Inilah Makna Nasionalisme dan Kesetiaan dalam Film Garuda, I Leave My Heart In Lebanon

Jajaran Forpimda usai menyasikan pemutaran Film Garuda : I Leave My Heart In Lebanon, Senin (19/12/2016) malam. (Foto : Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Jajaran Forpimda usai menyasikan pemutaran Film Garuda : I Leave My Heart In Lebanon, Senin (19/12/2016) malam. (Foto : Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Korem 083/Bdj mengajak ratusan mahasiswa beserta para pejabat Pemkot Malang seperti Wakil Wali Kota Malang, Drs Sutiaji dan Ketua DPRD Kota Malang, Arif Darmawan  dan jajaran Polresta Malang menyaksikan Film Garuda : I Leave My Heart In Lebanon, Senin (19/12/2016) malam.

Kegiatan ini merupakan instruksi langsung dari  Panglima TNI agar masyarakat dan personil TNI khususnya bisa mengambil pelajaran berarti dari film tersebut seperti nasionalisme, kesetiaan dan prinsip hidup yang tercermin dalam film tersebut.

Film ini menceritakan, Pasukan Garuda TNI yang melakukan misi perdamaian di Lebanon dan harus meninggalkan keluarganya dan orang yang dicintainya demi tugas negara.

Namun, saat bertugas menjaga perdamaian Kapten Satria yang merupakan pemimpin pleton Pasukan Garuda mendapati seorang anak yang trauma karena melihat ayahnya meninggal sehingga ia tidak mau berbicara sama sekali dan membuat ibu dari anak tersebut khawatir.

Ahkirnya Kapten Satria pun berusaha melakukan pendekatan terhadap anak tersebut. Alhasil sekian lama anak tersebut semakin dekat dengan Kapten Satria yang juga pada akhirnya menimbulkan kedekatan khusus dengan ibu dari anak tersebut. 

Para prajurit yang menjadi  bawahan Kapten Satria mengingatkan bahwa ia sudah punya orang yang menunggunya di Indonesia. Ahkirnya Sang Kapten pun  berhasil melawan rasa kagumnya kepada ibu dari anak tersebut

Ujian kesetian terhadap negara dan bangsa tidak berhenti di situ. Setelah Sang Kapten  kembali ke Indonesia ia mendapatkan orang yang dicintainya sudah menikah lagi dengan orang lain. 

Namun, ia pun sebagai prajurit berusaha berlapang dada menerimanya karena kekecewaan yang ada di dadanya tertutup oleh rasa nasionalisme yang tinggi terhadap negara.
 
Wakil Wali Kota Malang, Drs Sutiaji  usai menyaksikan film tersebut mengatakan memang rasa kesetiaan maupun rasa nasionalisme harus ditanamkan pada diri masyarakat Indonesia.

"Jadi  kesetiaan dan nasionalisme ini sangat penting bagi bangsa. Apalagi untuk TNI ini yang merupakan garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa ini," jelasnya.

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Heryanto
Publisher : Abdul Rahman
  • Seni Drama Islam Kromengan Pernah Rajai Kabupaten Malang

    Kesenian drama atau sandiwara dengan konsep Islami pernah berjaya di dalam maupun luar Kabupaten Malang. Salah satunya yang bersinar adalah kelompok drama Lesbumi Kromengan yang hidup sejak tahun 1970-an dengan ciri khas syiar Islam dalam berbagai judul d

  • CEO Arema FC Anggap Arema Indonesia Manipulasi Saham

    Merebaknya banner bertuliskan "Satu Arema" bisa dimaknai keinginan Aremania menyatukan dua klub yang mempunyai nama hampir sama, yakni Arema FC dan Arema Indonesia.

  • Ini Hasil Penelusuran MalangTIMES Terhadap Toko Penjual Sajadah Bergambar Salib

    Untuk mencari keberadaan toko yang menjual sajadah bergambar salib, Jurnalis MALANGTIMES menyusuri jalan di sepanjang daerah Jalan Julius Usman, Sawahan sampai ke daerah Pasar Besar, Kota Malang.

  • Rekayasa Lalin Satu Arah, Benarkah Malang Nanti Tidak Macet Lagi?

    Kemacetan Malang kian parah dari tahun ke tahun hingga dinobatkan menjadi kota macet keempat di Asia tahun 2016, tentu harus segera ditanggani. Upaya memudar kemacetan itu salah satunya ialah melakukan rekayasa lalu lintas satu arah.

  • Heboh Sajadah Bersalib, Ini Klarifikasi Manajemen Mal Malang City Point

    Terkait sajadah bergambar Ka'bah yang di sampingnya terdapat menara dan di atas menara tergambar sebuah benda mirip salib di Mushala Mall Malang City Poin, pihak manajemen mall akhirnya memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.

  • Aremania Tetap Mendukung Nama Arema FC

    Terbentangnya banner yang bertuliskan "Arema Satu" banyak beredar di Kota Malang, hal itu sempat membuat resah Aremania. Pasalnya dalam Kongres PSSI beberapa waktu lalu, menyatakan Arema Indonesia dipulihkan kembali menjadi anggota dari PSSI.

  • Wali Kota Malang: Mediasi Angkutan Juga Salah Satu Moment Pembenahan

    Survey yang menempatkan Kota Malang sebagai kota termacet urutan keempat se-Asia dengan waktu yang terbuang 39,3 jam/tahun mendapatkan tanggapan dari Wali Kota Malang HM. Anton.

  • Terkait Survey Kota Malang Termacet Keempat se- Asia, Kadishub: Jangan Percaya Survey Seperti Itu

    "Ya jangan mudah percaya dengan hal seperti itu, kan ini juga bisa saja datanya juga belum jelas dari mana. Bagaimana pengujiannya, bagaimana cara surveynya, karena itu jangan mudah percaya," tandasnya disela mediasi di Balaikota.

  • Masyarakat Malang Kehilangan 39,3 Jam Per Tahun Akibat Macet

    Lembaga survei internasional INRIX menobatkan Kota Malang sebagai kota termacet keempat di Asia karena rata-rata waktu terbuang akibat macet sebesar 39,3 jam pertahun. Fakta ini tak membuat pakar transportasi Prof. Harnen Sulistio, M.Sc, Ph.D terkejut.

  • Delapan Spanduk Provokatif Terkait Polemik Angkutan Online Diturunkan Satpol PP

    Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang telah mencopot adanya spanduk yang dinilai provokatif terkait polemik permasalahan angkutan online di Kota Malang, Senin (27/02/17).

  • Kodim 0818: Waspadai TKA di Kabupaten Malang

    Banyaknya berita mengenai keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) Ilegal di berbagai daerah melalui berbagai media massa, membuat Kodim 0818 Wilayah Kabupaten Malang dan Kota Batu menyiapkan diri dalam menyikapi fenomena tersebut.

  • Hasil Mediasi Terkait Angkutan Munculkan Delapan Zona Khusus

    Mediasi yang berlangsung alot dengan berbagai interupsi dari perwakilan angkutan baik online maupun konvensional akhirnya telah selesai dengan kesepakatan pembatasan rute tertentu bagi angkutan online, Senin (27/02/17).

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top