Inilah 5 Lumbung TKI Kabupaten Malang

Kadinaker Kabupaten Malang, Yoyok Wardoyo di ruang kerjanya menjelaskan lima lumbung TKI terbanyak di Kabupaten Malang 2016, Kamis (12/1/2017) (Foto : Nana/MalangTIMES)
Kadinaker Kabupaten Malang, Yoyok Wardoyo di ruang kerjanya menjelaskan lima lumbung TKI terbanyak di Kabupaten Malang 2016, Kamis (12/1/2017) (Foto : Nana/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Inilah lumbung Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di wilayah Kabupaten Malang yang setiap tahun warganya berbondong-bondong mengais rezeki ke luar negeri.

Dengan total TKI yang ke luar negeri tahun 2016 sebanyak 1.146 orang, wilayah Sumbermanjing Wetan (Sumawe) menjadi penyumbang terbanyak dari 33 Kecamatan yang ada di Kabupaten Malang.

"Masih Sumawe yang terbanyak dengan faktor ekonomi dan ketidakterampilan di usaha lainnya,"kata Yoyok Wardoyo, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kab. Malang, Kamis (12/1/2017).

Walaupun mengalami penurunan jumlah TKI setiap tahunnya, Sumawe tetap menjadi juaranya.

"Secara rata-rata jumlah TKI di wilayah Kabupaten Malang mengalami penurunan. Bahkan, di tahun 2016 turun sebanyak 823 orang dari tahun 2015," tutur Yoyok.

Urutan kedua dipegang Kalipare dengan jumlah TKI tahun 2016 sebanyak 96 orang dari 146 pada tahun 2015. Untuk urutan ketiga ada di wilayah Gedangan dengan jumlah 89 orang.

"Urutan keempat di Kecamatan Bantur dan kelima di Donomulyo. Semua berada di wilayah Malang Selatan,"kata Yoyok.

Dari data Disnaker Kabupaten Malang jumlah TKI di wilayahnya terbanyak terjadi di tahun 2013 yaitu sejumlah 4.178 orang dari total kecamatan yang ada.

"Sekarang sudah turun drastis. Artinya program-program Pemerintah, baik pusat, provinsi dan tentunya daerah telah mampu memberikan ruang kerja bagi warga,"ujar Yoyok yang juga mengatakan di Disnaker terus dikembangkan program kerja pelatihan-pelatihan keterampilan bagi warga dalam upaya mengerem laju warga mengais rezeki ke luar negeri. 

"Selain pelatihan kita juga sering memberikan alat-alat keterampilan bagi warga agar ada tindaklanjut dari hasil pelatihan," katanya yang di tahun 2017 ini juga akan tetap memberi porsi terhadap peningkatan kapasitas usaha masyarakat Kabupaten Malang.

Pewarta : Dede Nana
Editor : Heryanto
Publisher : debyawan erlansyah
  • Polemik Dana Daftar Ulang di Sekolahan, Dewan Minta Lihat Regulasinya

    Banyaknya keluhan warga di beberapa kecamatan yang memiliki anak sekolahan setingkat SMP dan SMA di Kabupaten Malang mengenai adanya tarikan dana untuk daftar ulang atau registrasi dengan jumlah nominal berbeda, memantik Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Ma

  • KIS Tidak Tepat Sasaran, Desa Bisa Ajukan Data Baru

    Pendataan dan distribusi Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kabupaten Malang yang dilakukan oleh banyak pihak, bahkan oleh kader Partai Politik tertentu telah menyebabkan pelayanan kesehatan bagi warga miskin tidak bisa mengaksesnya.

  • Seni Drama Islam Kromengan Pernah Rajai Kabupaten Malang

    Kesenian drama atau sandiwara dengan konsep Islami pernah berjaya di dalam maupun luar Kabupaten Malang. Salah satunya yang bersinar adalah kelompok drama Lesbumi Kromengan yang hidup sejak tahun 1970-an dengan ciri khas syiar Islam dalam berbagai judul d

  • CEO Arema FC Anggap Arema Indonesia Manipulasi Saham

    Merebaknya banner bertuliskan "Satu Arema" bisa dimaknai keinginan Aremania menyatukan dua klub yang mempunyai nama hampir sama, yakni Arema FC dan Arema Indonesia.

  • Ini Hasil Penelusuran MalangTIMES Terhadap Toko Penjual Sajadah Bergambar Salib

    Untuk mencari keberadaan toko yang menjual sajadah bergambar salib, Jurnalis MALANGTIMES menyusuri jalan di sepanjang daerah Jalan Julius Usman, Sawahan sampai ke daerah Pasar Besar, Kota Malang.

  • Rekayasa Lalin Satu Arah, Benarkah Malang Nanti Tidak Macet Lagi?

    Kemacetan Malang kian parah dari tahun ke tahun hingga dinobatkan menjadi kota macet keempat di Asia tahun 2016, tentu harus segera ditanggani. Upaya memudar kemacetan itu salah satunya ialah melakukan rekayasa lalu lintas satu arah.

  • Heboh Sajadah Bersalib, Ini Klarifikasi Manajemen Mal Malang City Point

    Terkait sajadah bergambar Ka'bah yang di sampingnya terdapat menara dan di atas menara tergambar sebuah benda mirip salib di Mushala Mall Malang City Poin, pihak manajemen mall akhirnya memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.

  • Aremania Tetap Mendukung Nama Arema FC

    Terbentangnya banner yang bertuliskan "Arema Satu" banyak beredar di Kota Malang, hal itu sempat membuat resah Aremania. Pasalnya dalam Kongres PSSI beberapa waktu lalu, menyatakan Arema Indonesia dipulihkan kembali menjadi anggota dari PSSI.

  • Wali Kota Malang: Mediasi Angkutan Juga Salah Satu Moment Pembenahan

    Survey yang menempatkan Kota Malang sebagai kota termacet urutan keempat se-Asia dengan waktu yang terbuang 39,3 jam/tahun mendapatkan tanggapan dari Wali Kota Malang HM. Anton.

  • Terkait Survey Kota Malang Termacet Keempat se- Asia, Kadishub: Jangan Percaya Survey Seperti Itu

    "Ya jangan mudah percaya dengan hal seperti itu, kan ini juga bisa saja datanya juga belum jelas dari mana. Bagaimana pengujiannya, bagaimana cara surveynya, karena itu jangan mudah percaya," tandasnya disela mediasi di Balaikota.

  • Masyarakat Malang Kehilangan 39,3 Jam Per Tahun Akibat Macet

    Lembaga survei internasional INRIX menobatkan Kota Malang sebagai kota termacet keempat di Asia karena rata-rata waktu terbuang akibat macet sebesar 39,3 jam pertahun. Fakta ini tak membuat pakar transportasi Prof. Harnen Sulistio, M.Sc, Ph.D terkejut.

  • Delapan Spanduk Provokatif Terkait Polemik Angkutan Online Diturunkan Satpol PP

    Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang telah mencopot adanya spanduk yang dinilai provokatif terkait polemik permasalahan angkutan online di Kota Malang, Senin (27/02/17).

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top