Pesan Toleransi Ala Gus Dur, Antara Pendeta dan Harimau Berdoa

Mantan Presiden Republik Indonesia, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) (foto: istimewa)
Mantan Presiden Republik Indonesia, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) (foto: istimewa)

MALANGTIMES - Mantan Presiden Republik Indonesia, KH. Abdurrahman Wahid atau yang dikenal Gus Dur merupakan sosok pemimpin yang banyak digemari banyak orang. Gus Dur juga dikenal sebagai sosok yang humoris.

Dari kehumorisan dan jiwa solidaritasnya kepada semua orang itu, Asisten Bidang Media untuk Gus Dur, Bambang Susanto meceritakan pengalamannya tentang cerita dari Gus Dur yaitu kisah antara pendeta dan harimau berdoa.

Seperti berita yang dilansir media online detik.com, menurut Bambang kala itu Gus Dur mengungkapkan cerita bernada humor saat menjadi pembicara dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Antar Iman se Asia Pasifik di Brisbane, Australia pada 2007 lalu.

Cerita yang diungkapkan Gus Dur, pada suatu hari, ada seorang pendeta yang pergi berburu harimau di hutan. Tapi sayang si pendeta belum cukup mahir untuk menembak. 

Alhasil, tak sebutir peluru pun dari senapannya yang menewaskan buruannya. 

Akibatnya fatal. Si Raja Hutan balik mengejar sang pendeta yang lari tunggang langgang hingga ke tepi jurang. Sadar maut sudah di depan mata, sang pendeta pun berdoa sambil memejamkan mata. 

Begitu kembali membuka matanya usai berdoa, si pendeta terheran-heran melihat harimau ternyata juga tengah berdoa.

"Kenapa kamu malah ikut-ikutan berdoa, bukannya menerkam saya?" kata si pendeta.

"Iya, saya membacakan doa sebelum makan," kata si harimau menjawab sambil menyeringai. 

Meskipun yang menjadi bahan cerita adalah pendeta, Bambang melanjutkan, karena disampaikan dengan humor, semua pihak tetap happy. Tak ada yang tersinggung, apalagi sampai marah-marah karena menilai telah terjadi penistaan.

"Gegara cerita humor itu suasana konferensi yang semula kaku dan formal langsung cair, semua hadirin tertawa ngakak," kata Bambang.

Sementara itu, Anggota Delegasi Indonesia dalam KTT, Hermawi Fransiskus Taslim menambahkan memang kalau soal humor, Gus Dur  jagonya. 

''Gus Dur itu pandai mencairkan suasana dalam situasi apapun di manapun," ungkap Hermawi.

Dimana, Gus Dur menjadi pembicara di KTT itu atas undangan sahabatnya, Master Chin Kung, pimpinan Asosiasi Amitabha Buddhist di Queensland, Australia.

Kung juga merupakan ketua Forum Multi Faith Centre (Pusat Multi Keyakinan) di Griffith University, Australia dan Pure Land Learning College Association. Pesertanya lebih dari 300 orang. 

Selain Indonesia dan Australia, peserta berasal dari Cina, Thailand, Filipina, Vietnam, Kamboja, Srilangka, Fiji, Selandia Baru, Singapura, dan Malaysia.

Selain humor seperti yang diceritakan ulang oleh Bambang, ada kalimat Gus Dur tentang nilai-nilai universal kemanusiaan yang dilontarkan dalam KTT bertema 'One Humanity, Many Faith' (satu kemanusiaan beragam keyakinan) itu.

"Tidak penting apa agama atau suku Anda. Jika Anda dapat melakukan hal-hal yang baik bagi semua orang, Anda tidak akan pernah ditanya apa agamamu,'' ucapnya.

Pengacara yang kini menjadi politisi Partai Nasdem itu berharap nilai-nilai kemanusiaan yang diperjuangkan Gus Dur dapat terus diteladani masyarakat Indonesia.

"Andai masyarakat meneladani hal itu, saya percaya kondisi yang memprihatinkan seperti sekarang ini tidak perlu terjadi," ujar Hermawi

Pewarta : Imam Syafii
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Abdul Rahman
  • Bantu 1,4 Juta KPM Bantuan Pangan, Kemensos Genjot Jumlah E-Warung dan RPK

    Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa jumlah Keluarga Penerima Manfaat Bantuan (KPM) Pangan sebanyak 1,4 juta akan segera mendapatkan bansos di tahun ini.

  • Main Bola di Bibir Pantai Gatra

    Rombongan kami tiba di lokasi Clungup Mangrove Conservation (CMC) pada pukul 13.30 WIB.

  • Trending, Puluhan Ribu Cuitan #UmatMenjagaUlama

    Media sosial berlogo burung biru Twitter sedang banjir tagar #UmatMenjagaUlama.

  • Kabupaten Malang Digelontor Bansos Rp 328 Miliar oleh Kementerian Sosial

    Tahun 2017, Kementerian Sosial Republik Indonesia menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) sebesar Rp 328 Miliar kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Kabupaten Malang.

  • Reza Pukau Bupati Malang

    Reza Nur Aini (17), siswi kelas 11 MA Darul Huda, Tlepu, Sumbermanjing Wetan (Sumawe), memukau Bupati Malang Rendra Kresnabdalam acara Penyaluran Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Hibah Dalam Negeri.

  • 2017, Bantuan PKH Berkurang di Kabupaten Malang

    Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial RI tahun 2017 di Kabupaten Malang menurun, baik secara kuota penerima maupun besaran jumlah bantuan.

  • AYOjek, Aplikasi Arek Malang yang Nggak Hanya Pesan Ojek

    Dunia kini mulai beralih ke serba digital. Hampir seluruh kota di Indonesia diduduki GOjek. Tukang ojek hijau yang dipesan lewat aplikasi itu seolah memperkuat bahwa kita sedang di era apa saja tinggal tekan tombol pada smartphone.

  • Mensos Minta Yayan Belajar yang Baik supaya Jadi Ustad

    Menteri Sosial (Mensos) RI Khififah Indar Parawansa mengunjungi Pondok Pesantren Bahrul Maghfiro di Jalan Joyo Agung No 2 Tlogomas, Kecamatang Lowokwaru, Kota Malang, Minggu (22/1/2017) malam. Kedatangannya dalam rangka menjenguk Yayan (15), saudara kemba

  • Sejenak di Pantai Ungapan

    Matahari kian meninggi saat kami melanjutkan perjalanan. Deru suara laut dan keindahan yang terbentang sepanjang perjalanan lagi-lagi menggoda kami untuk sejenak menepi. Pilihan kami jatuh pada Pantai Ungapan.

  • DPRD Kabupaten Malang Minta Antisipasi Tenaga Kerja Asing Ilegal

    Komisi B DPRD Kabupaten Malang meminta Pemerintah Daerah melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk proaktif menjalin koordinasi dengan pihak kepolisian dan imigrasi dalam upaya mengantisipasi maraknya isue Tenaga Kerja Asing (TKA) yang masuk Indonesia s

  • Serunya Piknik Berlatar Pegunungan Jalur Lingkar Selatan

    Perjalanan terus berlanjut. Cuaca bersahabat hingga kami pun memutuskan berhenti sebentar. Pegunungan Kabupaten Malang yang terbentang di Jalur Lingkar Selatan (JLS) menggoda kami.

  • Dilepas Gus Lukman, Rombongan Berangkat Arungi Pantai Malang

    Keindahan pantai di wilayah Kabupaten Malang tak lagi dapat diungkapkan dengan kata-kata. Penikmat pantai tentu hafal betul pantai-pantai indah itu berderet di sepanjang bibir Pantai Selatan Malang.

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top