Julius Usman, Sawahan sampai ke daerah Pasar Besar, Kota Malang.

  • Rekayasa Lalin Satu Arah, Benarkah Malang Nanti Tidak Macet Lagi?

    Kemacetan Malang kian parah dari tahun ke tahun hingga dinobatkan menjadi kota macet keempat di Asia tahun 2016, tentu harus segera ditanggani. Upaya memudar kemacetan itu salah satunya ialah melakukan rekayasa lalu lintas satu arah.

  • Heboh Sajadah Bersalib, Ini Klarifikasi Manajemen Mal Malang City Point

    Terkait sajadah bergambar Ka'bah yang di sampingnya terdapat menara dan di atas menara tergambar sebuah benda mirip salib di Mushala Mall Malang City Poin, pihak manajemen mall akhirnya memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.

  • Aremania Tetap Mendukung Nama Arema FC

    Terbentangnya banner yang bertuliskan "Arema Satu" banyak beredar di Kota Malang, hal itu sempat membuat resah Aremania. Pasalnya dalam Kongres PSSI beberapa waktu lalu, menyatakan Arema Indonesia dipulihkan kembali menjadi anggota dari PSSI.

  • Wali Kota Malang: Mediasi Angkutan Juga Salah Satu Moment Pembenahan

    Survey yang menempatkan Kota Malang sebagai kota termacet urutan keempat se-Asia dengan waktu yang terbuang 39,3 jam/tahun mendapatkan tanggapan dari Wali Kota Malang HM. Anton.

  • Terkait Survey Kota Malang Termacet Keempat se- Asia, Kadishub: Jangan Percaya Survey Seperti Itu

    "Ya jangan mudah percaya dengan hal seperti itu, kan ini juga bisa saja datanya juga belum jelas dari mana. Bagaimana pengujiannya, bagaimana cara surveynya, karena itu jangan mudah percaya," tandasnya disela mediasi di Balaikota.

  • Masyarakat Malang Kehilangan 39,3 Jam Per Tahun Akibat Macet

    Lembaga survei internasional INRIX menobatkan Kota Malang sebagai kota termacet keempat di Asia karena rata-rata waktu terbuang akibat macet sebesar 39,3 jam pertahun. Fakta ini tak membuat pakar transportasi Prof. Harnen Sulistio, M.Sc, Ph.D terkejut.

  • Delapan Spanduk Provokatif Terkait Polemik Angkutan Online Diturunkan Satpol PP

    Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang telah mencopot adanya spanduk yang dinilai provokatif terkait polemik permasalahan angkutan online di Kota Malang, Senin (27/02/17).

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top