Terkait Banjir Perumahan De Cluster, Wali Kota Segera Klarifikasi AP Bangunan Pabrik Karet

Wali Kota Malang saat melihat kondisi banjir (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Wali Kota Malang saat melihat kondisi banjir (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

MALANGTIMESTerkait banjir yang terjadi di Perumahan De Cluster Pandanwangi Kelurahan Pandanwangi Kecamatan Blimbing Kota Malang, Wali Kota Malang HM.Anton menegaskan pihaknya akan segera menyelesaikan permasalahan banjir di perumahan ini.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah akan melakukan klarifikasi terkait Advice Planning (AP) ataupun perijinan dari bangunan pabrik karet yang berdekatan dengan perumahan yang bangunannya memakan saluran irigasi.

"Saluran irigasi sesuai aturan tidak boleh di atasnya ada bangunan, maka nantinya akan kita bongkar dari bangunan pabrik yang memakan sebagian gorong-gorong. Dari gorong-gorong yang kita lihat dengan diameter yang kecil, akhirnya tidak kuat menampung dan meluap, di atas irigasi itu sudah menyalahi perijinan," ujar Abah Anton, sapaan akrab Wali Kota Malang.

Ia melanjutkan, melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) pihaknya akan semaksimal mungkin dan secepatnya menyelesaikan hal ini agar masyarakat ada ketenangan dan tidak menjadi korban banjir.

"Saya lihat di sana tadi ada SMP juga yang terkena dampak banjir, yang ini bisa bahaya jika dibiarkan saja, tidak hanya 33 rumah masyarakat ini saja. Yang jelas minggu-minggu ini Pak Camat maupun dinas terkait perizinan harus melakukan pengecekan ke pabrik karet tersebut," jelasnya.

Air banjir di sekitar perumahanpun menjelang magrib masih nampak menggenang walaupun 
pihak dari BPBD telah menerjukan mesin penyedot air dengan dibantu sekitar 15 personil BPBD.

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : debyawan erlansyah
  • Polemik Dana Daftar Ulang di Sekolahan, Dewan Minta Lihat Regulasinya

    Banyaknya keluhan warga di beberapa kecamatan yang memiliki anak sekolahan setingkat SMP dan SMA di Kabupaten Malang mengenai adanya tarikan dana untuk daftar ulang atau registrasi dengan jumlah nominal berbeda, memantik Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Ma

  • KIS Tidak Tepat Sasaran, Desa Bisa Ajukan Data Baru

    Pendataan dan distribusi Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kabupaten Malang yang dilakukan oleh banyak pihak, bahkan oleh kader Partai Politik tertentu telah menyebabkan pelayanan kesehatan bagi warga miskin tidak bisa mengaksesnya.

  • Seni Drama Islam Kromengan Pernah Rajai Kabupaten Malang

    Kesenian drama atau sandiwara dengan konsep Islami pernah berjaya di dalam maupun luar Kabupaten Malang. Salah satunya yang bersinar adalah kelompok drama Lesbumi Kromengan yang hidup sejak tahun 1970-an dengan ciri khas syiar Islam dalam berbagai judul d

  • CEO Arema FC Anggap Arema Indonesia Manipulasi Saham

    Merebaknya banner bertuliskan "Satu Arema" bisa dimaknai keinginan Aremania menyatukan dua klub yang mempunyai nama hampir sama, yakni Arema FC dan Arema Indonesia.

  • Ini Hasil Penelusuran MalangTIMES Terhadap Toko Penjual Sajadah Bergambar Salib

    Untuk mencari keberadaan toko yang menjual sajadah bergambar salib, Jurnalis MALANGTIMES menyusuri jalan di sepanjang daerah Jalan Julius Usman, Sawahan sampai ke daerah Pasar Besar, Kota Malang.

  • Rekayasa Lalin Satu Arah, Benarkah Malang Nanti Tidak Macet Lagi?

    Kemacetan Malang kian parah dari tahun ke tahun hingga dinobatkan menjadi kota macet keempat di Asia tahun 2016, tentu harus segera ditanggani. Upaya memudar kemacetan itu salah satunya ialah melakukan rekayasa lalu lintas satu arah.

  • Heboh Sajadah Bersalib, Ini Klarifikasi Manajemen Mal Malang City Point

    Terkait sajadah bergambar Ka'bah yang di sampingnya terdapat menara dan di atas menara tergambar sebuah benda mirip salib di Mushala Mall Malang City Poin, pihak manajemen mall akhirnya memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.

  • Aremania Tetap Mendukung Nama Arema FC

    Terbentangnya banner yang bertuliskan "Arema Satu" banyak beredar di Kota Malang, hal itu sempat membuat resah Aremania. Pasalnya dalam Kongres PSSI beberapa waktu lalu, menyatakan Arema Indonesia dipulihkan kembali menjadi anggota dari PSSI.

  • Wali Kota Malang: Mediasi Angkutan Juga Salah Satu Moment Pembenahan

    Survey yang menempatkan Kota Malang sebagai kota termacet urutan keempat se-Asia dengan waktu yang terbuang 39,3 jam/tahun mendapatkan tanggapan dari Wali Kota Malang HM. Anton.

  • Terkait Survey Kota Malang Termacet Keempat se- Asia, Kadishub: Jangan Percaya Survey Seperti Itu

    "Ya jangan mudah percaya dengan hal seperti itu, kan ini juga bisa saja datanya juga belum jelas dari mana. Bagaimana pengujiannya, bagaimana cara surveynya, karena itu jangan mudah percaya," tandasnya disela mediasi di Balaikota.

  • Masyarakat Malang Kehilangan 39,3 Jam Per Tahun Akibat Macet

    Lembaga survei internasional INRIX menobatkan Kota Malang sebagai kota termacet keempat di Asia karena rata-rata waktu terbuang akibat macet sebesar 39,3 jam pertahun. Fakta ini tak membuat pakar transportasi Prof. Harnen Sulistio, M.Sc, Ph.D terkejut.

  • Delapan Spanduk Provokatif Terkait Polemik Angkutan Online Diturunkan Satpol PP

    Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang telah mencopot adanya spanduk yang dinilai provokatif terkait polemik permasalahan angkutan online di Kota Malang, Senin (27/02/17).

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top