Banjir Parah Tutup Jalur Purwodadi-Malang, Kemacetan Belum Berdampak ke Malang

Banjir yang terjadi di sepanjang jalan Raya Surabaya Malang (istimewa)
Banjir yang terjadi di sepanjang jalan Raya Surabaya Malang (istimewa)

MALANGTIMES- Curah hujan yang begitu tinggi, Kamis (5/1/2017) sore ini, membuat banjir di sepanjang Jalan Raya Surabaya-Malang tepatnya di depan Kebun Raya Purwodadi

Sungai yang ada di sepanjang Jalan Raya Surabaya-Malang tidak kuat menampung genangan air hujan yang sangat deras setelah diguyur hujan selama hampir 30 menit sehingga membuat air meluap sepert air bah yang meluber menutupi seluruh jalan raya.

Akibat banjir tersebut, kemacetan parah pun tidak bisa terelakan. Wonorejo arah Purwosari macet total mulai sebelum pertigaan tutur. 

Kedua jalur menuju Malang maupun arah Surabaya tidak bisa dilewati oleh kendaraan dan terpaksa ditutup. Beruntung imbas dari kemacetan parah itu tidak berdampak ke Malang.

Terkait hal itu, Iptu Budi Priyono, Kanit Turjawali, Polres Malang mengatakan meskipun telah terjadi kemacetan di sepanjang Jalan Surabaya-Malang akibat banjir yang cukup parah menggenangi jalan raya, suasana lalu lintas khususnya di daerah Lawang saat ini tidak terlalu macet. Lalu lintas saat tetap berjalan lancar.

"Tadinya setelah saya dengar kabar itu, saya langsung telpon anggota di Pos Lawang. Informasinya memang sekitar pukul 17.00 WIB tadi sedikit terdampak , ada antrian kendaraan. Namun setelah itu lancar-lancar saja. Informasi yang didapat dari rekan Pasuruan, macet juga terjadi karena banyak lubang bekas genangan air," terangnya melalui sambungan telpon.

Ia menambahakan, dari informasi yang ia dapat,  saat ini ketinggian air sudah rendah di bawah pinggiran sungai. 

"Tadi juga ada pejabat Polres Malang yang habis pergi dari Surabaya, juga habis telpon saya menanyakan kabar itu," tambahnya.

Kabar terakhir air sungai yang sempat meluap sudah mulai surut dan lalu lintas mulai lancar kembali. Sementara itu, terkait ada tidaknya korban jiwa, hingga berita ini diturunkan belum ada laporan resmi dari pihak terkait.

 

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Heryanto
Publisher : Angga .
  • Seni Drama Islam Kromengan Pernah Rajai Kabupaten Malang

    Kesenian drama atau sandiwara dengan konsep Islami pernah berjaya di dalam maupun luar Kabupaten Malang. Salah satunya yang bersinar adalah kelompok drama Lesbumi Kromengan yang hidup sejak tahun 1970-an dengan ciri khas syiar Islam dalam berbagai judul d

  • CEO Arema FC Anggap Arema Indonesia Manipulasi Saham

    Merebaknya banner bertuliskan "Satu Arema" bisa dimaknai keinginan Aremania menyatukan dua klub yang mempunyai nama hampir sama, yakni Arema FC dan Arema Indonesia.

  • Ini Hasil Penelusuran MalangTIMES Terhadap Toko Penjual Sajadah Bergambar Salib

    Untuk mencari keberadaan toko yang menjual sajadah bergambar salib, Jurnalis MALANGTIMES menyusuri jalan di sepanjang daerah Jalan Julius Usman, Sawahan sampai ke daerah Pasar Besar, Kota Malang.

  • Rekayasa Lalin Satu Arah, Benarkah Malang Nanti Tidak Macet Lagi?

    Kemacetan Malang kian parah dari tahun ke tahun hingga dinobatkan menjadi kota macet keempat di Asia tahun 2016, tentu harus segera ditanggani. Upaya memudar kemacetan itu salah satunya ialah melakukan rekayasa lalu lintas satu arah.

  • Heboh Sajadah Bersalib, Ini Klarifikasi Manajemen Mal Malang City Point

    Terkait sajadah bergambar Ka'bah yang di sampingnya terdapat menara dan di atas menara tergambar sebuah benda mirip salib di Mushala Mall Malang City Poin, pihak manajemen mall akhirnya memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.

  • Aremania Tetap Mendukung Nama Arema FC

    Terbentangnya banner yang bertuliskan "Arema Satu" banyak beredar di Kota Malang, hal itu sempat membuat resah Aremania. Pasalnya dalam Kongres PSSI beberapa waktu lalu, menyatakan Arema Indonesia dipulihkan kembali menjadi anggota dari PSSI.

  • Wali Kota Malang: Mediasi Angkutan Juga Salah Satu Moment Pembenahan

    Survey yang menempatkan Kota Malang sebagai kota termacet urutan keempat se-Asia dengan waktu yang terbuang 39,3 jam/tahun mendapatkan tanggapan dari Wali Kota Malang HM. Anton.

  • Terkait Survey Kota Malang Termacet Keempat se- Asia, Kadishub: Jangan Percaya Survey Seperti Itu

    "Ya jangan mudah percaya dengan hal seperti itu, kan ini juga bisa saja datanya juga belum jelas dari mana. Bagaimana pengujiannya, bagaimana cara surveynya, karena itu jangan mudah percaya," tandasnya disela mediasi di Balaikota.

  • Masyarakat Malang Kehilangan 39,3 Jam Per Tahun Akibat Macet

    Lembaga survei internasional INRIX menobatkan Kota Malang sebagai kota termacet keempat di Asia karena rata-rata waktu terbuang akibat macet sebesar 39,3 jam pertahun. Fakta ini tak membuat pakar transportasi Prof. Harnen Sulistio, M.Sc, Ph.D terkejut.

  • Delapan Spanduk Provokatif Terkait Polemik Angkutan Online Diturunkan Satpol PP

    Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang telah mencopot adanya spanduk yang dinilai provokatif terkait polemik permasalahan angkutan online di Kota Malang, Senin (27/02/17).

  • Kodim 0818: Waspadai TKA di Kabupaten Malang

    Banyaknya berita mengenai keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) Ilegal di berbagai daerah melalui berbagai media massa, membuat Kodim 0818 Wilayah Kabupaten Malang dan Kota Batu menyiapkan diri dalam menyikapi fenomena tersebut.

  • Hasil Mediasi Terkait Angkutan Munculkan Delapan Zona Khusus

    Mediasi yang berlangsung alot dengan berbagai interupsi dari perwakilan angkutan baik online maupun konvensional akhirnya telah selesai dengan kesepakatan pembatasan rute tertentu bagi angkutan online, Senin (27/02/17).

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top