Dapat Kepercayaan Penuh Bupati, Wahyu Hidayat Sukses Memimpin Upacara HUT Korpri

Wahyu Hidayat, Kepala Dinas Pengairan Kab. Malang (belakang) bersama Bupati Malang saat inspeksi peserta upacara HUT Korpri ke 45
Wahyu Hidayat, Kepala Dinas Pengairan Kab. Malang (belakang) bersama Bupati Malang saat inspeksi peserta upacara HUT Korpri ke 45

MALANGTIMES - Sejak pagi, sekitar pukul 07.30 WIB, Wahyu Hidayat, Kepala Dinas (Kadis) Pengairan Kab. Malang telah bersiap untuk memimpin upacara HUT Korpri ke-45 di Stadiun Kanjuruhan Kepanjen Malang, Rabu (30/11).

Di dapuk menjadi Komandan Upacara secara langsung oleh Bupati Malang, Rendra Kresna, merupakan kepercayaan tinggi yang harus dijawab dengan kesungguhan mensukseskan kegiatan yang diembannya.

"Ini adalah kepercayaan tinggi dari Bupati kepada saya untuk memimpin upacara. Tentunya saya wajib melaksanakan sebaik mungkin,"kata Wahyu Hidayat, Rabu (30/11) sore di ruang kerjanya.
Kepercayaan Bupati tentunya dengan pertimbangan matang dalam memilih Komandan Upacara. Seperti diketahui, Wahyu Hidayat memiliki pengalaman dalam memimpin upacara sekelas tingkat kabupaten selama lima kali.

"Iya mas, saya pernah didapuk juga selama lima kali untuk memimpin upacara,"ujar Kepala Dinas ramah ini.

Wahyu Hidayat, Kadis. Pengairan Kab. Malang menjadi Komandan Upacara HUT Korpri ke -45 (30/11)

Dia juga menyampaikan bahwa kepercayaan langsung dari Bupati bukanlah hal mudah. "Sulit dan tidak mudah menurut saya. Selalu ada proses dalam mendapatkan kepercayaan, apalagi langsung dari Bupati,"ujarnya yang juga menyatakan tidak mengetahui alasan khusus penunjukannya menjadi Komandan Upacara.

Walaupun ada insiden dalam upacara, yaitu teguran langsung dari Bupati kepada peserta, secara keseluruhan dari pantauan Malangtimes, upacara HUT Korpri ke-45 berjalan lancar dari awal inspeksi sampai pada akhir yaitu lomba devile.

"Alhamdulillah walau ada sedikit insiden, secara umum kepercayaan dari Bupati kepada saya bisa dilaksanakan sebaik-baiknya,"pungkas Wahyu Hidayat.

Pewarta : Nana
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Raafi Prapandha
  • Tahun Ini Unikama Buka Program Pascasarjana Bahasa Inggris

    MALANGTIMES - Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) terus mengepakkan sayapnya dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu bersaing di dunia kerja.

  • Terus Belajar dan Kreatif, Kunci Desainer Muda Agar Tetap Eksis

    Pekembangan fashion semakin hari semakin tumbuh pesat. Hal tersebut bisa dilihat di Kota Malang. Banyak desainer baru yang tidak mau kalah saing terus menunjukkan karyanya. Baik itu desainer muda maupun tua, pria maupun wanita.

  • Lestarikan Budaya, Ratusan Seniman Menari Non Stop Selama Tujuh Jam di Alun-alun Merdeka Malang

    Untuk melestarikan seni budaya, ratusan penari menggelar aksi menari selama tujuh jam di Alun-alun Merdeka Kota Malang, Minggu (30/4/2017). Aksi tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Tari Dunia yang jatuh setiap 29 April.

  • Mahasiswa Terlibat Curanmor, Kapolresta Segera Lakukan Safari Kampus

    Kapolresta Malang AKBP Hoiruddin Hasibuan akan segera melakukan kunjungan atau bersafari ke beberapa perguruan tinggi di Kota Malang. Safari tersebut dimaksudkan untuk melakukan diskusi dan pembicaraan penting terkait perilaku para mahasiswa yang beberapa

  • Teroris Visual, Epilog Satir tentang Pelacuran

    Melalui komik, Aji Prasetyo mengeluarkan opini pribadinya mengenai pelacuran yang merupakan profesi tertua di dunia ini.

  • Bersihkan Sampah Kok Hancurkan Tempat Sampahnya

    Pernyataan Aji Prasetyo, pria kelahiran Pasuruan yang merupakan komikus dan ilustrator ini, sering mengejutkan. Serupa dengan karya-karya komiknya, seperti kumpulan komik "Teroria Visual"yang diterbitkan Cendana Art Media Jakarta, 2015, yang mengundang pr

  • Mata-Mata Terbaik dalam Revolusi Kemerdekaan

    Siapa sangka para penjaja seks ternyata memiliki peran penting dalam denyut sejarah revolusi Indonesia. Bahkan, secara khusus, Bung Karno (Presiden Soekarno) menyatakan kekaguman dan rasa terima kasihnya atas jasa para kupu-kupu malam ini.

  • Dulu Disebut Wanita Publik dan Dijuluki Penjahat yang Dibutuhkan

    Sejarah mencatat, profesi penjajah seks pernah mengalami berbagai sebutan. Dari pelacur, cabo, balon, sampai pada penghalusan sebutan, yaitu wanita tunasusila (WTS) dan PSK (pekerja seks komersial).

  • Dance Sport Sudah Masuk Cabor, namun Masih Kekurangan Atlet Muda

    Perkembangan dance sport di Indonesia, bahkan di dunia, saat ini semakin bagus. Dance sport sudah diakui sebagai cabang olahraga (cabor) di bawah naungan KONI. Jadi, di berbagai tempat sudah banyak lomba dance yang digelar.

  • Sekitar Tujuh Ribu Penari Catat Rekor MuRI Malang Menari

    Satu lagi rekor MuRI (Museum Rekor Indonesia) lahir dari Malang. Rekor terakhir itu dibukukan sekitar tujuh ribu peserta Menari Menari di kawasan Bundaran Tugu Balai Kota Malang, Minggu (30/4/2017).

  • Ari Lasso Hipnotis Ribuan Penonton Malang Jazz Festival 2017

    Ribuan penonton terhipnotis penampilan penyanyi papan atas Ari Lasso dalam Malang Festival Jazz 2017.

  • 11 Hari, Polres Malang Bekuk 16 Napi Kabur

    Perburuan tak kenal lelah terus dilakukan Polres Malang dalam mencokok kembali 17 tahanan yang kabur sejak Rabu 19 April lalu. Perburuan tidak hanya dilakukan di dalam wilayah Kabupaten Malang, tetapi sampai ke luar kota dan lintas provinsi, seperti Jawa

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top