2017, Cabai Rawit dan Bawang Merajai Harga Sayuran di Kabupaten Malang

Pedagang sayuran di Pasar Kepanjen mengatakan harga cabai rawit sudah menembus Rp. 75 ribu - Rp. 100 ribu/kg, Jumat (6/1/2017) (Foto : Nana/MalangTIMES)
Pedagang sayuran di Pasar Kepanjen mengatakan harga cabai rawit sudah menembus Rp. 75 ribu - Rp. 100 ribu/kg, Jumat (6/1/2017) (Foto : Nana/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Cabai rawit dan bawang masih merajai harga sayuran di beberapa pasar Kabupaten Malang dengan harga menembus Rp. 75 ribu dan Rp. 32 ribu per kilogram. 

Hal ini terlihat dari beberapa pasar daerah di Kabupaten Malang yang terpantau oleh MalangTIMES, Jum'at (6/1/2017).

Di Pasar Mantung Karangploso, melalui update data harga sayuran per tanggal 6 Januari 2017, cabai rawit mengalami kenaikan dari pekan lalu. Dari harga Rp. 50 ribu/kilogram menjadi Rp. 75 ribu/kilogram hari ini.

Di beberapa pasar kecamatan, seperti Pasar Ngebruk, Kromengan harga cabai rawit ini bahkan sudah menembus harga Rp. 100 ribu/kg.

"Sudah tembus segitu harganya mas, karena cabai rawit semakin langka. Mungkin sudah tidak ada pasokan lagi," kata Masrifah (58), pedagang sayur di pasar Ngebruk Sumberpucung kepada MalangTIMES, Jum'at (06/01).

Serupa dengan yang dialami Masrifah, Nunik Prawisti (47) pedagang di Pasar Kromengan juga menyatakan hal yang sama.

"Saya jual dikisaran Rp. 95 ribu sampai Rp. 100 ribu per kilonya. Stok cabai rawit semakin tipis,"ujarnya.

Selain cabai rawit, bawang merah lokal juga mengalami kenaikan harga. Di pasar daerah Kepanjen harganya sudah menembus Rp. 35 ribu/kg.

"Kita jual eceran untuk bawang merah, harganya segitu mas rata-rata,"kata Maemunah (51) yang asli Madura ini.

Dia juga mengatakan pedagang kecil hanya ambil sedikit keuntungan dari harga jual bawang merah.

"Kita paling ambil antara Rp. 2 ribu sampai Rp.5 ribu per kilogram dari harga grosir, seperti di Mantung. Itu belum keuntungan bersih mas,"imbuhnya.

Dari informasi beberapa pedagang yang ditemui MalangTIMES penyebab harga cabai rawit meroket tinggi disebabkan sudah tidak ada panen raya cabai di Kabupaten Malang.

"Jadi cabai rawit yang ada di pasaran itu sisa panen cabai. Sangat sedikit yang ada di pasar,"ujar Abdullah yang sudah lima tahun menjadi pedagang sayuran di Pasar Kepanjen.

Ia juga mengatakan minimnya pasokan cabai terlihat dari semakin merosotnya kiriman dari petani di Besuki, Situbondo, Jatim. 

"Dapat kabar dari pedagang Karangploso seperti itu, mas,"katanya yang juga menyampaikan biasanya petani cabai dari Besuki memasok hasil tani cabainya sekitar  2 kwintal per hari.

"Kata teman dari Karangploso  sekarang sudah tidak ada pasokan cabai,"pungkas Abdullah.

Pewarta : Dede Nana
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top