Kreativitas Anak Muda Kota Malang Semakin Terkikis?

Peminta Sumbangan Diimbau Lebih Kreatif Membuka Usaha

Ketua FKPSA Joko Nunang (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Ketua FKPSA Joko Nunang (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Saat bepergian ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) ataupun ke tempat umum lainnya, seringkali dijumpai oknum orang-orang yang meminta sumbangan yang mengatasnamakan lembaga-lembaga, baik itu panti asuhan ataupun lembaga swadaya masyarakat dengan menunjukan berbagai dokumen yang belum tentu kebenarannya.

Bahkan tak jarang, mereka merupakan kaum muda yang masih tergolong usia produktif. Menanggapi hal itu Ketua Forum Komunikasi Panti Sosial Anak (FKPSA) Kota Malang Joko Nunang mengungkapkan bahwa masyarakat harus berhati-hati dan teliti jika ingin memberikan donasi atas sumbangan terhadap mereka oknum yang mengatasnamakan lembaga- lembaga swadaya masyarakat atau panti asuhan.

"Ya masyarakat harus hati-hati dalam memberikan bantuan, agar nantinya bantuan mereka bisa benar-benar sampai kepada yang berhak. Di Kota Malang sendiri memang banyak yang meminta sumbangan di tempat umum, tapi belum tentu jelas identitasnya, terkadang mereka drop-dropan dari kota lain dengan mobil sewaan dan minta sumbangan di sini untuk kepentingan pribadi." terang Joko.

Ia melanjutkan, kehati-hatian ini sangat perlu, karena memang nantinya ditakutkan dana yang disumbangakan juga tidak jelas peruntukannya. Bahkan identitas dari mana, asal mereka atau nama panti asuhannya juga tidak jelas karena memang sengaja dipalsu.

"Ya yang seperti membagikan amplop itu, kadang alamatnya, nomer kontaknya juga kurang jelas, tulisannya kecil sekali, sehingga memang sulit dibaca. Dinas Sosial Kota Malang dan FKPSA belum bisa memferifikasi satu-persatu mana yang resmi mana abal-abal, karena memang jumlahh sangat banyak dan menyebar," bebernya.

Karenanya, pihaknya pun meminta kepada masyarakat yang memang berniat untuk membagikan atau yayasan yang resmi.

Ia juga mengungkapkan, bahwa sebenarnya panti asuhan tidaklah boleh meminta sumbangan di jalan. Pengelola seharusnya juga bisa secara kreatif dan mandiri mencari sumberdana lain, misalkan membuat usaha.

"Ya membuat usaha makanan, kerajinan dan yang lainnya, ya bisa UMKM, nanti kan bisa mendanai panti asuhannya sendiri hasilnya," pungkasnya.

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : debyawan erlansyah
  • Polemik Dana Daftar Ulang di Sekolahan, Dewan Minta Lihat Regulasinya

    Banyaknya keluhan warga di beberapa kecamatan yang memiliki anak sekolahan setingkat SMP dan SMA di Kabupaten Malang mengenai adanya tarikan dana untuk daftar ulang atau registrasi dengan jumlah nominal berbeda, memantik Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Ma

  • KIS Tidak Tepat Sasaran, Desa Bisa Ajukan Data Baru

    Pendataan dan distribusi Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kabupaten Malang yang dilakukan oleh banyak pihak, bahkan oleh kader Partai Politik tertentu telah menyebabkan pelayanan kesehatan bagi warga miskin tidak bisa mengaksesnya.

  • Seni Drama Islam Kromengan Pernah Rajai Kabupaten Malang

    Kesenian drama atau sandiwara dengan konsep Islami pernah berjaya di dalam maupun luar Kabupaten Malang. Salah satunya yang bersinar adalah kelompok drama Lesbumi Kromengan yang hidup sejak tahun 1970-an dengan ciri khas syiar Islam dalam berbagai judul d

  • CEO Arema FC Anggap Arema Indonesia Manipulasi Saham

    Merebaknya banner bertuliskan "Satu Arema" bisa dimaknai keinginan Aremania menyatukan dua klub yang mempunyai nama hampir sama, yakni Arema FC dan Arema Indonesia.

  • Ini Hasil Penelusuran MalangTIMES Terhadap Toko Penjual Sajadah Bergambar Salib

    Untuk mencari keberadaan toko yang menjual sajadah bergambar salib, Jurnalis MALANGTIMES menyusuri jalan di sepanjang daerah Jalan Julius Usman, Sawahan sampai ke daerah Pasar Besar, Kota Malang.

  • Rekayasa Lalin Satu Arah, Benarkah Malang Nanti Tidak Macet Lagi?

    Kemacetan Malang kian parah dari tahun ke tahun hingga dinobatkan menjadi kota macet keempat di Asia tahun 2016, tentu harus segera ditanggani. Upaya memudar kemacetan itu salah satunya ialah melakukan rekayasa lalu lintas satu arah.

  • Heboh Sajadah Bersalib, Ini Klarifikasi Manajemen Mal Malang City Point

    Terkait sajadah bergambar Ka'bah yang di sampingnya terdapat menara dan di atas menara tergambar sebuah benda mirip salib di Mushala Mall Malang City Poin, pihak manajemen mall akhirnya memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.

  • Aremania Tetap Mendukung Nama Arema FC

    Terbentangnya banner yang bertuliskan "Arema Satu" banyak beredar di Kota Malang, hal itu sempat membuat resah Aremania. Pasalnya dalam Kongres PSSI beberapa waktu lalu, menyatakan Arema Indonesia dipulihkan kembali menjadi anggota dari PSSI.

  • Wali Kota Malang: Mediasi Angkutan Juga Salah Satu Moment Pembenahan

    Survey yang menempatkan Kota Malang sebagai kota termacet urutan keempat se-Asia dengan waktu yang terbuang 39,3 jam/tahun mendapatkan tanggapan dari Wali Kota Malang HM. Anton.

  • Terkait Survey Kota Malang Termacet Keempat se- Asia, Kadishub: Jangan Percaya Survey Seperti Itu

    "Ya jangan mudah percaya dengan hal seperti itu, kan ini juga bisa saja datanya juga belum jelas dari mana. Bagaimana pengujiannya, bagaimana cara surveynya, karena itu jangan mudah percaya," tandasnya disela mediasi di Balaikota.

  • Masyarakat Malang Kehilangan 39,3 Jam Per Tahun Akibat Macet

    Lembaga survei internasional INRIX menobatkan Kota Malang sebagai kota termacet keempat di Asia karena rata-rata waktu terbuang akibat macet sebesar 39,3 jam pertahun. Fakta ini tak membuat pakar transportasi Prof. Harnen Sulistio, M.Sc, Ph.D terkejut.

  • Delapan Spanduk Provokatif Terkait Polemik Angkutan Online Diturunkan Satpol PP

    Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang telah mencopot adanya spanduk yang dinilai provokatif terkait polemik permasalahan angkutan online di Kota Malang, Senin (27/02/17).

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top