Pemkot Beri Reward Bagi Perawat Cagar Budaya yang Dimilikinya

Walikota Malang HM.Anton (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Walikota Malang HM.Anton (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

MALANGTIMES- Pemkot Malang telah mengajukan Peraturan Daerah (Perda) tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan Perda tentang Cagar Budaya yang telah ditindaklanjuti oleh DPRD Kota Malang.

Terkait Perda  tentang Cagar Budaya, dijelaskan, hal ini bertujuan untuk menjaga, serta menguatkan, mempertahankan cagar budaya yang ada yang memiliki sejarah panjang.

Wali Kota Malang HM.Anton menjelaskan, berkaitan dengan Perda Cagar Budaya sendiri, pemerintah akan memberikan reward atau insentif bagi mereka yang sedang menempati cagar budaya misalnya di Kawasan Ijen.

"Mungkin nantinya tentang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) akan diringankan seperti pajak petani atau gimana, supaya nanti mereka ini tetap mau melestarikan cagar buadayanya, atau juga nantinya akan diberi bantuan jika nantinya akan melakukan pemugaran atau apa seperti itu," bebernya.

Terkait kawasan Ijen ini, konsep dalam pembangunan kawasan ini merupakan hal yang harus dilestarikan sebagai bagian dari Cagar Budaya dan juga konteks lingkungan.

"Saya memang sekarang mengarah kepada bangunan di Ijen itu dengan konsep, kita kalau ngomong  luar negeri, dimana konsep heritagenya kuat, segala sesuatunya dipertahankan, maka kita kan contoh itu," jelasnya.

Terkait boleh tidaknya membangun banguan modern di Kawasan Ijen, Anton menjelaskan,  sebetulnya pihaknya ingin sekali mempertahankan hal itu, bahkan di dalam peraturan pembangunannya sebetulnya sudah ada, hanya penguatan dan sanksi yang sekarang ia minta dalam perda lebih tegas.

"Karena selama ini sanksi itu belum ada, boleh dipugar, namun harus tetap mengacu pada heritage bukan moderen, oleh karenanya pada tahun 2017, kita bangun kompleks kawasan Ijen ini lingkungannya untuk memunculkan kawasan Heritage," tutupnya.

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
  • Tahun Ini Unikama Buka Program Pascasarjana Bahasa Inggris

    MALANGTIMES - Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) terus mengepakkan sayapnya dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu bersaing di dunia kerja.

  • Terus Belajar dan Kreatif, Kunci Desainer Muda Agar Tetap Eksis

    Pekembangan fashion semakin hari semakin tumbuh pesat. Hal tersebut bisa dilihat di Kota Malang. Banyak desainer baru yang tidak mau kalah saing terus menunjukkan karyanya. Baik itu desainer muda maupun tua, pria maupun wanita.

  • Lestarikan Budaya, Ratusan Seniman Menari Non Stop Selama Tujuh Jam di Alun-alun Merdeka Malang

    Untuk melestarikan seni budaya, ratusan penari menggelar aksi menari selama tujuh jam di Alun-alun Merdeka Kota Malang, Minggu (30/4/2017). Aksi tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Tari Dunia yang jatuh setiap 29 April.

  • Mahasiswa Terlibat Curanmor, Kapolresta Segera Lakukan Safari Kampus

    Kapolresta Malang AKBP Hoiruddin Hasibuan akan segera melakukan kunjungan atau bersafari ke beberapa perguruan tinggi di Kota Malang. Safari tersebut dimaksudkan untuk melakukan diskusi dan pembicaraan penting terkait perilaku para mahasiswa yang beberapa

  • Teroris Visual, Epilog Satir tentang Pelacuran

    Melalui komik, Aji Prasetyo mengeluarkan opini pribadinya mengenai pelacuran yang merupakan profesi tertua di dunia ini.

  • Bersihkan Sampah Kok Hancurkan Tempat Sampahnya

    Pernyataan Aji Prasetyo, pria kelahiran Pasuruan yang merupakan komikus dan ilustrator ini, sering mengejutkan. Serupa dengan karya-karya komiknya, seperti kumpulan komik "Teroria Visual"yang diterbitkan Cendana Art Media Jakarta, 2015, yang mengundang pr

  • Mata-Mata Terbaik dalam Revolusi Kemerdekaan

    Siapa sangka para penjaja seks ternyata memiliki peran penting dalam denyut sejarah revolusi Indonesia. Bahkan, secara khusus, Bung Karno (Presiden Soekarno) menyatakan kekaguman dan rasa terima kasihnya atas jasa para kupu-kupu malam ini.

  • Dulu Disebut Wanita Publik dan Dijuluki Penjahat yang Dibutuhkan

    Sejarah mencatat, profesi penjajah seks pernah mengalami berbagai sebutan. Dari pelacur, cabo, balon, sampai pada penghalusan sebutan, yaitu wanita tunasusila (WTS) dan PSK (pekerja seks komersial).

  • Dance Sport Sudah Masuk Cabor, namun Masih Kekurangan Atlet Muda

    Perkembangan dance sport di Indonesia, bahkan di dunia, saat ini semakin bagus. Dance sport sudah diakui sebagai cabang olahraga (cabor) di bawah naungan KONI. Jadi, di berbagai tempat sudah banyak lomba dance yang digelar.

  • Sekitar Tujuh Ribu Penari Catat Rekor MuRI Malang Menari

    Satu lagi rekor MuRI (Museum Rekor Indonesia) lahir dari Malang. Rekor terakhir itu dibukukan sekitar tujuh ribu peserta Menari Menari di kawasan Bundaran Tugu Balai Kota Malang, Minggu (30/4/2017).

  • Ari Lasso Hipnotis Ribuan Penonton Malang Jazz Festival 2017

    Ribuan penonton terhipnotis penampilan penyanyi papan atas Ari Lasso dalam Malang Festival Jazz 2017.

  • 11 Hari, Polres Malang Bekuk 16 Napi Kabur

    Perburuan tak kenal lelah terus dilakukan Polres Malang dalam mencokok kembali 17 tahanan yang kabur sejak Rabu 19 April lalu. Perburuan tidak hanya dilakukan di dalam wilayah Kabupaten Malang, tetapi sampai ke luar kota dan lintas provinsi, seperti Jawa

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top