Dedikasinya Jadi Viral di Berbagai Media Massa, Bripka Arifin Diganjar Penghargaan dan Hadiah

Bripka Arifin, bhabinkamtibmas Desa Banjarejo, Pakis, menaiki motor hadiah bersama anak-anak SD dan disaksikan kapolda Jatim dan kapolres Malang, Rabu (11/01), di Mapolres Malang.
Bripka Arifin, bhabinkamtibmas Desa Banjarejo, Pakis, menaiki motor hadiah bersama anak-anak SD dan disaksikan kapolda Jatim dan kapolres Malang, Rabu (11/01), di Mapolres Malang.

MALANGTIMES - Bripka Arifin, bhabinkamtibmas Desa Banjarejo, Pakis, Kabupaten Malang, mendadak menjadi perhatian publik setelah berbagai media massa, baik cetak maupun online, serta media sosial mengabadikan dedikasinya.

Bahkan jajaran petinggi kepolisian, dari kapolsek Pakis, kapolres Malang, sampai kapolda Jawa Timur, memberikan apresiasi. Tidak ketinggalan Bupati Malang Rendra Kresna juga menyempatkan diri memberikan ucapan selamat.

"Kami mengapresiasi dedikasi, loyalitas, serta kerendahan diri Saudara Arifin yang telah menumbuhkan rasa cinta masyarakat terhadap dirinya dan terhadap kepolisian," kata Kapolda Jatim Irjen Pol Drs Machfud Arifin SH dalam acara pemberian reward anggota polisi berprestasi di lapangan Satya Haprabu Mapolres Malang, Rabu (11/01).

Lima belas tahun mengabdi, Pak Pahe -begitulah sapaan akrab Bripka Arifin-  sangat terkenal di Desa Banjarejo. Bukan karena kepolisiannya semata, tetapi rasa kemanusiaannya yang luhur dalam menjalankan tugas. Dia sangat dekat dengan masyarakat.

Dedikasi, loyalitas, kesantunan yang menghasilkan rasa cinta masyarakat terhadapnya secara langsung mewujudkan program promoter (profesional, modern, dan terpercaya) yang dicanangkan kapolri. "Inilah wujud nyata promoter yang diejawantahkan melalui ketulusan Saudara Arifin. Kami sangat salut," kata Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung kepada MALANGTIMES.

Pak Pahe menyatakan apa yang dilakukan selama bertahun-tahun adalah tugasnya sebagai anggota kepolisian dan sebagai manusia. "Apa yang saya abdikan kepada masyarakat adalah sesuatu yang biasa, laiknya yang lain. Tidak ada yang istimewa. Begitu pula tugas saya sebagai polisi," tutur Pak Pahe kepada MALANGTIMES, Rabu (11/01), setelah acara selesai. 

Pak Pahe secara pribadi merasa terkejut saat berbagai media massa meliput kegiatan sehari-harinya sebagai pembina keamanan dan ketertiban Desa Banjarejo. "Wah, saya terkejut saat media dan atasan saya memberikan apresiasi tinggi terhadap tugas yang saya anggap biasa saja," ucapnya.

Bripka Arifin mendadak menjadi pusat perhatian publik dan kepolisian berawal dari kejadian mengharukan dan tidak disangka-sangka di SDN Banjarejo 1, Senin (9/1) lalu. Saat Arifin menjadi pemimpin upacara dan menyampaikan pamitan kepada seluruh murid karena masa kerjanya sebagai polisi telah pensiun, tiba-tiba para siswa SD menangis dan memeluknya.

"Tanpa ada rekayasa. Anak-anak SD merasakan kehilangan sosok Arifin. Ini luar biasa dan patut diteladani seluruh anggota polisi," kata Irjen Machfud Arifin yang juga memberikan reward secara simbolis sebuah sepeda motor kepada Arifin. (*)

Pewarta : Nana
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Raafi Prapandha
  • Seni Drama Islam Kromengan Pernah Rajai Kabupaten Malang

    Kesenian drama atau sandiwara dengan konsep Islami pernah berjaya di dalam maupun luar Kabupaten Malang. Salah satunya yang bersinar adalah kelompok drama Lesbumi Kromengan yang hidup sejak tahun 1970-an dengan ciri khas syiar Islam dalam berbagai judul d

  • CEO Arema FC Anggap Arema Indonesia Manipulasi Saham

    Merebaknya banner bertuliskan "Satu Arema" bisa dimaknai keinginan Aremania menyatukan dua klub yang mempunyai nama hampir sama, yakni Arema FC dan Arema Indonesia.

  • Ini Hasil Penelusuran MalangTIMES Terhadap Toko Penjual Sajadah Bergambar Salib

    Untuk mencari keberadaan toko yang menjual sajadah bergambar salib, Jurnalis MALANGTIMES menyusuri jalan di sepanjang daerah Jalan Julius Usman, Sawahan sampai ke daerah Pasar Besar, Kota Malang.

  • Rekayasa Lalin Satu Arah, Benarkah Malang Nanti Tidak Macet Lagi?

    Kemacetan Malang kian parah dari tahun ke tahun hingga dinobatkan menjadi kota macet keempat di Asia tahun 2016, tentu harus segera ditanggani. Upaya memudar kemacetan itu salah satunya ialah melakukan rekayasa lalu lintas satu arah.

  • Heboh Sajadah Bersalib, Ini Klarifikasi Manajemen Mal Malang City Point

    Terkait sajadah bergambar Ka'bah yang di sampingnya terdapat menara dan di atas menara tergambar sebuah benda mirip salib di Mushala Mall Malang City Poin, pihak manajemen mall akhirnya memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.

  • Aremania Tetap Mendukung Nama Arema FC

    Terbentangnya banner yang bertuliskan "Arema Satu" banyak beredar di Kota Malang, hal itu sempat membuat resah Aremania. Pasalnya dalam Kongres PSSI beberapa waktu lalu, menyatakan Arema Indonesia dipulihkan kembali menjadi anggota dari PSSI.

  • Wali Kota Malang: Mediasi Angkutan Juga Salah Satu Moment Pembenahan

    Survey yang menempatkan Kota Malang sebagai kota termacet urutan keempat se-Asia dengan waktu yang terbuang 39,3 jam/tahun mendapatkan tanggapan dari Wali Kota Malang HM. Anton.

  • Terkait Survey Kota Malang Termacet Keempat se- Asia, Kadishub: Jangan Percaya Survey Seperti Itu

    "Ya jangan mudah percaya dengan hal seperti itu, kan ini juga bisa saja datanya juga belum jelas dari mana. Bagaimana pengujiannya, bagaimana cara surveynya, karena itu jangan mudah percaya," tandasnya disela mediasi di Balaikota.

  • Masyarakat Malang Kehilangan 39,3 Jam Per Tahun Akibat Macet

    Lembaga survei internasional INRIX menobatkan Kota Malang sebagai kota termacet keempat di Asia karena rata-rata waktu terbuang akibat macet sebesar 39,3 jam pertahun. Fakta ini tak membuat pakar transportasi Prof. Harnen Sulistio, M.Sc, Ph.D terkejut.

  • Delapan Spanduk Provokatif Terkait Polemik Angkutan Online Diturunkan Satpol PP

    Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang telah mencopot adanya spanduk yang dinilai provokatif terkait polemik permasalahan angkutan online di Kota Malang, Senin (27/02/17).

  • Kodim 0818: Waspadai TKA di Kabupaten Malang

    Banyaknya berita mengenai keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) Ilegal di berbagai daerah melalui berbagai media massa, membuat Kodim 0818 Wilayah Kabupaten Malang dan Kota Batu menyiapkan diri dalam menyikapi fenomena tersebut.

  • Hasil Mediasi Terkait Angkutan Munculkan Delapan Zona Khusus

    Mediasi yang berlangsung alot dengan berbagai interupsi dari perwakilan angkutan baik online maupun konvensional akhirnya telah selesai dengan kesepakatan pembatasan rute tertentu bagi angkutan online, Senin (27/02/17).

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top