Dindik Kabupaten Malang Optimis 70 % Sekolah Bisa Laksanakan UNBK

Puji Hariwati, Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama (Kabid SMP) Dindik Kabupaten Malang (Foto: Nana/ MalangTIMES)
Puji Hariwati, Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama (Kabid SMP) Dindik Kabupaten Malang (Foto: Nana/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dinas Pendidikan Kabupaten Malang yakin bahwa Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bisa dilaksanakan di sekolah-sekolah wilayah Kabupaten Malang.

Hal ini disampaikan Puji Hariwati, Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama (Kabid SMP) Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Malang setelah acara Sosialisasi UNBK di Aula Dindik, Selasa (03/01).

"Saya yakin bisa, kita targetkan 70 persen sekolah yang ada di Kabupaten Malang siap melaksanakan UNBK," tegas Puji kepada MALANGTIMES, Selasa (03/01).

Keyakinan Puji didasarkan kepada pengalaman tahun 2016 dimana Sekolah Menengah Pertama (SMP) telah melaksanakan UNBK dengan jumlah 15 sekolah.

"Selain itu untuk jenjang Menengah Atas (SMA) sebanyak 9 sekolah dan 70 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) telah melaksanakan UNBK dan sukses tahun lalu," kata Puji.

Dengan demikian kalkulasi sekolah yang melaksanakan UNBK pada tahun lalu sekitar 37 persen. Dari sekitar 300 sekolah yang ada di Kabupaten Malang dengan kondisi yang berbeda-beda secara fasilitas infrastrukturnya, target 70 persen dari Dindik cukup realistis.

"Sangat realistis dengan budaya sekolahan yang ada. Mengenai pola, strategi pencapaian target tersebut kita akan selalu berkoordinasi secara intensif," ujar Puji.

Sedangkan dalam permasalahan tempat dan infrastruktur komputer bisa dilakukan sharing atau kerjasama dengan sekolahan lain, baik yang sederajat atau pun di atasnya.

"Saya contohkan strategi kerjasama tempat dan alat dengan memakai metode ujian shif. Satu sekolah bisa dipakai UNBK dengan tiga shif, bergantian," terangnya.

Walaupun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tidak mewajibkan UNBK, terutama untuk SMP tetapi disarankan untuk memakai model tersebut.

"Untuk SMP memang tidak diwajibkan seperti SMA dan SMK, tetapi kita akan coba praktikkan hal ini di Kabupaten Malang," kata Puji.

Tahun lalu ia pernah melakukan wawancara langsung dengan siswa dan siswi yang mengikuti UNBK.

"Mereka senang dan termotivasi, begitu pula gurunya. Selain hal tersebut UNBK bisa menghemat kertas, soal ujian tidak sama dan tidak ada lagi distribusi soal yang sering jadi masalah pendidikan," tutur Puji.

Mengenai jumlah valid sekolah yang akan menerapkan UMBK di Kabupaten Malang, Puji belum bisa menjawabnya.

"Target tanggal 15 Januari sudah selesai dan wajib dilaporkan ke pusat tentang jumlah dan persiapan sekolah. Tunggu tanggal tersebut ya," pungkas Puji.

Pewarta : Nana
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top