Sinergikan Program, Bupati Imbau Desa Ikut Entaskan Kemiskinan

 Tito Fibrian, Camat Sumberpucung saat menjelaskan bahwa desa mampu mempercepat keberhasilan pengentasan kemiskinan, Kamis (01/12/2017) (Foto : Nana/MalangTIMES)
Tito Fibrian, Camat Sumberpucung saat menjelaskan bahwa desa mampu mempercepat keberhasilan pengentasan kemiskinan, Kamis (01/12/2017) (Foto : Nana/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Target mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Malang, terutama di wilayah perdesaan menjadi sulit kalau mengandalkan dana daerah semata.

Kondisi inilah yang membuat Bupati Malang, Dr. H Rendra Kresna mengimbau seluruh desa melalui kecamatan untuk ikut serta mengentaskan kemiskinan dengan dana yang kini masuk ke rekening desa.

"Prioritas pembangunan bidang pariwisata, lingkungan hidup dan pengentasan kemiskinan memang sudah saatnya dipercepat oleh desa-desa yang ada,"kata Tito Fibrian, Camat Sumberpucung, Kamis (30/11/2016) di ruang kerjanya.

Tito juga menyatakan bahwa hal tersebut merupakan imbauan Bupati agar tercipta sinkronisasi pembangunan antara daerah dan desa.

Penekanan program kerja bedah rumah maupun jambanisasi dan bank sampah, menjadi prioritas di tahun 2017.

"Menyisihkan dana miliaran yang masuk desa untuk program berkelanjutan tersebut, saya rasa tidaklah berat,"ujar Tito yang menjelaskan juga bahwa nantinya data kemiskinan akan dikoordinasikan dengan Bappeda dan Biro Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang.

"Agar data valid dan peruntukannya sesuai dengan kondisi nyata di desa-desa. Jangan sampai kasus salah sasaran terulang lagi,"tegasnya.

Sebagai informasi, rata-rata desa di tahun 2017 akan menerima transfer dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekitar Rp. 600 juta lebih.

"Ditunjang dengan Alokasi Dana Desa (ADD) sekitar Rp. 400 juta dan lainnya, desa rata-rata akan mendapat dana Rp 1 Miliar lebih. Jauh lebih banyak dari tahun 2016," terang Tito.

Pewarta : Dede Nana
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
  • Tahun Ini Unikama Buka Program Pascasarjana Bahasa Inggris

    MALANGTIMES - Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) terus mengepakkan sayapnya dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu bersaing di dunia kerja.

  • Terus Belajar dan Kreatif, Kunci Desainer Muda Agar Tetap Eksis

    Pekembangan fashion semakin hari semakin tumbuh pesat. Hal tersebut bisa dilihat di Kota Malang. Banyak desainer baru yang tidak mau kalah saing terus menunjukkan karyanya. Baik itu desainer muda maupun tua, pria maupun wanita.

  • Lestarikan Budaya, Ratusan Seniman Menari Non Stop Selama Tujuh Jam di Alun-alun Merdeka Malang

    Untuk melestarikan seni budaya, ratusan penari menggelar aksi menari selama tujuh jam di Alun-alun Merdeka Kota Malang, Minggu (30/4/2017). Aksi tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Tari Dunia yang jatuh setiap 29 April.

  • Mahasiswa Terlibat Curanmor, Kapolresta Segera Lakukan Safari Kampus

    Kapolresta Malang AKBP Hoiruddin Hasibuan akan segera melakukan kunjungan atau bersafari ke beberapa perguruan tinggi di Kota Malang. Safari tersebut dimaksudkan untuk melakukan diskusi dan pembicaraan penting terkait perilaku para mahasiswa yang beberapa

  • Teroris Visual, Epilog Satir tentang Pelacuran

    Melalui komik, Aji Prasetyo mengeluarkan opini pribadinya mengenai pelacuran yang merupakan profesi tertua di dunia ini.

  • Bersihkan Sampah Kok Hancurkan Tempat Sampahnya

    Pernyataan Aji Prasetyo, pria kelahiran Pasuruan yang merupakan komikus dan ilustrator ini, sering mengejutkan. Serupa dengan karya-karya komiknya, seperti kumpulan komik "Teroria Visual"yang diterbitkan Cendana Art Media Jakarta, 2015, yang mengundang pr

  • Mata-Mata Terbaik dalam Revolusi Kemerdekaan

    Siapa sangka para penjaja seks ternyata memiliki peran penting dalam denyut sejarah revolusi Indonesia. Bahkan, secara khusus, Bung Karno (Presiden Soekarno) menyatakan kekaguman dan rasa terima kasihnya atas jasa para kupu-kupu malam ini.

  • Dulu Disebut Wanita Publik dan Dijuluki Penjahat yang Dibutuhkan

    Sejarah mencatat, profesi penjajah seks pernah mengalami berbagai sebutan. Dari pelacur, cabo, balon, sampai pada penghalusan sebutan, yaitu wanita tunasusila (WTS) dan PSK (pekerja seks komersial).

  • Dance Sport Sudah Masuk Cabor, namun Masih Kekurangan Atlet Muda

    Perkembangan dance sport di Indonesia, bahkan di dunia, saat ini semakin bagus. Dance sport sudah diakui sebagai cabang olahraga (cabor) di bawah naungan KONI. Jadi, di berbagai tempat sudah banyak lomba dance yang digelar.

  • Sekitar Tujuh Ribu Penari Catat Rekor MuRI Malang Menari

    Satu lagi rekor MuRI (Museum Rekor Indonesia) lahir dari Malang. Rekor terakhir itu dibukukan sekitar tujuh ribu peserta Menari Menari di kawasan Bundaran Tugu Balai Kota Malang, Minggu (30/4/2017).

  • Ari Lasso Hipnotis Ribuan Penonton Malang Jazz Festival 2017

    Ribuan penonton terhipnotis penampilan penyanyi papan atas Ari Lasso dalam Malang Festival Jazz 2017.

  • 11 Hari, Polres Malang Bekuk 16 Napi Kabur

    Perburuan tak kenal lelah terus dilakukan Polres Malang dalam mencokok kembali 17 tahanan yang kabur sejak Rabu 19 April lalu. Perburuan tidak hanya dilakukan di dalam wilayah Kabupaten Malang, tetapi sampai ke luar kota dan lintas provinsi, seperti Jawa

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top