Lindungi Cagar Budaya, Pemkot Malang Rancang Perda Khusus

Suasana rapat paripurna penyampaian jawaban Wali Kota Malang, Kamis (1/12/2017) (Foto : Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Suasana rapat paripurna penyampaian jawaban Wali Kota Malang, Kamis (1/12/2017) (Foto : Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kelestarian cagar budaya di Kota Malang mulai mendapat perhatian serius pemerintah. Salah satunya dibuktikan dengan digagasnya Peraturan Daerah (Perda) tentang cagar budaya.

Saat ini, perda ini sedang digodok di DPRD Kota Malang. Pembahasan rancangan perda yang dimaksud sudah masuk pada tahap penyampaian jawaban Wali Kota Malang atas pandangan umum fraksi, Kamis (1/12/2017).

Wali Kota Malang, HM Anton menjawab sejumah pandangan fraksi di DPRD Kota Malang atas rancangan perda yang dimaksud.

Saat menanggapi pandangan dari fraksi PDIP dan Demokrat misalnya, Abah Anton, sapaan akrab Wali Kota Malang, HM Anton mengatakan nilai religiusitas masyarakat Kota Malang harus tetap dijaga, apapun bentuk perubahan yang dilakukan.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan misalnya memasang ornamen-ornamen yang identik dengan Kota Malang di setiap kantor pemerintahan maupun mal-mal yang ada.

"Di setiap tempat keramaian minimal setiap tahunya wajib menampilkan berbagai macam assesoris khas Kota Malang," tandas Anton.

Saat menjawab pertanyaan Fraksi Nasdem yang menyampaikan pertanyaan apakah Dinas Kebudayaan sudah meneliti rule of cultur sebagai panduan desain cagar budaya Kota Malang selama ini?

Abah Anton memastikan bahwa semua yang dilakukan sudah sesuai dengan ketentuan yang ada termasuk menjaga dan melestarikan ciri khas Kota Malang dalam setiap kreasi dan inovasi yang dilakukan. 

Bahkan, Abah Anton saat menanggapi pandangan dari Fraksi PKB berjanji akan tetap menjaga orisinalitas cagar budaya yang ada dengan melakukan penyelamatan dan penyimpangan benda cagar budaya di museum yang ada. 

"Kami akan memberikan saksi tegas kepada perusak cagar budaya dan sengaja ingin menghilangkan karakter Kota Malang," tegasnya. 

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Heryanto
Publisher : Anang Sugara
  • Tahun Ini Unikama Buka Program Pascasarjana Bahasa Inggris

    MALANGTIMES - Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) terus mengepakkan sayapnya dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu bersaing di dunia kerja.

  • Terus Belajar dan Kreatif, Kunci Desainer Muda Agar Tetap Eksis

    Pekembangan fashion semakin hari semakin tumbuh pesat. Hal tersebut bisa dilihat di Kota Malang. Banyak desainer baru yang tidak mau kalah saing terus menunjukkan karyanya. Baik itu desainer muda maupun tua, pria maupun wanita.

  • Lestarikan Budaya, Ratusan Seniman Menari Non Stop Selama Tujuh Jam di Alun-alun Merdeka Malang

    Untuk melestarikan seni budaya, ratusan penari menggelar aksi menari selama tujuh jam di Alun-alun Merdeka Kota Malang, Minggu (30/4/2017). Aksi tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Tari Dunia yang jatuh setiap 29 April.

  • Mahasiswa Terlibat Curanmor, Kapolresta Segera Lakukan Safari Kampus

    Kapolresta Malang AKBP Hoiruddin Hasibuan akan segera melakukan kunjungan atau bersafari ke beberapa perguruan tinggi di Kota Malang. Safari tersebut dimaksudkan untuk melakukan diskusi dan pembicaraan penting terkait perilaku para mahasiswa yang beberapa

  • Teroris Visual, Epilog Satir tentang Pelacuran

    Melalui komik, Aji Prasetyo mengeluarkan opini pribadinya mengenai pelacuran yang merupakan profesi tertua di dunia ini.

  • Bersihkan Sampah Kok Hancurkan Tempat Sampahnya

    Pernyataan Aji Prasetyo, pria kelahiran Pasuruan yang merupakan komikus dan ilustrator ini, sering mengejutkan. Serupa dengan karya-karya komiknya, seperti kumpulan komik "Teroria Visual"yang diterbitkan Cendana Art Media Jakarta, 2015, yang mengundang pr

  • Mata-Mata Terbaik dalam Revolusi Kemerdekaan

    Siapa sangka para penjaja seks ternyata memiliki peran penting dalam denyut sejarah revolusi Indonesia. Bahkan, secara khusus, Bung Karno (Presiden Soekarno) menyatakan kekaguman dan rasa terima kasihnya atas jasa para kupu-kupu malam ini.

  • Dulu Disebut Wanita Publik dan Dijuluki Penjahat yang Dibutuhkan

    Sejarah mencatat, profesi penjajah seks pernah mengalami berbagai sebutan. Dari pelacur, cabo, balon, sampai pada penghalusan sebutan, yaitu wanita tunasusila (WTS) dan PSK (pekerja seks komersial).

  • Dance Sport Sudah Masuk Cabor, namun Masih Kekurangan Atlet Muda

    Perkembangan dance sport di Indonesia, bahkan di dunia, saat ini semakin bagus. Dance sport sudah diakui sebagai cabang olahraga (cabor) di bawah naungan KONI. Jadi, di berbagai tempat sudah banyak lomba dance yang digelar.

  • Sekitar Tujuh Ribu Penari Catat Rekor MuRI Malang Menari

    Satu lagi rekor MuRI (Museum Rekor Indonesia) lahir dari Malang. Rekor terakhir itu dibukukan sekitar tujuh ribu peserta Menari Menari di kawasan Bundaran Tugu Balai Kota Malang, Minggu (30/4/2017).

  • Ari Lasso Hipnotis Ribuan Penonton Malang Jazz Festival 2017

    Ribuan penonton terhipnotis penampilan penyanyi papan atas Ari Lasso dalam Malang Festival Jazz 2017.

  • 11 Hari, Polres Malang Bekuk 16 Napi Kabur

    Perburuan tak kenal lelah terus dilakukan Polres Malang dalam mencokok kembali 17 tahanan yang kabur sejak Rabu 19 April lalu. Perburuan tidak hanya dilakukan di dalam wilayah Kabupaten Malang, tetapi sampai ke luar kota dan lintas provinsi, seperti Jawa

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top