Taman Puspa Ngadilangkung, Ruang Favorit Relaksasi Warga

Pengunjung Taman Puspa dari Kota Malang yang memanfaatkan RTH Taman sebagai ruang relaksasi sebelum melanjutkan perjalanan, Senin (02/01/2016) (Foto : Nana/MalangTIMES)
Pengunjung Taman Puspa dari Kota Malang yang memanfaatkan RTH Taman sebagai ruang relaksasi sebelum melanjutkan perjalanan, Senin (02/01/2016) (Foto : Nana/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Semakin banyaknya tempat rekreasi di Kabupaten Malang bagi warga, ternyata tidak membuat Ruang Terbuka Hijau (RTH) berbentuk taman sepi pengunjung.

Bahkan beberapa taman terutama daerah sempadan sungai menjadi ruang relaksasi baru bagi warga sekitar dan warga lainnya. 

Taman Puspa Ngadilangkung adalah contoh tentang hal tersebut. Dibangun sejak tahun 2012 melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, kini telah menjadi jujugan warga yang jenuh dengan tempat rekreasi biasannya.

"Sudah jenuh mas, apalagi di Kabupaten tempat rekreasi jauh-jauh, butuh dana cukup besar. Selain itu ramainya yang kadang buat saya terganggu," kata Munawir Sholeh (45) warga Pakisaji yang datang bersama istri dan tiga anaknya, Senin (02/01) ke Taman Puspa.

Hal senada juga disampaikan Andik dan Susilowati, pasangan kekasih dari Talangagung yang asyik duduk diayunan Taman Puspa.

"Ini tempat bersejarah kami, mas. Kami jadian di sini, tempatnya kan romantis. Teduh, tidak ramai, alami dan tidak dipungut uang masuk,"ujar Andik (21) sambil tersenyum malu.

Taman Puspa Ngadilangkung Kepanjen, tepatnya depan perumahan PNS Kab. Malang di Jalan Jalibar, dari pantauan MALANGTIMES, Senin (02/01) memang layak dijadikan ruang relaksasi keluarga.

Suasana teduh dengan berbagai pepohonan, tempat mainan anak, gazebo, kursi serta suara air sungai Metro menambah ketenangan bagi pengunjung.

"Kalau hari libur terutama pagi lumayan banyak yang datang, mas,"kata salah satu pedagang makanan di areal atas taman, Dewi.

Dia juga mengatakan apalagi kalau rencana rafting sungai Metro jadi, maka akan semakin lengkap keberadaan Taman Puspa sebagai daerah wisata.

Beberapa kendaraan roda empat dan roda dua yang parkir di Taman Puspa memang cukup banyak saat MALANGTIMES memantau lokasi yang sedang diguyur gerimis sore ini.

"Kami mau ke Blitar mas. Ini kita istirahat dulu di sini, penasaran katanya ada taman bagus di Jalibar," kata Arifin bersama rombongan dari Kota Malang. Dia juga mengatakan lokasi dan kondisi Taman Puspa sangat bagus untuk beristirahat.

"Tidak sekedar rest area saja, tapi ada sesuatu yang membuat mata sejuk. Keteduhan dan ketenangan serupa hutan,"ujarnya.

Dikesempatan lain, Renung Rubiyadjati, mantan Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan DCKTR, juga mengatakan Taman Puspa memang telah jadi bagian ikon Kab. Malang.

"Tantangan ke depannya adalah mensinergikan visi dan misi seluruh stakeholder. Terutama pengelola taman yang berasal dari komunitas atau warga setempat,"katanya.

Dia menyampaikan juga, walaupun nantinya berkembang menjadi tempat wisata, fungsi inti sebagai RTH tetap yang utama.

"Jangan sampai fungsi RTH nya kalah dengan fungsi wisata. Di sini sinergitas diperlukan bersama antara pemerintah dan masyarakat," ujar Renung sambil mencontohkan wisata pantai tiga warna sebagai wisata ekologi dan edukasi yang terjaga dengan baik fungsinya.

Pewarta : Nana
Editor :
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top