Bahas Raperda Kawasan Bebas Rokok, Dewan Perokok Tidak Semangat

Wakil Ketua DPRD Kota Malang, M.Zainuddin (Foto : Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Wakil Ketua DPRD Kota Malang, M.Zainuddin (Foto : Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Peraturan Daerah (Perda) tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan Perda tentang Cagar Budaya telah diajukan kepada DPRD Kota Malang.

Menariknya, dalam pantauan MalangTIMES, ada suasana yang berbeda saat para wakil rakyat ini melakukan pembahasan rancangan perda tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).  

Mereka terlihat kurang bersemangat. Bahkan, sejumlah anggota dewan khususnya yang masuk kategori perokok berat terlihat menggerutu menandakan tidak terlalu setuju jika perda itu disahkan.    

Wakil Ketua DPRD Kota Malang dari Fraksi PKB, M. Zainuddin mengakui kegelisahan teman-temannya di gedung dewan terkait perda ini nantinya.

Namun, jika nantinya jadi disahkan maka sesuai undang-undang perda ini harus dilaksanakan secara konsisten oleh semua orang termasuk para anggota dewan yang terhormat. 

"Meskipun teman-teman ada yang mengeluh, namun  itu nanti tetap harus sesuai perundang-undangan. Sebab, perda itu merupakan break down dari undang-undang di atasnya," jelasnya.

Dia memprediksi nanti perda ini akan menimbulkan pro dan kontra di gedung dewan sendiri, lebih-lebih di tengah masyarakat. 

"Ya mudah-mudahan jika perda itu nanti disahkan , ya teman-teman yang doyan merokok bisa jadi berkurang. Nanti arahnya mungkin kantor pemerintahan tidak boleh untuk tempat merokok. Biasa, pasti ada pro dan kontra. Untung saya nggak merokok," tandasnya.

Saat MalangTIMES mengikuti rapat sampai usai, terpantau memang banyak anggota dewan, khususnya yang masuk ketegori perokok terlihat sedikit mengeluh seraya menyampaikan joke-joke segarnya dengan teman anggota legislatif yang lain. "Wah ga iso rokokan maneh iki. Gak rokokan wes," kelekar sejumlah anggota dewan. 

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
  • Tahun Ini Unikama Buka Program Pascasarjana Bahasa Inggris

    MALANGTIMES - Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) terus mengepakkan sayapnya dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu bersaing di dunia kerja.

  • Terus Belajar dan Kreatif, Kunci Desainer Muda Agar Tetap Eksis

    Pekembangan fashion semakin hari semakin tumbuh pesat. Hal tersebut bisa dilihat di Kota Malang. Banyak desainer baru yang tidak mau kalah saing terus menunjukkan karyanya. Baik itu desainer muda maupun tua, pria maupun wanita.

  • Lestarikan Budaya, Ratusan Seniman Menari Non Stop Selama Tujuh Jam di Alun-alun Merdeka Malang

    Untuk melestarikan seni budaya, ratusan penari menggelar aksi menari selama tujuh jam di Alun-alun Merdeka Kota Malang, Minggu (30/4/2017). Aksi tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Tari Dunia yang jatuh setiap 29 April.

  • Mahasiswa Terlibat Curanmor, Kapolresta Segera Lakukan Safari Kampus

    Kapolresta Malang AKBP Hoiruddin Hasibuan akan segera melakukan kunjungan atau bersafari ke beberapa perguruan tinggi di Kota Malang. Safari tersebut dimaksudkan untuk melakukan diskusi dan pembicaraan penting terkait perilaku para mahasiswa yang beberapa

  • Teroris Visual, Epilog Satir tentang Pelacuran

    Melalui komik, Aji Prasetyo mengeluarkan opini pribadinya mengenai pelacuran yang merupakan profesi tertua di dunia ini.

  • Bersihkan Sampah Kok Hancurkan Tempat Sampahnya

    Pernyataan Aji Prasetyo, pria kelahiran Pasuruan yang merupakan komikus dan ilustrator ini, sering mengejutkan. Serupa dengan karya-karya komiknya, seperti kumpulan komik "Teroria Visual"yang diterbitkan Cendana Art Media Jakarta, 2015, yang mengundang pr

  • Mata-Mata Terbaik dalam Revolusi Kemerdekaan

    Siapa sangka para penjaja seks ternyata memiliki peran penting dalam denyut sejarah revolusi Indonesia. Bahkan, secara khusus, Bung Karno (Presiden Soekarno) menyatakan kekaguman dan rasa terima kasihnya atas jasa para kupu-kupu malam ini.

  • Dulu Disebut Wanita Publik dan Dijuluki Penjahat yang Dibutuhkan

    Sejarah mencatat, profesi penjajah seks pernah mengalami berbagai sebutan. Dari pelacur, cabo, balon, sampai pada penghalusan sebutan, yaitu wanita tunasusila (WTS) dan PSK (pekerja seks komersial).

  • Dance Sport Sudah Masuk Cabor, namun Masih Kekurangan Atlet Muda

    Perkembangan dance sport di Indonesia, bahkan di dunia, saat ini semakin bagus. Dance sport sudah diakui sebagai cabang olahraga (cabor) di bawah naungan KONI. Jadi, di berbagai tempat sudah banyak lomba dance yang digelar.

  • Sekitar Tujuh Ribu Penari Catat Rekor MuRI Malang Menari

    Satu lagi rekor MuRI (Museum Rekor Indonesia) lahir dari Malang. Rekor terakhir itu dibukukan sekitar tujuh ribu peserta Menari Menari di kawasan Bundaran Tugu Balai Kota Malang, Minggu (30/4/2017).

  • Ari Lasso Hipnotis Ribuan Penonton Malang Jazz Festival 2017

    Ribuan penonton terhipnotis penampilan penyanyi papan atas Ari Lasso dalam Malang Festival Jazz 2017.

  • 11 Hari, Polres Malang Bekuk 16 Napi Kabur

    Perburuan tak kenal lelah terus dilakukan Polres Malang dalam mencokok kembali 17 tahanan yang kabur sejak Rabu 19 April lalu. Perburuan tidak hanya dilakukan di dalam wilayah Kabupaten Malang, tetapi sampai ke luar kota dan lintas provinsi, seperti Jawa

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top