Kreativitas Anak Muda Kota Malang Semakin Terkikis?

Demi Bayar Ujian, Bocah Berusia 8 Tahun Ini Jual Kacang Rebus

Firman Maulana, bocah kelas 2 SD yang berjualan kacang rebus di daerah Pujasera depan Stasiun Kotabaru (Foto: Hendra Saputra/ MalangTIMES)
Firman Maulana, bocah kelas 2 SD yang berjualan kacang rebus di daerah Pujasera depan Stasiun Kotabaru (Foto: Hendra Saputra/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kota Malang terkenal dengan Kota Pendidikan dan menuju ke Smart City. Dengan label yang sedemikian indahnya, apakah kota yang dipimpin oleh HM Anton ini masih membiarkan anak yang berusia belia sudah mencari uang hanya untuk membayar sekolah?.

MalangTIMES berhasil menemui anak berumur 8 tahun yang sudah mencari uang dengan berjualan kacang rebus.

Firman Maulana (8) menempuh pendidikan di SD MI 2 Muharto, Kota Malang. Bocah yang masih lugu ini mengaku mencari uang untuk kebutuhan membeli 'jajan' dan untuk membayar ujian di sekolahnya.

Bocah yang memiliki cita-cita menjadi tentara ini naik angkutan kota untuk berjualan di Pujasera depan Stasiun Kotabaru, Kota Malang. Berjalan pelan dengan membawa keranjang berisi kacang rebus yang dijual Rp 3000, ia tawarkan ke setiap pengunjung Pujasera.

Namun saat ditanya kenapa orang tuanya memperbolehkan, bocah yang memakai kaos Arema ini tersenyum. "Aku jualan kacang godok (kacang rebus) ini untuk bayar ujian," kata Firman dengan suara serak.

Ketika ditanya kenapa sekolahnya masih bayar, Anak berjualan kacang rebus dibungkus koran ini menjawab, "Lho.. kalau sekolahnya sudah gratis, tapi seragamnya itu bayar mas sama ujiannya bayar," jawabnya.

Ia mengaku dengan berjualan kacang rebus ini ia ingin meringankan beban orang tuanya yang tidak tentu penghasilannya. Bapak Firman Maulana ini bekerja sebagai tukang becak di Jalan Dr. Cipto sedangkan ibunya berjualan mie pangsit di rumahnya.

Pewarta : Hendra Saputra
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : debyawan erlansyah
  • Polemik Dana Daftar Ulang di Sekolahan, Dewan Minta Lihat Regulasinya

    Banyaknya keluhan warga di beberapa kecamatan yang memiliki anak sekolahan setingkat SMP dan SMA di Kabupaten Malang mengenai adanya tarikan dana untuk daftar ulang atau registrasi dengan jumlah nominal berbeda, memantik Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Ma

  • KIS Tidak Tepat Sasaran, Desa Bisa Ajukan Data Baru

    Pendataan dan distribusi Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kabupaten Malang yang dilakukan oleh banyak pihak, bahkan oleh kader Partai Politik tertentu telah menyebabkan pelayanan kesehatan bagi warga miskin tidak bisa mengaksesnya.

  • Seni Drama Islam Kromengan Pernah Rajai Kabupaten Malang

    Kesenian drama atau sandiwara dengan konsep Islami pernah berjaya di dalam maupun luar Kabupaten Malang. Salah satunya yang bersinar adalah kelompok drama Lesbumi Kromengan yang hidup sejak tahun 1970-an dengan ciri khas syiar Islam dalam berbagai judul d

  • CEO Arema FC Anggap Arema Indonesia Manipulasi Saham

    Merebaknya banner bertuliskan "Satu Arema" bisa dimaknai keinginan Aremania menyatukan dua klub yang mempunyai nama hampir sama, yakni Arema FC dan Arema Indonesia.

  • Ini Hasil Penelusuran MalangTIMES Terhadap Toko Penjual Sajadah Bergambar Salib

    Untuk mencari keberadaan toko yang menjual sajadah bergambar salib, Jurnalis MALANGTIMES menyusuri jalan di sepanjang daerah Jalan Julius Usman, Sawahan sampai ke daerah Pasar Besar, Kota Malang.

  • Rekayasa Lalin Satu Arah, Benarkah Malang Nanti Tidak Macet Lagi?

    Kemacetan Malang kian parah dari tahun ke tahun hingga dinobatkan menjadi kota macet keempat di Asia tahun 2016, tentu harus segera ditanggani. Upaya memudar kemacetan itu salah satunya ialah melakukan rekayasa lalu lintas satu arah.

  • Heboh Sajadah Bersalib, Ini Klarifikasi Manajemen Mal Malang City Point

    Terkait sajadah bergambar Ka'bah yang di sampingnya terdapat menara dan di atas menara tergambar sebuah benda mirip salib di Mushala Mall Malang City Poin, pihak manajemen mall akhirnya memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.

  • Aremania Tetap Mendukung Nama Arema FC

    Terbentangnya banner yang bertuliskan "Arema Satu" banyak beredar di Kota Malang, hal itu sempat membuat resah Aremania. Pasalnya dalam Kongres PSSI beberapa waktu lalu, menyatakan Arema Indonesia dipulihkan kembali menjadi anggota dari PSSI.

  • Wali Kota Malang: Mediasi Angkutan Juga Salah Satu Moment Pembenahan

    Survey yang menempatkan Kota Malang sebagai kota termacet urutan keempat se-Asia dengan waktu yang terbuang 39,3 jam/tahun mendapatkan tanggapan dari Wali Kota Malang HM. Anton.

  • Terkait Survey Kota Malang Termacet Keempat se- Asia, Kadishub: Jangan Percaya Survey Seperti Itu

    "Ya jangan mudah percaya dengan hal seperti itu, kan ini juga bisa saja datanya juga belum jelas dari mana. Bagaimana pengujiannya, bagaimana cara surveynya, karena itu jangan mudah percaya," tandasnya disela mediasi di Balaikota.

  • Masyarakat Malang Kehilangan 39,3 Jam Per Tahun Akibat Macet

    Lembaga survei internasional INRIX menobatkan Kota Malang sebagai kota termacet keempat di Asia karena rata-rata waktu terbuang akibat macet sebesar 39,3 jam pertahun. Fakta ini tak membuat pakar transportasi Prof. Harnen Sulistio, M.Sc, Ph.D terkejut.

  • Delapan Spanduk Provokatif Terkait Polemik Angkutan Online Diturunkan Satpol PP

    Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang telah mencopot adanya spanduk yang dinilai provokatif terkait polemik permasalahan angkutan online di Kota Malang, Senin (27/02/17).

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top