Hermawan Kertajaya: Tajamkan Potensi Wisata Daerah

Direktur Markplus Indonesia Hermawan Kertajaya (tengah), Bupati Malang Rendra Kresna (kiri), dan Kepala Disbudpar Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara (kanan) di Pendapa Agung Kabupaten Malang. (foto Imam Syafii/MalangTIMES)
Direktur Markplus Indonesia Hermawan Kertajaya (tengah), Bupati Malang Rendra Kresna (kiri), dan Kepala Disbudpar Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara (kanan) di Pendapa Agung Kabupaten Malang. (foto Imam Syafii/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Strategi marketing wisata itu mengajari, bukan membuang uang. Tapi harus fokus mana potensi wisata yang akan dikembangkan. Itulah salah satu jurus yang dikemukakan Direktur Markplus Indonesia Hermawan Kertajaya saat menyampaikan strategi marketing untuk menciptakan kondisi dan konsep secara terstruktur dari produk wisata yang diinginkan konsumen. 

Hal itu disampaikan saat ia memaparkan sosialisasi strategi pemasaran wisata di Pendapa Agung Kebupaten Malang, Jumat (13/1/2017) sore.

Selain itu, menurut Hermawan, strategi marketing untuk mengubah pola pikir pelaku wisata dari product centric ke customer centric. "Kedatangan kami di sini untuk membantu menajamkan potensi wisata Kabupaten Malang agat semakin berkembang. Juga pengelolaan uang semakin tertata dengan baik," kata Hermawan kepada MalangTIMES.

Konsep strategi pemasaran ini nantinya akan berorientasi pada keinginan dan kebutuhan konsumen ke tempat wisata untuk memberikan kepuasan tersendiri bagi mereka. "Orientasinya kepada konsumen untuk menonjolkan kepuasan di tempat wisata sebagai tujuan utamanya," ungkapnya. 

Dia mengatakan, wisatawan luar daerah, seperti warga Jakarta, sangat tertarik dengan wisata back to nature. Mereka sudah merasa bosan menikmati liburan di luar negeri.

"Nah, ini saatnya potensi wisata di sini (Kabupaten Malang) akan kami gencarkan dan tawarkan kepada konsumen dengan beragam konsep. Kalau ingin berkunjung ke wisata alam atau pantai, di sini sudah ada semua," ucapnya.

Dia menambahkan, potensi wisata di Kabupaten Malang ke depan akan di-branding dengan 'Malang County'. Branding itu nantinya akan menjadi ikon wisata Kabupaten Malang.

"Sekarang memang belum diresmikan, tapi kami sudah berkoordinasi dengan bupati Malang dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang. Jadi, orang akan mengingat brand itu usai berkunjung ke sini," ujarnya. (*)/p>

Pewarta : imam syafii
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : debyawan erlansyah
  • Polemik Dana Daftar Ulang di Sekolahan, Dewan Minta Lihat Regulasinya

    Banyaknya keluhan warga di beberapa kecamatan yang memiliki anak sekolahan setingkat SMP dan SMA di Kabupaten Malang mengenai adanya tarikan dana untuk daftar ulang atau registrasi dengan jumlah nominal berbeda, memantik Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Ma

  • KIS Tidak Tepat Sasaran, Desa Bisa Ajukan Data Baru

    Pendataan dan distribusi Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kabupaten Malang yang dilakukan oleh banyak pihak, bahkan oleh kader Partai Politik tertentu telah menyebabkan pelayanan kesehatan bagi warga miskin tidak bisa mengaksesnya.

  • Seni Drama Islam Kromengan Pernah Rajai Kabupaten Malang

    Kesenian drama atau sandiwara dengan konsep Islami pernah berjaya di dalam maupun luar Kabupaten Malang. Salah satunya yang bersinar adalah kelompok drama Lesbumi Kromengan yang hidup sejak tahun 1970-an dengan ciri khas syiar Islam dalam berbagai judul d

  • CEO Arema FC Anggap Arema Indonesia Manipulasi Saham

    Merebaknya banner bertuliskan "Satu Arema" bisa dimaknai keinginan Aremania menyatukan dua klub yang mempunyai nama hampir sama, yakni Arema FC dan Arema Indonesia.

  • Ini Hasil Penelusuran MalangTIMES Terhadap Toko Penjual Sajadah Bergambar Salib

    Untuk mencari keberadaan toko yang menjual sajadah bergambar salib, Jurnalis MALANGTIMES menyusuri jalan di sepanjang daerah Jalan Julius Usman, Sawahan sampai ke daerah Pasar Besar, Kota Malang.

  • Rekayasa Lalin Satu Arah, Benarkah Malang Nanti Tidak Macet Lagi?

    Kemacetan Malang kian parah dari tahun ke tahun hingga dinobatkan menjadi kota macet keempat di Asia tahun 2016, tentu harus segera ditanggani. Upaya memudar kemacetan itu salah satunya ialah melakukan rekayasa lalu lintas satu arah.

  • Heboh Sajadah Bersalib, Ini Klarifikasi Manajemen Mal Malang City Point

    Terkait sajadah bergambar Ka'bah yang di sampingnya terdapat menara dan di atas menara tergambar sebuah benda mirip salib di Mushala Mall Malang City Poin, pihak manajemen mall akhirnya memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.

  • Aremania Tetap Mendukung Nama Arema FC

    Terbentangnya banner yang bertuliskan "Arema Satu" banyak beredar di Kota Malang, hal itu sempat membuat resah Aremania. Pasalnya dalam Kongres PSSI beberapa waktu lalu, menyatakan Arema Indonesia dipulihkan kembali menjadi anggota dari PSSI.

  • Wali Kota Malang: Mediasi Angkutan Juga Salah Satu Moment Pembenahan

    Survey yang menempatkan Kota Malang sebagai kota termacet urutan keempat se-Asia dengan waktu yang terbuang 39,3 jam/tahun mendapatkan tanggapan dari Wali Kota Malang HM. Anton.

  • Terkait Survey Kota Malang Termacet Keempat se- Asia, Kadishub: Jangan Percaya Survey Seperti Itu

    "Ya jangan mudah percaya dengan hal seperti itu, kan ini juga bisa saja datanya juga belum jelas dari mana. Bagaimana pengujiannya, bagaimana cara surveynya, karena itu jangan mudah percaya," tandasnya disela mediasi di Balaikota.

  • Masyarakat Malang Kehilangan 39,3 Jam Per Tahun Akibat Macet

    Lembaga survei internasional INRIX menobatkan Kota Malang sebagai kota termacet keempat di Asia karena rata-rata waktu terbuang akibat macet sebesar 39,3 jam pertahun. Fakta ini tak membuat pakar transportasi Prof. Harnen Sulistio, M.Sc, Ph.D terkejut.

  • Delapan Spanduk Provokatif Terkait Polemik Angkutan Online Diturunkan Satpol PP

    Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang telah mencopot adanya spanduk yang dinilai provokatif terkait polemik permasalahan angkutan online di Kota Malang, Senin (27/02/17).

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top