Ini Penjelasan Pemerintah tentang Kenaikan Listrik Rumah Tangga 900 VA

Grafik data tarif penerima subsidi tepat sasaran bagi rumah tangga miskin.
Grafik data tarif penerima subsidi tepat sasaran bagi rumah tangga miskin.

MALANGTIMES - Mengapa ada perubahan tarif untuk konsumen listrik rumah tangga 900 VA?. Bagaimana pemahaman kebijakan subsidi tepat sasaran? 

Golongan penerima tarif subsidi tepat sasaran yaitu R1/900 VA sebesar Rp 26,6 triliun untuk 22,7 juta pelanggan.

Sementara, R1/450 VA sebesar Rp 22,7 Triliun untuk 23,1 juta pelanggan. Total anggaran subsidi listrik tepat sasaran sebesar Rp 49,3 triliun untuk 45,8 juta konsumen rumah tangga. 

Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki saat dikonfirmasi MalangTIMES melalui pesan selulernya menjelaskan perubahan tarif untuk konsumen listrik rumah tangga bagi Rumah Tangga 900 VA.

"Memang kebijakan subaidi liatrik tepat sasaran dimulai per 1 Januari 2017, sesuai program pemerintah yang diputuskan oleh DPR Komisi VII 22 September 2016," kata Teten. 

Kebijakan subsidi tepat sasaran per 1 Januari 2017 bukanlah mencabut subsidi atau menghilangkan subsidi bagi rumah tangga. Melainkan langkah memberikan subsidi hanya kepada rumah tangga yang berhak. 

"Seperti rumah tangga tidak mampu. Sedangkan bagi rumah tangga mampu tidak berhak mendapat subsidi listrik," terangnya. 

Diterangkan dia, kriteria rumah tangga miskin, sudah diproses melalui data dari Kementerian Sosial atau Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

"Untuk penerapan kebijakan subsidi tepat sasaran ini, tidak ada kenaikan tarif listrik. Karena tarif yang ada tetap sama yaitu tarif subsidi R1/VA dan tarif yang tidak beraubsidi setara dengan R1/1300 VA," terangnya.

Menurut Teten, pemerintah melakukan reformasi dalam sistem subsidi listrik yang ditanggung oleh negara melalui APBN. Tujuannya agar dapat dijalankan tepat sasaran. 

"Selama ini, subsidi listrik diberikan oleh PLN berdasarkan besaran daya listrik pengguna ditingkat rumah tangga. Dengan melakukan reformasi sistem subsidi tersebut," paparnya. 

Para penduduk atau rumah tangga miskin yang menggunakan daya listrik sebesar 450 VA tetap mendapatkan subsidi penuh.

Sedangkan rumah tangga dengan daya sebesar 900 VA diperiksa ulang dengan Berbasis Data Terpadu (BDT).

Melalui cara ini, dapat diketahui mana pelanggan RT 900 VA yang berkategori miskin dan layak mendapatkan subsidi

Pewarta : imam syafii
Editor : Heryanto
Publisher : debyawan erlansyah
  • Seni Drama Islam Kromengan Pernah Rajai Kabupaten Malang

    Kesenian drama atau sandiwara dengan konsep Islami pernah berjaya di dalam maupun luar Kabupaten Malang. Salah satunya yang bersinar adalah kelompok drama Lesbumi Kromengan yang hidup sejak tahun 1970-an dengan ciri khas syiar Islam dalam berbagai judul d

  • CEO Arema FC Anggap Arema Indonesia Manipulasi Saham

    Merebaknya banner bertuliskan "Satu Arema" bisa dimaknai keinginan Aremania menyatukan dua klub yang mempunyai nama hampir sama, yakni Arema FC dan Arema Indonesia.

  • Ini Hasil Penelusuran MalangTIMES Terhadap Toko Penjual Sajadah Bergambar Salib

    Untuk mencari keberadaan toko yang menjual sajadah bergambar salib, Jurnalis MALANGTIMES menyusuri jalan di sepanjang daerah Jalan Julius Usman, Sawahan sampai ke daerah Pasar Besar, Kota Malang.

  • Rekayasa Lalin Satu Arah, Benarkah Malang Nanti Tidak Macet Lagi?

    Kemacetan Malang kian parah dari tahun ke tahun hingga dinobatkan menjadi kota macet keempat di Asia tahun 2016, tentu harus segera ditanggani. Upaya memudar kemacetan itu salah satunya ialah melakukan rekayasa lalu lintas satu arah.

  • Heboh Sajadah Bersalib, Ini Klarifikasi Manajemen Mal Malang City Point

    Terkait sajadah bergambar Ka'bah yang di sampingnya terdapat menara dan di atas menara tergambar sebuah benda mirip salib di Mushala Mall Malang City Poin, pihak manajemen mall akhirnya memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.

  • Aremania Tetap Mendukung Nama Arema FC

    Terbentangnya banner yang bertuliskan "Arema Satu" banyak beredar di Kota Malang, hal itu sempat membuat resah Aremania. Pasalnya dalam Kongres PSSI beberapa waktu lalu, menyatakan Arema Indonesia dipulihkan kembali menjadi anggota dari PSSI.

  • Wali Kota Malang: Mediasi Angkutan Juga Salah Satu Moment Pembenahan

    Survey yang menempatkan Kota Malang sebagai kota termacet urutan keempat se-Asia dengan waktu yang terbuang 39,3 jam/tahun mendapatkan tanggapan dari Wali Kota Malang HM. Anton.

  • Terkait Survey Kota Malang Termacet Keempat se- Asia, Kadishub: Jangan Percaya Survey Seperti Itu

    "Ya jangan mudah percaya dengan hal seperti itu, kan ini juga bisa saja datanya juga belum jelas dari mana. Bagaimana pengujiannya, bagaimana cara surveynya, karena itu jangan mudah percaya," tandasnya disela mediasi di Balaikota.

  • Masyarakat Malang Kehilangan 39,3 Jam Per Tahun Akibat Macet

    Lembaga survei internasional INRIX menobatkan Kota Malang sebagai kota termacet keempat di Asia karena rata-rata waktu terbuang akibat macet sebesar 39,3 jam pertahun. Fakta ini tak membuat pakar transportasi Prof. Harnen Sulistio, M.Sc, Ph.D terkejut.

  • Delapan Spanduk Provokatif Terkait Polemik Angkutan Online Diturunkan Satpol PP

    Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang telah mencopot adanya spanduk yang dinilai provokatif terkait polemik permasalahan angkutan online di Kota Malang, Senin (27/02/17).

  • Kodim 0818: Waspadai TKA di Kabupaten Malang

    Banyaknya berita mengenai keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) Ilegal di berbagai daerah melalui berbagai media massa, membuat Kodim 0818 Wilayah Kabupaten Malang dan Kota Batu menyiapkan diri dalam menyikapi fenomena tersebut.

  • Hasil Mediasi Terkait Angkutan Munculkan Delapan Zona Khusus

    Mediasi yang berlangsung alot dengan berbagai interupsi dari perwakilan angkutan baik online maupun konvensional akhirnya telah selesai dengan kesepakatan pembatasan rute tertentu bagi angkutan online, Senin (27/02/17).

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top