Besok DPUPR dan Pihak Terkait Luruk Pabrik Karet

Kepala DPUPR Hadi Santoso Kota Malang (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Kepala DPUPR Hadi Santoso Kota Malang (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Terkait bangunan menjorok milik pabrik karet yang diklaim menjadi penyebab banjir di perumahan De Cluster Kelurahan Pandanwangi Kecamatan Blimbing, Pihak Dinas Pekerjaan Umum besok (13/1/2016) sekitar pukul 08.WIB akan melakukan pengecekan langsung kepada pihak manajemen pabrik terkait perizinan dan yang lainnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang Hadi Santoso mengatakan, bangunan pabrik yang menjorok dan memakan jaringan irigasi itu akan ditertibkan. Ia akan meminta klarifikasi terkait hal ini dan melakukan normalisasi.

"Kami besok akan datang dengan tim lengkap, dengan bidang penataan ruang, maupun Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) dan Pak Camat, Satpol PP, RT, RW kita akan segera eksekusi di lapangan, tapi yang terpenting kami akan eksekusi ini (penanganan banjir, red.) dulu," jelas pria yang akrab disapa Soni ini.

Ia menegaskan, bahwa sebenarnya di jaringan irigasi sebenarnya tidak boleh ada bangunan apapun yang berdiri karena memang bisa jadi penyebab banjir. 

Sementara itu Camat Blimbing Priyadi terkait adanya bangunan pabrik yang menjorok dan memakan gorong-gorong ini mengatakan, bahwa bangunan ini jelas-jelas sudah melanggar aturan, karena  sudah jelas di atas saluran irigasi tidak boleh ada bangunan yang berdiri.

"Terkait pembangunan sebelumnya apakah bangunan pabrik ini ilegal atau tidak saya belum bisa menjawab karena belum melakukan klarifikasi. Kalau besok kita akan lihat apakah bangunannya sudah berizin atau belum, besok akan kita tindaklanjuti, yang jelas kita akan selamatkan warga kita," tutupnya.

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : debyawan erlansyah
  • Polemik Dana Daftar Ulang di Sekolahan, Dewan Minta Lihat Regulasinya

    Banyaknya keluhan warga di beberapa kecamatan yang memiliki anak sekolahan setingkat SMP dan SMA di Kabupaten Malang mengenai adanya tarikan dana untuk daftar ulang atau registrasi dengan jumlah nominal berbeda, memantik Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Ma

  • KIS Tidak Tepat Sasaran, Desa Bisa Ajukan Data Baru

    Pendataan dan distribusi Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kabupaten Malang yang dilakukan oleh banyak pihak, bahkan oleh kader Partai Politik tertentu telah menyebabkan pelayanan kesehatan bagi warga miskin tidak bisa mengaksesnya.

  • Seni Drama Islam Kromengan Pernah Rajai Kabupaten Malang

    Kesenian drama atau sandiwara dengan konsep Islami pernah berjaya di dalam maupun luar Kabupaten Malang. Salah satunya yang bersinar adalah kelompok drama Lesbumi Kromengan yang hidup sejak tahun 1970-an dengan ciri khas syiar Islam dalam berbagai judul d

  • CEO Arema FC Anggap Arema Indonesia Manipulasi Saham

    Merebaknya banner bertuliskan "Satu Arema" bisa dimaknai keinginan Aremania menyatukan dua klub yang mempunyai nama hampir sama, yakni Arema FC dan Arema Indonesia.

  • Ini Hasil Penelusuran MalangTIMES Terhadap Toko Penjual Sajadah Bergambar Salib

    Untuk mencari keberadaan toko yang menjual sajadah bergambar salib, Jurnalis MALANGTIMES menyusuri jalan di sepanjang daerah Jalan Julius Usman, Sawahan sampai ke daerah Pasar Besar, Kota Malang.

  • Rekayasa Lalin Satu Arah, Benarkah Malang Nanti Tidak Macet Lagi?

    Kemacetan Malang kian parah dari tahun ke tahun hingga dinobatkan menjadi kota macet keempat di Asia tahun 2016, tentu harus segera ditanggani. Upaya memudar kemacetan itu salah satunya ialah melakukan rekayasa lalu lintas satu arah.

  • Heboh Sajadah Bersalib, Ini Klarifikasi Manajemen Mal Malang City Point

    Terkait sajadah bergambar Ka'bah yang di sampingnya terdapat menara dan di atas menara tergambar sebuah benda mirip salib di Mushala Mall Malang City Poin, pihak manajemen mall akhirnya memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.

  • Aremania Tetap Mendukung Nama Arema FC

    Terbentangnya banner yang bertuliskan "Arema Satu" banyak beredar di Kota Malang, hal itu sempat membuat resah Aremania. Pasalnya dalam Kongres PSSI beberapa waktu lalu, menyatakan Arema Indonesia dipulihkan kembali menjadi anggota dari PSSI.

  • Wali Kota Malang: Mediasi Angkutan Juga Salah Satu Moment Pembenahan

    Survey yang menempatkan Kota Malang sebagai kota termacet urutan keempat se-Asia dengan waktu yang terbuang 39,3 jam/tahun mendapatkan tanggapan dari Wali Kota Malang HM. Anton.

  • Terkait Survey Kota Malang Termacet Keempat se- Asia, Kadishub: Jangan Percaya Survey Seperti Itu

    "Ya jangan mudah percaya dengan hal seperti itu, kan ini juga bisa saja datanya juga belum jelas dari mana. Bagaimana pengujiannya, bagaimana cara surveynya, karena itu jangan mudah percaya," tandasnya disela mediasi di Balaikota.

  • Masyarakat Malang Kehilangan 39,3 Jam Per Tahun Akibat Macet

    Lembaga survei internasional INRIX menobatkan Kota Malang sebagai kota termacet keempat di Asia karena rata-rata waktu terbuang akibat macet sebesar 39,3 jam pertahun. Fakta ini tak membuat pakar transportasi Prof. Harnen Sulistio, M.Sc, Ph.D terkejut.

  • Delapan Spanduk Provokatif Terkait Polemik Angkutan Online Diturunkan Satpol PP

    Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang telah mencopot adanya spanduk yang dinilai provokatif terkait polemik permasalahan angkutan online di Kota Malang, Senin (27/02/17).

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top