Cerbung MENGELUPAS BERSAMAMU (3)

Ilustrasi cerbung (istimewa)
Ilustrasi cerbung (istimewa)

Cerbung
MENGELUPAS BERSAMAMU (3)
dd nana 

Maaf kalau aku mengecewakanmu. Untuk menjadi ular tidak cukup sekedar mampu mendesis dan merayap”

“Lantas, aku harus bagaimana lagi…”

“Tidakkah kau tahu untuk mencapai kamil, tubuhmu harus menjelajahi rasa sakit. Sehingga disuatu titik kau mampu menikmati rasa sakit dengan senyum dan syukur.” 

“Apakah aku mampu melewati jalan itu, sedangkan tubuhku telah meminta rebah berulang kali. Dan kau tahu aku hanyalah manusia biasa, bukan nabi” 

“Karena kau manusia biasa, maka aku sudi memberimu pengetahuan. Bersabarlah…sebentar lagi waktunya akan datang”

Pengetahuan yang lahir dari mulutnya kembali melilitku. Rasa sakit masih terasa di kulit.

 Ah, sakit…sosok tak tampak yang begitu perkasa meraja disetiap tubuh yang berdaging. Sejengkal rasa dalam pikiran. Dan, kini aku mulai bermetamorfosa menjadi sosok baru dalam lilitan rasa nyeri. 

Dengarlah, desisku semakin sempurna, kulitku semakin peka menangkap setiap getar yang ada. Dan aku mulai terbiasa untuk merayap serata tanah. Sosok yang cukup indah untuk tubuh retak ini. Sosok yang mulai kuhikmati, sosok seekor ular. Lihatlah, tubuhku mulai berkilau dan desisku mulai berirama. 

Inilah waktu yang kau tunggu, kekasih. Sekarang masuklah lebih dalam di garba kesenyapan. Selimuti tubuhmu dengan diam. Dan bukalah seluruh panca inderamu. Banyak warna yang akan mendatangimu. Singkirkanlah, karena warna-warna itu akan menutup jalan kelahiranmu. Kini dengarkan segala yang berkata-kata dalam tubuhmu dan ikutilah. Ikutilah. Ikutilah.

“Tunggu dulu….”

“Masih pentingkah pertanyaan-pertanyaanmu mengenai aku di saat seperti ini, kekasih?”

“Untuk terakhir kalinya, biarkan aku kembali bertanya tentangmu….aku mohon ”

“Mmmfhh…kau masih saja seperti manusia….Baiklah, aku jelaskan siapa diriku. Namaku Iblis…..”

"Iblis ?? kalau kau Iblis kenapa wajahmu kencana. Terutama kenapa kau bimbing aku menemukan jalan ini. Jalan kesenyapan. Jalan yang diajarkan manusia-manusia suci. Kau pasti sedang berbual…”
“Kenyataan memang selalu melampaui kehendak. Aku sedang tidak berbual. Akulah Iblis, makhluk yang selalu menjadi kambing hitam bagi segala penyebab bencana. Dan, kini aku lelah untuk terus menjadi tempat hujatan. Maka aku berikan pengetahuan ini untukmu”

“Lelah…?? Ha..ha…ha…..apakah Iblis memiliki rasa lelah..Ha…ha…ha….. sudahlah jangan bercanda lagi…”

“Apakah hanya kau yang dianugerahkan rasa lelah, apakah hanya para suci yang berhak membimbing manusia-manusia pecah ?. Lantas apakah kelahiranku hanya sekedar membinasakan..Ya, aku lelah. Dan ini bukan sebuah canda seperti kau kira”.
“Maaf, aku…….”  (bersambung).

Pewarta : Nana
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Raafi Prapandha
  • Polemik Dana Daftar Ulang di Sekolahan, Dewan Minta Lihat Regulasinya

    Banyaknya keluhan warga di beberapa kecamatan yang memiliki anak sekolahan setingkat SMP dan SMA di Kabupaten Malang mengenai adanya tarikan dana untuk daftar ulang atau registrasi dengan jumlah nominal berbeda, memantik Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Ma

  • KIS Tidak Tepat Sasaran, Desa Bisa Ajukan Data Baru

    Pendataan dan distribusi Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kabupaten Malang yang dilakukan oleh banyak pihak, bahkan oleh kader Partai Politik tertentu telah menyebabkan pelayanan kesehatan bagi warga miskin tidak bisa mengaksesnya.

  • Seni Drama Islam Kromengan Pernah Rajai Kabupaten Malang

    Kesenian drama atau sandiwara dengan konsep Islami pernah berjaya di dalam maupun luar Kabupaten Malang. Salah satunya yang bersinar adalah kelompok drama Lesbumi Kromengan yang hidup sejak tahun 1970-an dengan ciri khas syiar Islam dalam berbagai judul d

  • CEO Arema FC Anggap Arema Indonesia Manipulasi Saham

    Merebaknya banner bertuliskan "Satu Arema" bisa dimaknai keinginan Aremania menyatukan dua klub yang mempunyai nama hampir sama, yakni Arema FC dan Arema Indonesia.

  • Ini Hasil Penelusuran MalangTIMES Terhadap Toko Penjual Sajadah Bergambar Salib

    Untuk mencari keberadaan toko yang menjual sajadah bergambar salib, Jurnalis MALANGTIMES menyusuri jalan di sepanjang daerah Jalan Julius Usman, Sawahan sampai ke daerah Pasar Besar, Kota Malang.

  • Rekayasa Lalin Satu Arah, Benarkah Malang Nanti Tidak Macet Lagi?

    Kemacetan Malang kian parah dari tahun ke tahun hingga dinobatkan menjadi kota macet keempat di Asia tahun 2016, tentu harus segera ditanggani. Upaya memudar kemacetan itu salah satunya ialah melakukan rekayasa lalu lintas satu arah.

  • Heboh Sajadah Bersalib, Ini Klarifikasi Manajemen Mal Malang City Point

    Terkait sajadah bergambar Ka'bah yang di sampingnya terdapat menara dan di atas menara tergambar sebuah benda mirip salib di Mushala Mall Malang City Poin, pihak manajemen mall akhirnya memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.

  • Aremania Tetap Mendukung Nama Arema FC

    Terbentangnya banner yang bertuliskan "Arema Satu" banyak beredar di Kota Malang, hal itu sempat membuat resah Aremania. Pasalnya dalam Kongres PSSI beberapa waktu lalu, menyatakan Arema Indonesia dipulihkan kembali menjadi anggota dari PSSI.

  • Wali Kota Malang: Mediasi Angkutan Juga Salah Satu Moment Pembenahan

    Survey yang menempatkan Kota Malang sebagai kota termacet urutan keempat se-Asia dengan waktu yang terbuang 39,3 jam/tahun mendapatkan tanggapan dari Wali Kota Malang HM. Anton.

  • Terkait Survey Kota Malang Termacet Keempat se- Asia, Kadishub: Jangan Percaya Survey Seperti Itu

    "Ya jangan mudah percaya dengan hal seperti itu, kan ini juga bisa saja datanya juga belum jelas dari mana. Bagaimana pengujiannya, bagaimana cara surveynya, karena itu jangan mudah percaya," tandasnya disela mediasi di Balaikota.

  • Masyarakat Malang Kehilangan 39,3 Jam Per Tahun Akibat Macet

    Lembaga survei internasional INRIX menobatkan Kota Malang sebagai kota termacet keempat di Asia karena rata-rata waktu terbuang akibat macet sebesar 39,3 jam pertahun. Fakta ini tak membuat pakar transportasi Prof. Harnen Sulistio, M.Sc, Ph.D terkejut.

  • Delapan Spanduk Provokatif Terkait Polemik Angkutan Online Diturunkan Satpol PP

    Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang telah mencopot adanya spanduk yang dinilai provokatif terkait polemik permasalahan angkutan online di Kota Malang, Senin (27/02/17).

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top