Harga Tinggi, Industri Cabai Rumahan Terancam Gulung Tikar

Sambal rumahan label Miss Sambel asal Malang (Foto : Istimewa)
Sambal rumahan label Miss Sambel asal Malang (Foto : Istimewa)

MALANGTIMES - Salah satu produksi sambal rumahan di Kota Malang berada di Perumahan Permata Brantas di Jalan Sexofone Kecamatan Lowokwaru Kota Malang terancam gulung tikar. 

Zaki Firmansyah, pemilik sambal kemasan label Miss Sambel mengaku sejak pertengahan Desember lalu keuntungan terus berkurang karena kenaikan harga cabai. 

Awalnya harga cabai berkisar Rp 50 ribu/kg. Namun kini harga cabai terus merangkak naik hingga menembus angka Rp 105 ribu per kilogram. Akibat kenaikan ini, keuntungan pelaku produksi rumahan turun hingga 60 persen. 

Jika menggunakan bahan baku lain seperti bawang merah dan bawang putih tetap saja harganya tinggi.

"Kalau kita usahakan tidak tutup produksi, tapi kalau cabai tembus harga Rp 100 ribu perkilogram terus bawang putih Rp 100 ribu perkilogram ya otomatis gak bisa produksi, karena tingginya harga produksi pasti nggak terjangkau pembeli," tuturnya pada MALANGTIMES, Jum'at (6/1/2017).

Terpaksa Zaki mempertahankan harga jual lama sambal kemasan produksinya sebelum kenaikan cabai yakni Rp 20 ribu untuk sambal bawang dan sambal ijo. Sedangkan, sambal kemasan trasi tetap dibandrol dengan harga Rp 22 ribu perkilogram. 

Sambal kemasan produksi Zaki Firmansyah telah merambah kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bogor, Batam, Samarinda, dan Semarang. Memanfaatkan penjualan online sambal produksinya laku keras di Hongkong. (*)

Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor :
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top