Teriakkan NKRI Harga Mati Dan Tolak FPI, FPPP Geruduk DPRD

Forum Penegak dan Penyelamat Pancasila geruduk DPRD Kabupaten Malang untuk menyampaikan aspirasi penolakan terhadap FPI dan NKRI Harga Mati, (13/01)
Forum Penegak dan Penyelamat Pancasila geruduk DPRD Kabupaten Malang untuk menyampaikan aspirasi penolakan terhadap FPI dan NKRI Harga Mati, (13/01)

MALANGTIMES - Forum Penegak dan Penyelamat Pancasila (FPPP) yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat, baik Pemuda Pancasila, PCNU, KNPI serta masyarakat pendukung Pancasila geruduk gedung DPRD Kabupaten Malang, Jum'at (13/01) sore.


Kedatangan sekitar puluhan orang tersebut dalam rangka menyuarakan penolakan terhadap Front Pembela Islam (FPI) yang selama ini dianggap memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa serta terus menggelorakan pemerintahan Kekhalifahan di Indonesia.


"Kami menolak keberadaan FPI di Bumi Arema, mereka ormas yang selalu membuat Indonesia terpecah belah. Kita akan lawan mereka," teriak Priyo Bogang Sudibyo, Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Malang dalam orasinya di depan gerbang DPRD.


Orasi penolakan FPI dan NKRI harga mati yang digelorakan oleh para koordinator Lapangan mencuatkan beberapa isue demo FPPP.


Selain meminta penegak hukum menindak setiap ormas yang akan memecahbelah persatuan dan kesatuan, penolakan FPI di Bumi Arema, serta meminta Habib Rizieq untuk dihukum atas segala perbuatannya.


"Bubarkan FPI dan hukum Habib Rizieq yang mengaku Imam Besar Umat Islam. Dia lah dalang yang membuat Indonesia terpecah belah. Indonesia bukan Timur Tengah," ujar Bogang, panggilan akrab Ketua PP Kabupaten Malang yang langsung disambut pekik peserta demo.


Berbagai spanduk dan poster penolakan yang dibawa FPPP, seperti "Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD, NKRI harga mati, Tolak Ormas Anti Pancasila dan UUD, Bubarkan FPI" serta tulisan tentang Habib Rizieq  semakin menegaskan sikapnya dalam upaya menegakkan dan menyelamatkan Pancasila di Bumi Pertiwi.


"Kami akan merelakan darah dan jiwa kami untuk melawan FPI maupun ormas lainnya yang akan mencabik-cabik kebhinekaan Indonesia," ujar Bogang.

Pewarta : Dede Nana
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top