Sungai Metro Kembali Diuji Coba sebagai Wisata Rafting

Uji coba wisata rafting Sungai Metro oleh Komunitas Arek Kepanjen.
Uji coba wisata rafting Sungai Metro oleh Komunitas Arek Kepanjen.

MALANGTIMES - Cukup lama areal Sungai Metro di Kepanjen diincar menjadi bagian destinasi wisata di Kabupaten Malang.

Sejak tahun 2012, areal Sungai Metro mulai menjadi bagian pembangunan dalam mewujudkan lahan terbuka hijau dan area wisata rafting. "Kami sudah menjajaki potensinya. Setelah Taman Puspa  dan Taman Sehati selesai, memang rencana akan dikembangkan areal rafting Sungai Metro," kata Renung Rubiyatadji, yang kini menjabat sebagai kepala bidang persampahan dan bahan berbahaya dan beracun (B3) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang.

Dia juga menyampaikan bahwa observasi lahan telah dilakukan, mulai penyusuran sepanjang dusa kilometer dari dekat lahan perumahan PNS Pemkab Malang di wilayah Desa Ngasem, Kecamatan Ngajum, hingga dekat TPA Talangagung.

"Sudah kami lakukan. Bahkan sudah kama uji coba rafting di Sungai Metro oleh Komunitas Arek Kepanjen," ujarnya. 

Menurut Renung, dari susuran saat rafting di Sungai Metro, setidaknya ada tujuh hingga delapan titik jeram. "Perlu  penataan sedikit, terutama batu-batu yang menghalangi jalannya rafting," ucapnya, lalu menambahkan di Sungai Metro juga ditemukan air terjun satu titik dari hasil limpahan air irigasi. 

Jalan masuk menuju sungai metro dari pintu masuk Taman Puspa Kepanjen (Foto Nana)

Rafting Sungai Metro mungkin berbeda dengan rafting di sungai lainnya, terutama alat yang dipakai bukan perahu karet. "Saat uji coba kami pakai ban hitam besar. Jadi, hanya dipakai oleh satu orang," ucap Renung.

Selain hal tersebut, RTH berupa Taman Puspa dan Taman Kehati juga sudah layak untuk dijadikan rest area dengan berbagai pepohon semisal kayu eboni, sengon, dan trambesi yang telah tumbuh dan meneduhkan lingkungan.

"Secara infrastruktur sudah memadai kalau aliran Sungai Metro dijadikan destinasi wisata baru," kata Renung.

Dalam kesempatan lain, Romdhoni yang dulu kepala dinas cipta karya dan tata ruang dan kini menjabat sebagai kepala dinas PU bina marga menyampaikan bahwa di akhir tahun 2015 DPRD Komisi C dan D juga sudah melihat langsung area tersebut.

"Mereka antusias waktu itu dengan catatan adanya penambahan dan pembenahan beberapa infrastruktur yang kini sudah terwujud semua," kata Romdhoni.

Dia menambahkan, apabila terealisasi, wisata rafting sungai Metro akan menambah destinasi wisata baru di Kabupaten Malang.

"Semoga terealisasi sehingga jadi salah satu tujuan lokasi wisata alternatif yang murah dan terjangkau oleh masyarakat," ucap Romdhoni. (*)

Pewarta : Nana
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Raafi Prapandha
  • Seni Drama Islam Kromengan Pernah Rajai Kabupaten Malang

    Kesenian drama atau sandiwara dengan konsep Islami pernah berjaya di dalam maupun luar Kabupaten Malang. Salah satunya yang bersinar adalah kelompok drama Lesbumi Kromengan yang hidup sejak tahun 1970-an dengan ciri khas syiar Islam dalam berbagai judul d

  • CEO Arema FC Anggap Arema Indonesia Manipulasi Saham

    Merebaknya banner bertuliskan "Satu Arema" bisa dimaknai keinginan Aremania menyatukan dua klub yang mempunyai nama hampir sama, yakni Arema FC dan Arema Indonesia.

  • Ini Hasil Penelusuran MalangTIMES Terhadap Toko Penjual Sajadah Bergambar Salib

    Untuk mencari keberadaan toko yang menjual sajadah bergambar salib, Jurnalis MALANGTIMES menyusuri jalan di sepanjang daerah Jalan Julius Usman, Sawahan sampai ke daerah Pasar Besar, Kota Malang.

  • Rekayasa Lalin Satu Arah, Benarkah Malang Nanti Tidak Macet Lagi?

    Kemacetan Malang kian parah dari tahun ke tahun hingga dinobatkan menjadi kota macet keempat di Asia tahun 2016, tentu harus segera ditanggani. Upaya memudar kemacetan itu salah satunya ialah melakukan rekayasa lalu lintas satu arah.

  • Heboh Sajadah Bersalib, Ini Klarifikasi Manajemen Mal Malang City Point

    Terkait sajadah bergambar Ka'bah yang di sampingnya terdapat menara dan di atas menara tergambar sebuah benda mirip salib di Mushala Mall Malang City Poin, pihak manajemen mall akhirnya memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.

  • Aremania Tetap Mendukung Nama Arema FC

    Terbentangnya banner yang bertuliskan "Arema Satu" banyak beredar di Kota Malang, hal itu sempat membuat resah Aremania. Pasalnya dalam Kongres PSSI beberapa waktu lalu, menyatakan Arema Indonesia dipulihkan kembali menjadi anggota dari PSSI.

  • Wali Kota Malang: Mediasi Angkutan Juga Salah Satu Moment Pembenahan

    Survey yang menempatkan Kota Malang sebagai kota termacet urutan keempat se-Asia dengan waktu yang terbuang 39,3 jam/tahun mendapatkan tanggapan dari Wali Kota Malang HM. Anton.

  • Terkait Survey Kota Malang Termacet Keempat se- Asia, Kadishub: Jangan Percaya Survey Seperti Itu

    "Ya jangan mudah percaya dengan hal seperti itu, kan ini juga bisa saja datanya juga belum jelas dari mana. Bagaimana pengujiannya, bagaimana cara surveynya, karena itu jangan mudah percaya," tandasnya disela mediasi di Balaikota.

  • Masyarakat Malang Kehilangan 39,3 Jam Per Tahun Akibat Macet

    Lembaga survei internasional INRIX menobatkan Kota Malang sebagai kota termacet keempat di Asia karena rata-rata waktu terbuang akibat macet sebesar 39,3 jam pertahun. Fakta ini tak membuat pakar transportasi Prof. Harnen Sulistio, M.Sc, Ph.D terkejut.

  • Delapan Spanduk Provokatif Terkait Polemik Angkutan Online Diturunkan Satpol PP

    Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang telah mencopot adanya spanduk yang dinilai provokatif terkait polemik permasalahan angkutan online di Kota Malang, Senin (27/02/17).

  • Kodim 0818: Waspadai TKA di Kabupaten Malang

    Banyaknya berita mengenai keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) Ilegal di berbagai daerah melalui berbagai media massa, membuat Kodim 0818 Wilayah Kabupaten Malang dan Kota Batu menyiapkan diri dalam menyikapi fenomena tersebut.

  • Hasil Mediasi Terkait Angkutan Munculkan Delapan Zona Khusus

    Mediasi yang berlangsung alot dengan berbagai interupsi dari perwakilan angkutan baik online maupun konvensional akhirnya telah selesai dengan kesepakatan pembatasan rute tertentu bagi angkutan online, Senin (27/02/17).

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top