Terima Anak Berseragam pada Jam Sekolah, Satpol PP Akan Tindak Tegas Tempat Usaha

Plt Kepala Satpol PP, Dicky Harianto (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Plt Kepala Satpol PP, Dicky Harianto (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Beberapa hari kemarin Satpol PP Kota Malang gencar menggelar operasi ketertiban terhadap anak-anak sekolah yang membolos atau keluar di jam belajar.

Dalam operasi tersebut banyak sekali anak-anak sekolah yang kedapatan sedang membolos dan berada di warung ataupun di warnet ketika jam sekolah. Mereka pun langsung diciduk oleh Satpol PP, seperti di daerah Galunggung, Dieng, Sawojajar dan lainnya.

Pelaksana tugas (Plt) Satpol PP kota Malang Dicky Hariyanto menegaskan, bahwa pihaknya akan menutup tempat usaha, warnet atau warung yang tetap menerima anak-anak berseragam ketika di jam jam sekolah.

"Mereka sudah kita imbau untuk tidak menerima anak-anak sekolah di jam-jam sekolah, apalagi yang berseragam kalau dibilangin tidak bisa ya bisa kita tutup tempat usaha itu kalau tetap melanggar, izin usahanya juga kita lihat," terangnya.

Lanjut Dicky, memang selama ini banyak sekali laporan dari masyarakat yang mengeluhkan banyaknya anak sekolah yang berkeliaran pada jam-jam sekolah. Banyak yang nongkrong ataupun bermain game di warnet.

Namun sayangnya pemilik tempat usaha pun seakan acuh dan tak mau peduli, oleh karena itulah ia akan lakukan tindakan tegas kepada warung-warung yang tetap menerima anak-anak sekolah tersebut.

"Banyak masyarakat yang mengeluhkan, anak-anak bolos, sedang ngopi dan bermain game di warnet. Karena itu, tempat usaha yang membandel akan kami tindak tegas supaya mereka jera dan tidak menerima siswa pada jam sekolah," bebernya.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Satpol PP sendiri telah melakukan dua kali operasi dan telah berhasil menjaring sebanyak 36 siswa baik itu laki-laki dan perempuan yang memang kedapatan sedang membolos di taman, warung kopi maupun warnet ketika jam sekolah.

"Sudah kami beri sanksi, disanksi sekolah juga, dan dijemput orang tuanya. Kebanyakan anak-anak SMA," tutupnya.

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : debyawan erlansyah
  • Polemik Dana Daftar Ulang di Sekolahan, Dewan Minta Lihat Regulasinya

    Banyaknya keluhan warga di beberapa kecamatan yang memiliki anak sekolahan setingkat SMP dan SMA di Kabupaten Malang mengenai adanya tarikan dana untuk daftar ulang atau registrasi dengan jumlah nominal berbeda, memantik Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Ma

  • KIS Tidak Tepat Sasaran, Desa Bisa Ajukan Data Baru

    Pendataan dan distribusi Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kabupaten Malang yang dilakukan oleh banyak pihak, bahkan oleh kader Partai Politik tertentu telah menyebabkan pelayanan kesehatan bagi warga miskin tidak bisa mengaksesnya.

  • Seni Drama Islam Kromengan Pernah Rajai Kabupaten Malang

    Kesenian drama atau sandiwara dengan konsep Islami pernah berjaya di dalam maupun luar Kabupaten Malang. Salah satunya yang bersinar adalah kelompok drama Lesbumi Kromengan yang hidup sejak tahun 1970-an dengan ciri khas syiar Islam dalam berbagai judul d

  • CEO Arema FC Anggap Arema Indonesia Manipulasi Saham

    Merebaknya banner bertuliskan "Satu Arema" bisa dimaknai keinginan Aremania menyatukan dua klub yang mempunyai nama hampir sama, yakni Arema FC dan Arema Indonesia.

  • Ini Hasil Penelusuran MalangTIMES Terhadap Toko Penjual Sajadah Bergambar Salib

    Untuk mencari keberadaan toko yang menjual sajadah bergambar salib, Jurnalis MALANGTIMES menyusuri jalan di sepanjang daerah Jalan Julius Usman, Sawahan sampai ke daerah Pasar Besar, Kota Malang.

  • Rekayasa Lalin Satu Arah, Benarkah Malang Nanti Tidak Macet Lagi?

    Kemacetan Malang kian parah dari tahun ke tahun hingga dinobatkan menjadi kota macet keempat di Asia tahun 2016, tentu harus segera ditanggani. Upaya memudar kemacetan itu salah satunya ialah melakukan rekayasa lalu lintas satu arah.

  • Heboh Sajadah Bersalib, Ini Klarifikasi Manajemen Mal Malang City Point

    Terkait sajadah bergambar Ka'bah yang di sampingnya terdapat menara dan di atas menara tergambar sebuah benda mirip salib di Mushala Mall Malang City Poin, pihak manajemen mall akhirnya memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.

  • Aremania Tetap Mendukung Nama Arema FC

    Terbentangnya banner yang bertuliskan "Arema Satu" banyak beredar di Kota Malang, hal itu sempat membuat resah Aremania. Pasalnya dalam Kongres PSSI beberapa waktu lalu, menyatakan Arema Indonesia dipulihkan kembali menjadi anggota dari PSSI.

  • Wali Kota Malang: Mediasi Angkutan Juga Salah Satu Moment Pembenahan

    Survey yang menempatkan Kota Malang sebagai kota termacet urutan keempat se-Asia dengan waktu yang terbuang 39,3 jam/tahun mendapatkan tanggapan dari Wali Kota Malang HM. Anton.

  • Terkait Survey Kota Malang Termacet Keempat se- Asia, Kadishub: Jangan Percaya Survey Seperti Itu

    "Ya jangan mudah percaya dengan hal seperti itu, kan ini juga bisa saja datanya juga belum jelas dari mana. Bagaimana pengujiannya, bagaimana cara surveynya, karena itu jangan mudah percaya," tandasnya disela mediasi di Balaikota.

  • Masyarakat Malang Kehilangan 39,3 Jam Per Tahun Akibat Macet

    Lembaga survei internasional INRIX menobatkan Kota Malang sebagai kota termacet keempat di Asia karena rata-rata waktu terbuang akibat macet sebesar 39,3 jam pertahun. Fakta ini tak membuat pakar transportasi Prof. Harnen Sulistio, M.Sc, Ph.D terkejut.

  • Delapan Spanduk Provokatif Terkait Polemik Angkutan Online Diturunkan Satpol PP

    Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang telah mencopot adanya spanduk yang dinilai provokatif terkait polemik permasalahan angkutan online di Kota Malang, Senin (27/02/17).

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top