Kembali, Segara Anakan Sempu Telan Korban

Korban tenggelam Sagara Anakan Sempu Sumawe, Muhammad Rusdi (27) warga Gresik (Foto: Nana/ MalangTIMES)
Korban tenggelam Sagara Anakan Sempu Sumawe, Muhammad Rusdi (27) warga Gresik (Foto: Nana/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Segara Anakan Pulau Sempu yang terletak di Desa Tambakrejo Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe) Kabupaten Malang, kembali menelan korban jiwa.

Muhammad Rusdi (27) Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya dan berdomisili di Desa Mriyunan, Rt.002, Rw.001 Kecamatan Sedayu Kabupaten Gresik menjadi korban setelah terseret arus kuat saat berenang di Segara Anakan, Kamis (12/01) sore.

Sebelum kejadian, menurut saksi mata, Bambang (36) pemandu wisata yang mengantar korban dan empat kawannya ke Sagara Anakan, telah memperingatkan jangan berenang.

"Tetapi mereka tidak mengindahkannya. Baru setelah 30 menit mereka berenang, korban tidak terlihat," terang Bambang yang langsung bersama empat kawan korban mencarinya.
Setelah bersama-sama mencari, akhirnya korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dasar sungai dengan kedalaman dua meter.

Di kesempatan lain, Kapolsek Sumawe Ajun Komisaris Polisi (AKP) Agus Murdianto membenarkan peristiwa tersebut.

"Betul telah terjadi kecelakaan tenggelam di Sagara Anakan Sempu, kemarin. Korban telah dievakuasi dan dibawa ke RSU. Syaiful Anwar Malang," terangnya melalui telepon, Jum'at (13/01).

Kapolsek Sumbermanjing Wetan juga menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan sementara pada tubuh korban tidak diketemukan bekas luka/ lebam yang patut diduga akibat penganiayaan.
"Dari hasil kemarin tidak ditemukan adanya luka atau bekas yang mengarah pada kekerasan," imbuhnya.

Dari keterangan saksi-saksi yang dikumpulkan kepolisian sektor (polsek) Sumbermanjing Wetan juga dinyatakan korban memang meninggal karena murni kecelakaan.

"Setelah kami menyeberang dari pantai Sendangbiru, terus melanjutkan perjalanan selama sekitar 2 jam. Setelah sampai kita istirahat dan langsung berenang," kata M.Mas'ud (22) salah satu teman korban yang berdomisili di Desa Bluri Kecamatan Selopuro Kabupaten Lamongan Jatim.

Rifaldi (20) saksi juga mengatakan pemandu wisata memang telah memperingati jangan berenang karena arus sagara sedang kuat.

"Iya sudah diperingati, tapi Rusdi (korban) terlalu berani saat berenang. Kami panik saat semua selesai berenang, dia tidak muncul,"ujarnya.

Pewarta : Nana
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Angga .
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top