Media Online Jadi Jembatan untuk Mengingat Sejarah

Otak anak muda yang penuh dengan media sosial (foto: ilustrasi)
Otak anak muda yang penuh dengan media sosial (foto: ilustrasi)

MALANGTIMES- Kecerdasan memilih media sebagai bahan memperoleh informasi dirasa sangat penting untuk kalangan masyarakat. Apalagi di era media sosial saat ini, banyak hal positif maupun negatif terposting bebas.

Bagi orang tua tentu tidak sepenuhnya memonitor putra-putrinya. Informasi positif tentu yang diinginkan orang tua kepada anaknya, namun hal negatif pada media sosial juga tak jarang ditemukan orang tua saat anaknya mengakses media sosial.

Lontar Sansekerta sebagai penggiat sejarah, ingin menuangkan pembelajaran tentang nilai-nilai luhur dari sejarah bekerjasama dengan media online nomor 1 se Malang Raya, yakni MALANGTIMES.

Menurut Presiden Lontar Sansekerta, Verdy Firmantoro, pentingnya media online saat ini ialah dimana anak-anak muda dapat memperoleh informasi nilai-nilai positif dari sejarah. Mengingat anak-anak muda saat ini kurang menumbuhkan rasa bangganya kepada sejarah negaranya, khususnya di daerah sekitarnya.

"Sejarah harus berkolaborasi dengan teknologi dan budaya masa kini, namun tidak mengurangi substansi sejarahnya. Media online saat ini menjadi jembatan untuk mentransfer nilai-nilai luhur masa lalu dengan tidak mengurangi isi, agar bisa diterima dengan cara mudah dan menarik," papar Verdy Firmantoro.

Pada tanggal 14 Desember lalu diperingati Hari Sejarah. Lontar Sansekerta sebagai penggiat sejarah mencoba membuat event yang bertujuan untuk mengangkat kembali tempat bersejarah beserta tokohnya melalui video yang kini ramai di media sosial, yakni Mannequin Challenge.

"Digitalisasi sejarah bisa jadi revolusi mental, mengenalkan sejarah dengan cara yang kekinian. Selain itu harapannya juga anak-anak muda apalagi pelajar, bisa banyak belajar dari media secara cerdas. Karena banyak penyalahgunaan media di era sekarang," ujar Verdy.

"Melalui Mannequin Challenge ini mereka bisa belajar bagaimana mengisi media sosial mereka dengan konten-konten yang mendidik dan mencerdaskan. Cara-cara seperti Mannequin Challenge perlu dilestarikan untuk melakukan literasi sejarah," sambungnya.

Pewarta : Hendra Saputra
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : debyawan erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top