Kreativitas Anak Muda Kota Malang Semakin Terkikis?

Tak Diurus Keluarga, Ibu Ini Setiap Malam Tidur di Emper Toko

Sumini, salah satu pengemis yang setiap hari tidur di emper toko Pasar Besar Kota Malang (Foto: Cici Paramitha/ MalangTIMES)
Sumini, salah satu pengemis yang setiap hari tidur di emper toko Pasar Besar Kota Malang (Foto: Cici Paramitha/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Jika pada siang hari Pasar Besar Kota Malang selalu sarat dengan hiruk pikuk dan transaksi jual beli, tidak demikian dengan malamnya. Ketika malam tiba, lokasi ini seperti berubah menjadi tempat persinggahan bagi sebagian orang.

Seperti yang terekam semalam, Kamis (12/01/17), tampak puluhan gelandangan tidur beralaskan koran dan debu jalanan di sudut pertokoan area Pasar Besar Kota Malang. Mereka berasal dari beberapa daerah tentunya termasuk dari Kota Malang.

Sebut saja Sumini yang ketika ditanya lupa dengan usianya saat ini, jika diamati berusia 50 tahun ke atas. Keseharian Sumini mencari nafkah untuk menyambung hidup menjadi pengemis di pinggir jalan. Pilihan itu lantaran perempuan yang mempunyai keluarga di Kedungkandang ini tidak mendapat nafkah dari suaminya.

"Sedangkan anak-anak pun pelit tidak membantu saya, karena itu memilih tidur beralaskan koran dan debu sejak tahun 2000 di area Pasar Besar ini," ucapnya.

Walaupun sebenarnya menurutnya sangatlah tidak nyaman tidur di emper toko. Ia mengaku sering merasakan sakit kepala setiap hari. Itulah sekilas dari satu diantara puluhan gelandangan yang ada di pinggir jalan Pasar Besar Kota Malang.

Seolah keluarga gelandangan lepas tangan dan membiarkan berserakan tidur beralaskan koran di pinggir jalan area Pasar Besar. Melihat kondisi yang memprihatinkan, lalu apa peran dan upaya pemerintah menggugah jiwa sosial untuk mengentaskan kemiskinan?

Pewarta : Cici Paramitha
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : debyawan erlansyah
  • Polemik Dana Daftar Ulang di Sekolahan, Dewan Minta Lihat Regulasinya

    Banyaknya keluhan warga di beberapa kecamatan yang memiliki anak sekolahan setingkat SMP dan SMA di Kabupaten Malang mengenai adanya tarikan dana untuk daftar ulang atau registrasi dengan jumlah nominal berbeda, memantik Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Ma

  • KIS Tidak Tepat Sasaran, Desa Bisa Ajukan Data Baru

    Pendataan dan distribusi Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kabupaten Malang yang dilakukan oleh banyak pihak, bahkan oleh kader Partai Politik tertentu telah menyebabkan pelayanan kesehatan bagi warga miskin tidak bisa mengaksesnya.

  • Seni Drama Islam Kromengan Pernah Rajai Kabupaten Malang

    Kesenian drama atau sandiwara dengan konsep Islami pernah berjaya di dalam maupun luar Kabupaten Malang. Salah satunya yang bersinar adalah kelompok drama Lesbumi Kromengan yang hidup sejak tahun 1970-an dengan ciri khas syiar Islam dalam berbagai judul d

  • CEO Arema FC Anggap Arema Indonesia Manipulasi Saham

    Merebaknya banner bertuliskan "Satu Arema" bisa dimaknai keinginan Aremania menyatukan dua klub yang mempunyai nama hampir sama, yakni Arema FC dan Arema Indonesia.

  • Ini Hasil Penelusuran MalangTIMES Terhadap Toko Penjual Sajadah Bergambar Salib

    Untuk mencari keberadaan toko yang menjual sajadah bergambar salib, Jurnalis MALANGTIMES menyusuri jalan di sepanjang daerah Jalan Julius Usman, Sawahan sampai ke daerah Pasar Besar, Kota Malang.

  • Rekayasa Lalin Satu Arah, Benarkah Malang Nanti Tidak Macet Lagi?

    Kemacetan Malang kian parah dari tahun ke tahun hingga dinobatkan menjadi kota macet keempat di Asia tahun 2016, tentu harus segera ditanggani. Upaya memudar kemacetan itu salah satunya ialah melakukan rekayasa lalu lintas satu arah.

  • Heboh Sajadah Bersalib, Ini Klarifikasi Manajemen Mal Malang City Point

    Terkait sajadah bergambar Ka'bah yang di sampingnya terdapat menara dan di atas menara tergambar sebuah benda mirip salib di Mushala Mall Malang City Poin, pihak manajemen mall akhirnya memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.

  • Aremania Tetap Mendukung Nama Arema FC

    Terbentangnya banner yang bertuliskan "Arema Satu" banyak beredar di Kota Malang, hal itu sempat membuat resah Aremania. Pasalnya dalam Kongres PSSI beberapa waktu lalu, menyatakan Arema Indonesia dipulihkan kembali menjadi anggota dari PSSI.

  • Wali Kota Malang: Mediasi Angkutan Juga Salah Satu Moment Pembenahan

    Survey yang menempatkan Kota Malang sebagai kota termacet urutan keempat se-Asia dengan waktu yang terbuang 39,3 jam/tahun mendapatkan tanggapan dari Wali Kota Malang HM. Anton.

  • Terkait Survey Kota Malang Termacet Keempat se- Asia, Kadishub: Jangan Percaya Survey Seperti Itu

    "Ya jangan mudah percaya dengan hal seperti itu, kan ini juga bisa saja datanya juga belum jelas dari mana. Bagaimana pengujiannya, bagaimana cara surveynya, karena itu jangan mudah percaya," tandasnya disela mediasi di Balaikota.

  • Masyarakat Malang Kehilangan 39,3 Jam Per Tahun Akibat Macet

    Lembaga survei internasional INRIX menobatkan Kota Malang sebagai kota termacet keempat di Asia karena rata-rata waktu terbuang akibat macet sebesar 39,3 jam pertahun. Fakta ini tak membuat pakar transportasi Prof. Harnen Sulistio, M.Sc, Ph.D terkejut.

  • Delapan Spanduk Provokatif Terkait Polemik Angkutan Online Diturunkan Satpol PP

    Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang telah mencopot adanya spanduk yang dinilai provokatif terkait polemik permasalahan angkutan online di Kota Malang, Senin (27/02/17).

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top