Kecelakaan Beruntun di Jalan Raya Purwodadi, Empat Orang Tewas Seketika

korban meninggal kecelakaan karambol di Jalan Raya Purwodadi
korban meninggal kecelakaan karambol di Jalan Raya Purwodadi

MALANGTIMES- Kecelakaan maut yang cukup parah terjadi di Jalan Raya Purwodadi, Pasuruan arah Malang Jumat (13/1/2017) tepatnya pukul 14.00.

Kecelakaan ini terjadi tepatnya di sekitar depan SMP Advent. Informasi yang didapat kecelakaan tersebut melibatkan sekitar tujuh kendaraan sepeda motor dan enam mobil dan truk yang kesemuanya dalam kondisi ringsek rusak berat dan bahkan ada truk yang sampai jatuh di bantaran sungai yang cukup dalam.

Menurut informasi, akibat peristiwa ini telah memakan empat korban jiwa yang meninggal di TKP pasca kecelakaan yang diduga kesemuanya berasal dari pengendara sepeda motor. Terlihat dari beberapa gambar yang beredar tubuh korban tewas dengan kondisi yang mengenaskan terkapar di jalan.

AKP Evon Fitrianto Kasatlantas Polres Pasuruan menjelaskan terkait hal ini, titik pertama kecelakaan ada di Jurang Klampok Sentul Purwodadi. Dimana Dump truk melaju di jalur Malang - Surabaya, saat di turunan, akhirnya menabrak Honda HRV. Honda HRV terpelanting ke kanan, masuk ke jalur sebaliknya lalu menabrak sepeda motor Honda Vario dan Yamaha Jupiter.

Lanjut Evon, Dump truk masih terus meluncur ke arah Surabaya lalu menabrak Mitsubishi Outlander sampai terpelanting ke kanan. Truk masih meluncur dan menabrak truk lainnya sampai truk juga terpelanting ke kanan yang akhirnya menabrak sepeda motor CBR.

"Lalu Dump truk meluncur dan menabrak tiga sepeda motor, antara lain Vespa, Yamaha Mio dan Honda Supra. Tiga sepeda motor ini terpelanting ke kiri," bebernya.

Ia menambahkan, setelah terpelanting Dump trukpun masih meluncur bebas dan menabrak mobil Toyota Innova, Sedan, Nisan Evalia, Kijang LGX dan baru berhenti setelah sopir Dump truk akhirnya banting setir ke kiri dan Dump truk terjun ke sungai dengan kondisi yang terbalik.

"Sopir Dump truk sudah diamankan ke Polsek Purwodadi. Korban juga sudah dievakuasi. Belum ada data soal nomor polisi kendaraan dan identitas korban," jelasnya.

Namun sempat ada saksi mata yang melihat adanya benda-benda yang jatuh ke bawah yang berasal dari truk yang diperkirakan mur atau baut serta adanya petikan api dari bawah truk. Aparat Sampai saat ini pun masih melakukan olah TKP guna mengetahui kronologis terjadinya kecelakaan tersebut.

Akibat peristiwa ini sendiri, jalan menuju kedua arah baik itu Malang maupun Surabaya mengalami kemacetan. Namun akhirnya jalanpun sudah dialihakan dengan menjadikan dua lajur, dari Lawang menuju Pasuruan.

Pewarta : Hendra Saputra
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
  • Polemik Dana Daftar Ulang di Sekolahan, Dewan Minta Lihat Regulasinya

    Banyaknya keluhan warga di beberapa kecamatan yang memiliki anak sekolahan setingkat SMP dan SMA di Kabupaten Malang mengenai adanya tarikan dana untuk daftar ulang atau registrasi dengan jumlah nominal berbeda, memantik Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Ma

  • KIS Tidak Tepat Sasaran, Desa Bisa Ajukan Data Baru

    Pendataan dan distribusi Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kabupaten Malang yang dilakukan oleh banyak pihak, bahkan oleh kader Partai Politik tertentu telah menyebabkan pelayanan kesehatan bagi warga miskin tidak bisa mengaksesnya.

  • Seni Drama Islam Kromengan Pernah Rajai Kabupaten Malang

    Kesenian drama atau sandiwara dengan konsep Islami pernah berjaya di dalam maupun luar Kabupaten Malang. Salah satunya yang bersinar adalah kelompok drama Lesbumi Kromengan yang hidup sejak tahun 1970-an dengan ciri khas syiar Islam dalam berbagai judul d

  • CEO Arema FC Anggap Arema Indonesia Manipulasi Saham

    Merebaknya banner bertuliskan "Satu Arema" bisa dimaknai keinginan Aremania menyatukan dua klub yang mempunyai nama hampir sama, yakni Arema FC dan Arema Indonesia.

  • Ini Hasil Penelusuran MalangTIMES Terhadap Toko Penjual Sajadah Bergambar Salib

    Untuk mencari keberadaan toko yang menjual sajadah bergambar salib, Jurnalis MALANGTIMES menyusuri jalan di sepanjang daerah Jalan Julius Usman, Sawahan sampai ke daerah Pasar Besar, Kota Malang.

  • Rekayasa Lalin Satu Arah, Benarkah Malang Nanti Tidak Macet Lagi?

    Kemacetan Malang kian parah dari tahun ke tahun hingga dinobatkan menjadi kota macet keempat di Asia tahun 2016, tentu harus segera ditanggani. Upaya memudar kemacetan itu salah satunya ialah melakukan rekayasa lalu lintas satu arah.

  • Heboh Sajadah Bersalib, Ini Klarifikasi Manajemen Mal Malang City Point

    Terkait sajadah bergambar Ka'bah yang di sampingnya terdapat menara dan di atas menara tergambar sebuah benda mirip salib di Mushala Mall Malang City Poin, pihak manajemen mall akhirnya memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.

  • Aremania Tetap Mendukung Nama Arema FC

    Terbentangnya banner yang bertuliskan "Arema Satu" banyak beredar di Kota Malang, hal itu sempat membuat resah Aremania. Pasalnya dalam Kongres PSSI beberapa waktu lalu, menyatakan Arema Indonesia dipulihkan kembali menjadi anggota dari PSSI.

  • Wali Kota Malang: Mediasi Angkutan Juga Salah Satu Moment Pembenahan

    Survey yang menempatkan Kota Malang sebagai kota termacet urutan keempat se-Asia dengan waktu yang terbuang 39,3 jam/tahun mendapatkan tanggapan dari Wali Kota Malang HM. Anton.

  • Terkait Survey Kota Malang Termacet Keempat se- Asia, Kadishub: Jangan Percaya Survey Seperti Itu

    "Ya jangan mudah percaya dengan hal seperti itu, kan ini juga bisa saja datanya juga belum jelas dari mana. Bagaimana pengujiannya, bagaimana cara surveynya, karena itu jangan mudah percaya," tandasnya disela mediasi di Balaikota.

  • Masyarakat Malang Kehilangan 39,3 Jam Per Tahun Akibat Macet

    Lembaga survei internasional INRIX menobatkan Kota Malang sebagai kota termacet keempat di Asia karena rata-rata waktu terbuang akibat macet sebesar 39,3 jam pertahun. Fakta ini tak membuat pakar transportasi Prof. Harnen Sulistio, M.Sc, Ph.D terkejut.

  • Delapan Spanduk Provokatif Terkait Polemik Angkutan Online Diturunkan Satpol PP

    Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang telah mencopot adanya spanduk yang dinilai provokatif terkait polemik permasalahan angkutan online di Kota Malang, Senin (27/02/17).

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top