Menteri PUPR : Lahan Irigasi Pertanian Indonesia Masih Kritis

Menteri Perkerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, M. Basuki Hadimuljono. (Foto : Imam Syafii)
Menteri Perkerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, M. Basuki Hadimuljono. (Foto : Imam Syafii)

MALANGTIMES - Menteri Perkerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), M. Basuki Hadimuljono menilai lahan irigasi pertanian di Indonesia sekitar 7,3 hektare yang teraliri bendungan hanya 11 persen saja. Hal itu membuktikan, lajan irigasi pertanian di Indonesia masih kritis. 

"Jadi jumlah lahan irigasi di Indonesia 7,3 hektare yang teraliri hanya 11 persen saja," ungkap Basuki. 

Dia menjelaskan untuk mengatasi lahan irigasi yang kritis itu,  pemerintah berupaya membangun proyek bendungan baru.

"Kita punya 230 bendungan yang sudah selesai dibangun. Tahun ini kita akan bangun 55 bendungan baru ditambah 15 bendungan proyek berkelanjutan," terangnya. 

Dari jumlah bendungan baru yang akan digarap itu, ada kenaikan pembangunan sekitar 19 persen. Proses pembangunan bendungan bertujuan untuk mempermudah proses pengairan lahan irigasi pertanian. 

"Pemerintah memang harus membangun bendungan dalam jangka panjang. Untuk jangka pendek, kita lakukan rehabilitasi irigasi di Indonenesia," ungkapnya. 

Pihaknya akan membenahi lahan irigasi sekitat 60 hektare di wilayah Kedung Ombo. Karena di bendungan itu belum pernah terasentuh pembenahan selama 20 tahun. 

"Memasuki musim hujan sangat rawan banjir, kalau bendungan itu tidak segera diperbaiki," tegasnya

Pewarta : Imam Syafii
Editor :
Publisher : Angga .
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top