Kontroversi Lowongan Kerja Karaoke De Master

Dewan Setengah Hati Sikapi Kontroversi Lowongan Kerja Karaoke De Master

Anggota DPRD Kabupaten Malang akhirnya menanggapi kasus loker Karaoke De Master Kepanjen, Senin (09/01) (Foto: Nana/ MalangTIMES)
Anggota DPRD Kabupaten Malang akhirnya menanggapi kasus loker Karaoke De Master Kepanjen, Senin (09/01) (Foto: Nana/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Hampir sepekan permasalahan Lowongan Kerja (loker) Karaoke De Master di Jl. Panglima Sudirman No. 01 Malang yang mensyaratkan pemandu lagu atau purel bisa minum alkohol diberitakan MALANGTIMES. 

Baca juga: Loker Karaoke De Master Syaratkan Calon Purel Bisa Minum Alkohol (31/12/2016) 

Sejak berita itu mencuat ke publik, masyarakat mulai berteriak. Komentar keras bermunculan yang intinya meminta Pemkab Malang bertindak tegas menyikapi persoalan ini.   

Sebelumnya, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Malang terang-terangan dan tegas meminta Pemkab Malang mencabut izin operasional karaoke ini.

Sebab, lembaga kemasyarakatan terbesar di Indonesia ini menilai lowongan kerja Karaoke De Master yang diumumkan ke publik lewat media sosial itu tidak sejalan dengan norma-norma agama dan sosial serta semangat Pemkab Malang yang mulai getol akan mengembangkan wisata halal di wilayah yang dihuni lebih dari 2 juta penduduk ini.  

Ironisnya, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Malang justru  mendadak kompak tutup mulut dan terkesan setengah hati serta terlihat enggan menyikapi kasus ini.

Bahkan, meskipun didesak MalangTIMES agar mau menjalankan fungsinya sebagai pemegang amanah raykat dengan bertindak tegas menyikapi kasus yang melukai hati rakyat khususnya warga Kabupaten Malang ini mereka hanya bisa berkomentar singkat dan terkesan sangat normatif. 

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Malang dari Fraksi Demokrat-Hanura, Hadi Mustofa misalnya mengaku masih akan melihat ke lokasi bersama-sama Komisi A. 

"Kita akan secepatnya ke sana dan menanyakan kepada manajemen De Master tentang loker tersebut," kata Hadi Mustofa yang juga menyatakan permasalahan ini mencuat karena loker di tayangkan ke publik dan telah ramai menuai protes dari masyarakat.

"Hal ini melukai masyarakat di luar komunitas tersebut. Kita akan musyawarahkan dahulu nanti di komisi untuk menyikapi permasalahan tersebut," katanya kepada MALANGTIMES di pelataran depan Gedung DPRD, Senin (9/1/2017) sore.

Baca juga: PCNU Kab. Malang : Loker De Master Melanggar Etika Agama (31/12).

Namun secara detail Hadi Mustofa belum bisa memastikan apakah nanti akan dilakukan sidak bersama-sama ke lokasi Karaoke De Master atau pihak manajemen dipanggil ke DPRD untuk menjelaskan hal tersebut.

"Sekali lagi kita masih akan musyawarah, Insyaallah sudah kita agendakan juga. Tanggal 01 Februari sudah bisa ditindaklanjuti," kata Gus Tof, panggilan akrab Hadi Mustofa.

Sikap berbeda ditunjukkan, Zia'ul Haq anggota Komisi A DPRD Kabupaten Malang dari Fraksi Gerindra.

Mantan aktivis anti korupsi ini  seakan benar-benar tidak ingin bersentuhan dengan masalah ini. "Sudah sama seperti pernyataan dari Gus Tof Komisi B," katanya singkat. 

Sementara, Ketua Komisi B Kusmantoro Widodo juga belum bisa memberikan keterangan atas hal tersebut.

Setelah MALANGTIMES mencoba menelpon dan mengirim pesan singkat Whatsapp (WA) sejak tanggal 02 Januari 2017 hingga saat ini belum ada respons dan jawaban.

Terkait kepemilikan Karaoke De Master, dewan juga menyatakan tidak mengetahuinya secara pasti, meskiun ada kabar santer berhembus, salah satu anggota DPRD Fraksi PDI-P Kabupaten Malang berinisial B adalah salah satu pemilik saham di tempat karaoke ini.

"Untuk masalah itu saya benar-benar tidak mengetahuinya, nanti kita coba klarifikasi dan musyawarahkan," ujar Gus Tof.

Pewarta : Dede Nana
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : debyawan erlansyah
  • Seni Drama Islam Kromengan Pernah Rajai Kabupaten Malang

    Kesenian drama atau sandiwara dengan konsep Islami pernah berjaya di dalam maupun luar Kabupaten Malang. Salah satunya yang bersinar adalah kelompok drama Lesbumi Kromengan yang hidup sejak tahun 1970-an dengan ciri khas syiar Islam dalam berbagai judul d

  • CEO Arema FC Anggap Arema Indonesia Manipulasi Saham

    Merebaknya banner bertuliskan "Satu Arema" bisa dimaknai keinginan Aremania menyatukan dua klub yang mempunyai nama hampir sama, yakni Arema FC dan Arema Indonesia.

  • Ini Hasil Penelusuran MalangTIMES Terhadap Toko Penjual Sajadah Bergambar Salib

    Untuk mencari keberadaan toko yang menjual sajadah bergambar salib, Jurnalis MALANGTIMES menyusuri jalan di sepanjang daerah Jalan Julius Usman, Sawahan sampai ke daerah Pasar Besar, Kota Malang.

  • Rekayasa Lalin Satu Arah, Benarkah Malang Nanti Tidak Macet Lagi?

    Kemacetan Malang kian parah dari tahun ke tahun hingga dinobatkan menjadi kota macet keempat di Asia tahun 2016, tentu harus segera ditanggani. Upaya memudar kemacetan itu salah satunya ialah melakukan rekayasa lalu lintas satu arah.

  • Heboh Sajadah Bersalib, Ini Klarifikasi Manajemen Mal Malang City Point

    Terkait sajadah bergambar Ka'bah yang di sampingnya terdapat menara dan di atas menara tergambar sebuah benda mirip salib di Mushala Mall Malang City Poin, pihak manajemen mall akhirnya memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.

  • Aremania Tetap Mendukung Nama Arema FC

    Terbentangnya banner yang bertuliskan "Arema Satu" banyak beredar di Kota Malang, hal itu sempat membuat resah Aremania. Pasalnya dalam Kongres PSSI beberapa waktu lalu, menyatakan Arema Indonesia dipulihkan kembali menjadi anggota dari PSSI.

  • Wali Kota Malang: Mediasi Angkutan Juga Salah Satu Moment Pembenahan

    Survey yang menempatkan Kota Malang sebagai kota termacet urutan keempat se-Asia dengan waktu yang terbuang 39,3 jam/tahun mendapatkan tanggapan dari Wali Kota Malang HM. Anton.

  • Terkait Survey Kota Malang Termacet Keempat se- Asia, Kadishub: Jangan Percaya Survey Seperti Itu

    "Ya jangan mudah percaya dengan hal seperti itu, kan ini juga bisa saja datanya juga belum jelas dari mana. Bagaimana pengujiannya, bagaimana cara surveynya, karena itu jangan mudah percaya," tandasnya disela mediasi di Balaikota.

  • Masyarakat Malang Kehilangan 39,3 Jam Per Tahun Akibat Macet

    Lembaga survei internasional INRIX menobatkan Kota Malang sebagai kota termacet keempat di Asia karena rata-rata waktu terbuang akibat macet sebesar 39,3 jam pertahun. Fakta ini tak membuat pakar transportasi Prof. Harnen Sulistio, M.Sc, Ph.D terkejut.

  • Delapan Spanduk Provokatif Terkait Polemik Angkutan Online Diturunkan Satpol PP

    Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang telah mencopot adanya spanduk yang dinilai provokatif terkait polemik permasalahan angkutan online di Kota Malang, Senin (27/02/17).

  • Kodim 0818: Waspadai TKA di Kabupaten Malang

    Banyaknya berita mengenai keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) Ilegal di berbagai daerah melalui berbagai media massa, membuat Kodim 0818 Wilayah Kabupaten Malang dan Kota Batu menyiapkan diri dalam menyikapi fenomena tersebut.

  • Hasil Mediasi Terkait Angkutan Munculkan Delapan Zona Khusus

    Mediasi yang berlangsung alot dengan berbagai interupsi dari perwakilan angkutan baik online maupun konvensional akhirnya telah selesai dengan kesepakatan pembatasan rute tertentu bagi angkutan online, Senin (27/02/17).

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top