Fantastis, Harga Tas dan Sepatu Ratu Instagram Indonesia

(via Instagram/fashionayutingting92)
(via Instagram/fashionayutingting92)

MALANGTIMES - Julukan Ratu Instagram Indonesia disematkan kepada selebritas Ayu Ting Ting. Sebab, penyanyi dangdut itu memiliki jumlah pengikut Instagram paling banyak di Indonesia, yakni mencapai 17,9 juta! Wow! 

Pengikut Ayu Ting Ting datang dari banyak kalangan, termasuk haters atau pembenci sang seleb. Abaikan dulu pengikut Ayu Ting Ting. Pembaca mungkin penasaran, fashion item yang dikenakan oleh sang artis. 

Simak harga tas dan sepatu Ayu Ting Ting yang dirangkum dari akun Instagram @fashionayutingting92 berikut ini. 

(via Instagram/fashionayutingting92)

Pembaca mungkin bertanya-tanya sepatu putih yang dikenakan oleh sang seleb. Sepatu itu keluaran brand Stella Mc Cartney yang dibanderol dengan harga Rp 9,5 juta. 

(via Instagram/fashionayutingting92)

Penyanyi dangdut satu ini disebut sebagai salah satu selebritas terkaya. Untuk urusan kaki, Ayu pun nggak mau main-main. Tampil santai di sebuah acara televisi, Ayu memilih menggenakan flip keluaran brand Chanel seharga Rp 15,7 juta. 

(via Instagram/fashionayutingting92)

Selain sepatu, Ayu juga dikenal mengoleksi tas mewah. Seperti tas Chanel jumbo satu ini, ia harus merogoh kocek hingga Rp 100 juta. Nggak masalah ya buat Ayu? 

(via Instagram/fashionayutingting92)

Image selebritas Indonesia seolah sudah melekat pada tas keluaran brand Hermes. Ayu Ting Ting juga tidak mau kalah dengan menenteng Hermes Birkin Goldware seharga Rp 247 juta ini. (*)

Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Raafi Prapandha
  • Polemik Dana Daftar Ulang di Sekolahan, Dewan Minta Lihat Regulasinya

    Banyaknya keluhan warga di beberapa kecamatan yang memiliki anak sekolahan setingkat SMP dan SMA di Kabupaten Malang mengenai adanya tarikan dana untuk daftar ulang atau registrasi dengan jumlah nominal berbeda, memantik Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Ma

  • KIS Tidak Tepat Sasaran, Desa Bisa Ajukan Data Baru

    Pendataan dan distribusi Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kabupaten Malang yang dilakukan oleh banyak pihak, bahkan oleh kader Partai Politik tertentu telah menyebabkan pelayanan kesehatan bagi warga miskin tidak bisa mengaksesnya.

  • Seni Drama Islam Kromengan Pernah Rajai Kabupaten Malang

    Kesenian drama atau sandiwara dengan konsep Islami pernah berjaya di dalam maupun luar Kabupaten Malang. Salah satunya yang bersinar adalah kelompok drama Lesbumi Kromengan yang hidup sejak tahun 1970-an dengan ciri khas syiar Islam dalam berbagai judul d

  • CEO Arema FC Anggap Arema Indonesia Manipulasi Saham

    Merebaknya banner bertuliskan "Satu Arema" bisa dimaknai keinginan Aremania menyatukan dua klub yang mempunyai nama hampir sama, yakni Arema FC dan Arema Indonesia.

  • Ini Hasil Penelusuran MalangTIMES Terhadap Toko Penjual Sajadah Bergambar Salib

    Untuk mencari keberadaan toko yang menjual sajadah bergambar salib, Jurnalis MALANGTIMES menyusuri jalan di sepanjang daerah Jalan Julius Usman, Sawahan sampai ke daerah Pasar Besar, Kota Malang.

  • Rekayasa Lalin Satu Arah, Benarkah Malang Nanti Tidak Macet Lagi?

    Kemacetan Malang kian parah dari tahun ke tahun hingga dinobatkan menjadi kota macet keempat di Asia tahun 2016, tentu harus segera ditanggani. Upaya memudar kemacetan itu salah satunya ialah melakukan rekayasa lalu lintas satu arah.

  • Heboh Sajadah Bersalib, Ini Klarifikasi Manajemen Mal Malang City Point

    Terkait sajadah bergambar Ka'bah yang di sampingnya terdapat menara dan di atas menara tergambar sebuah benda mirip salib di Mushala Mall Malang City Poin, pihak manajemen mall akhirnya memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.

  • Aremania Tetap Mendukung Nama Arema FC

    Terbentangnya banner yang bertuliskan "Arema Satu" banyak beredar di Kota Malang, hal itu sempat membuat resah Aremania. Pasalnya dalam Kongres PSSI beberapa waktu lalu, menyatakan Arema Indonesia dipulihkan kembali menjadi anggota dari PSSI.

  • Wali Kota Malang: Mediasi Angkutan Juga Salah Satu Moment Pembenahan

    Survey yang menempatkan Kota Malang sebagai kota termacet urutan keempat se-Asia dengan waktu yang terbuang 39,3 jam/tahun mendapatkan tanggapan dari Wali Kota Malang HM. Anton.

  • Terkait Survey Kota Malang Termacet Keempat se- Asia, Kadishub: Jangan Percaya Survey Seperti Itu

    "Ya jangan mudah percaya dengan hal seperti itu, kan ini juga bisa saja datanya juga belum jelas dari mana. Bagaimana pengujiannya, bagaimana cara surveynya, karena itu jangan mudah percaya," tandasnya disela mediasi di Balaikota.

  • Masyarakat Malang Kehilangan 39,3 Jam Per Tahun Akibat Macet

    Lembaga survei internasional INRIX menobatkan Kota Malang sebagai kota termacet keempat di Asia karena rata-rata waktu terbuang akibat macet sebesar 39,3 jam pertahun. Fakta ini tak membuat pakar transportasi Prof. Harnen Sulistio, M.Sc, Ph.D terkejut.

  • Delapan Spanduk Provokatif Terkait Polemik Angkutan Online Diturunkan Satpol PP

    Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang telah mencopot adanya spanduk yang dinilai provokatif terkait polemik permasalahan angkutan online di Kota Malang, Senin (27/02/17).

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top