Ternyata Eks Lokalisasi Suko Sudah Lama Beroperasi Lagi

Ilustrasi WPS (dokumen MALANGTIMES)
Ilustrasi WPS (dokumen MALANGTIMES)


MALANGTIMES - Eks Lokalisasi Suko Sumberpucung, ternyata sudah kembali beroperasi menjalankan bisnis esek-esek cukup lama walaupun berganti label.

Nama wisma menjadi karaoke sejak ditutup oleh Pemerintah Kabupaten Malang, 2014 lalu.

Hal ini disampaikan beberapa warga yang ditemui MALANGTIMES yang secara lugas menyatakan bahwa memang setelah dilakukan penutupan lokalisasi, bisnis esek-esek kembali berjalan.

"Tidak sampai sebulan ditutup ditahun 2014, kayanya sudah ramai lagi di sana," kata Rama (23) Inisial salah satu warga Sumberpucung, Kamis (12/1/2017). 

Beroperasinya bisnis esek-esek dengan kedok karaoke di Suko didasari mulai banyaknya Wanita Penjaja Sek (WPS) dari luar Malang yang menghuni di sana.

"Ada dari Kalimantan, Surabaya dan daerah lainnya setahu saya,"ujar Rama yang katanya juga pernah melihat langsung dan berinteraksi dengan salah satu WPS.

Warga lain yang juga perangkat desa di wilayah Sumberpucung yang tidak bersedia disebut namanya mengatakan bahwa pengelola eks Lokalisasi Suko yang menjadi Wisata Karaoke tersebut adalah warga setempat.

"Pemiliknya setahu saya ya orang sana, mas, tetapi WPS nya banyak dari luar kota,"ujarnya yang mewanti-wanti untuk tidak ditulis namanya.

"Tidak enak mas, masalahnya warga sekitar sana juga setahu saya tidak komplain juga,"imbuhnya.

MALANGTIMES juga pernah menurunkan berita di tahun 2015 bahwa aktivitas esek-esek ini memang sudah berjalan lagi sejak ditutup dari tanggal 24 November 2014.

Di tahun 2015 juga dari lansiran situs pribadi www.malanghiburanmalam.blogspot.com dituliskan cerita pribadi pemilik blog atas bisnis esek-esek tersebut.

"...bensin 10 ewu, parkir 5 ewu, main include room 150,, total 155 ewu wes puas ,, pilihan akeh..." tulisnya yang juga menyampaikan bahwa WPS di sana cukup banyak, baik yang muda maupun setengah tua.

Pewarta : Dede Nana
Editor : Heryanto
Publisher : debyawan erlansyah
  • Polemik Dana Daftar Ulang di Sekolahan, Dewan Minta Lihat Regulasinya

    Banyaknya keluhan warga di beberapa kecamatan yang memiliki anak sekolahan setingkat SMP dan SMA di Kabupaten Malang mengenai adanya tarikan dana untuk daftar ulang atau registrasi dengan jumlah nominal berbeda, memantik Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Ma

  • KIS Tidak Tepat Sasaran, Desa Bisa Ajukan Data Baru

    Pendataan dan distribusi Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kabupaten Malang yang dilakukan oleh banyak pihak, bahkan oleh kader Partai Politik tertentu telah menyebabkan pelayanan kesehatan bagi warga miskin tidak bisa mengaksesnya.

  • Seni Drama Islam Kromengan Pernah Rajai Kabupaten Malang

    Kesenian drama atau sandiwara dengan konsep Islami pernah berjaya di dalam maupun luar Kabupaten Malang. Salah satunya yang bersinar adalah kelompok drama Lesbumi Kromengan yang hidup sejak tahun 1970-an dengan ciri khas syiar Islam dalam berbagai judul d

  • CEO Arema FC Anggap Arema Indonesia Manipulasi Saham

    Merebaknya banner bertuliskan "Satu Arema" bisa dimaknai keinginan Aremania menyatukan dua klub yang mempunyai nama hampir sama, yakni Arema FC dan Arema Indonesia.

  • Ini Hasil Penelusuran MalangTIMES Terhadap Toko Penjual Sajadah Bergambar Salib

    Untuk mencari keberadaan toko yang menjual sajadah bergambar salib, Jurnalis MALANGTIMES menyusuri jalan di sepanjang daerah Jalan Julius Usman, Sawahan sampai ke daerah Pasar Besar, Kota Malang.

  • Rekayasa Lalin Satu Arah, Benarkah Malang Nanti Tidak Macet Lagi?

    Kemacetan Malang kian parah dari tahun ke tahun hingga dinobatkan menjadi kota macet keempat di Asia tahun 2016, tentu harus segera ditanggani. Upaya memudar kemacetan itu salah satunya ialah melakukan rekayasa lalu lintas satu arah.

  • Heboh Sajadah Bersalib, Ini Klarifikasi Manajemen Mal Malang City Point

    Terkait sajadah bergambar Ka'bah yang di sampingnya terdapat menara dan di atas menara tergambar sebuah benda mirip salib di Mushala Mall Malang City Poin, pihak manajemen mall akhirnya memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.

  • Aremania Tetap Mendukung Nama Arema FC

    Terbentangnya banner yang bertuliskan "Arema Satu" banyak beredar di Kota Malang, hal itu sempat membuat resah Aremania. Pasalnya dalam Kongres PSSI beberapa waktu lalu, menyatakan Arema Indonesia dipulihkan kembali menjadi anggota dari PSSI.

  • Wali Kota Malang: Mediasi Angkutan Juga Salah Satu Moment Pembenahan

    Survey yang menempatkan Kota Malang sebagai kota termacet urutan keempat se-Asia dengan waktu yang terbuang 39,3 jam/tahun mendapatkan tanggapan dari Wali Kota Malang HM. Anton.

  • Terkait Survey Kota Malang Termacet Keempat se- Asia, Kadishub: Jangan Percaya Survey Seperti Itu

    "Ya jangan mudah percaya dengan hal seperti itu, kan ini juga bisa saja datanya juga belum jelas dari mana. Bagaimana pengujiannya, bagaimana cara surveynya, karena itu jangan mudah percaya," tandasnya disela mediasi di Balaikota.

  • Masyarakat Malang Kehilangan 39,3 Jam Per Tahun Akibat Macet

    Lembaga survei internasional INRIX menobatkan Kota Malang sebagai kota termacet keempat di Asia karena rata-rata waktu terbuang akibat macet sebesar 39,3 jam pertahun. Fakta ini tak membuat pakar transportasi Prof. Harnen Sulistio, M.Sc, Ph.D terkejut.

  • Delapan Spanduk Provokatif Terkait Polemik Angkutan Online Diturunkan Satpol PP

    Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang telah mencopot adanya spanduk yang dinilai provokatif terkait polemik permasalahan angkutan online di Kota Malang, Senin (27/02/17).

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top