Sate Ayam, Nasi Goreng, Laris Manis di Moscow Winter Bazaar 2016

Suasana Hajatan Moscow Winter Bazaar di Moskow, Senin (28/11/2016) (Foto : KBRI Moskow for MalangTIMES)
Suasana Hajatan Moscow Winter Bazaar di Moskow, Senin (28/11/2016) (Foto : KBRI Moskow for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Hajatan Moscow Winter Bazaar kembali digelar International Women's Club of Moscow (IWCM) pada 26 November 2016 di Hotel Radisson Slavyanskaya. Kegiatan ke-28 sejak tahun 1994 ini diikuti lebih 100 perwakilan asing di Moskow, berbagai perusahaan swasta, sponsor dan sukarelawan manca negara serta dihadiri ribuan pengunjung.

KBRI Moskow yang dimotori Dharma Wanita Persatuan turut berpartisipasi di Winter Bazaar.

Di food bazaar, Indonesia membuka gerai berbagai kuliner khas Indonesia seperti sate ayam, lumpia, nasi bakar, bakwan, martabak, aneka kue, mi instan, kopi instan dan sebagainya, yang ramai dikunjungi pembeli.

Sementara di crafts and goods bazaar, gerai Indonesia menampilkan berbagai handicraft Indonesia seperti kemeja batik, kipas batik, syal batik, pakaian songket, bros wayang, pembatas buku wayang, perhiasan, dan aneka kerajinan khas Indonesia lainnya.

Gerai khusus juga menyajikan kopi “Torabika Kapucino” dari Grup Mayora yang laris dikunjungi pembeli.

“Saya sangat berterima kasih atas kiprah Dharma Wanita Persatuan KBRI Moskow melaksanakan culinary diplomacy kepada khalayak Rusia,” ujar Duta Besar RI untuk Rusia merangkap Belarus Wahid Supriyadi saat berkunjung ke gerai kuliner.

Selain itu keuntungan yang disumbangkan DWP KBRI Moskow melalui IWCM bagi kalangan yang membutuhkan di Rusia, sangat bermakna bagi peningkatan citra positif Indonesia di masyarakat Rusia dan internasional.”

Selain menyajikan aneka kuliner dan produk manca negara, di ruang teater Winter Bazaar sejak pagi hingga sore disuguhkan pula berbagai pertunjukan seni budaya internasional.

Selama 20 menit, Indonesia menampilkan empat tarian, yakni tari Jaipong “Toka-Toka” dari Jawa Barat oleh Katerina Makanina, tari kontemporer “Sari Dewi” dari Jawa Tengah oleh 7 mahasiswa dan mahasiswi Rusia dari Institute of Asia Africa Moscow State University, tari “Lenggang Nyai” dari Jawa Tengah oleh 4 mahasiswi Indonesia di Rusia, dan tari “Condon” dari Bali oleh Saori Watanabe, warga Jepang yang bermukim di Moskow.

Tarian yang energik dengan musik lincah serta kostum menarik mendapat aplus meriah penonton.

Salah seorang penonton asal Rusia menyampaikan antusiasmenya.

"Selain terkenal sebagai tempat wisata, Bali juga memiliki budaya sangat tinggi. Saya sangat menikmati tarian yang tadi dimainkan. Sangat energik dan unik,” ujar Svetlana, seorang  mahasiswi Rusia.

International Women's Club of Moscow (IWC) www.iwcmoscow.ru didirikan tahun 1978 dan keanggotannya terbuka bagi ekspatriat wanita dan pria  yang bermukim di Moskow dan secara terbatas bagi pemegang paspor Rusia. 

Fokus kegiatan utama IWC adalah Kelompok Minat (Interest groups, terdapat 80 kelompok minat), Kelompok Amal (the Charities group) dan Penggalangan dana (Fundraising).

Kegiatan Winter Bazaar merupakan kegiatan utama tahunan yang menyumbang 2/3 pendapatan amal IWC.

Selain untuk amal, Winter Bazar juga bertujuan sebagai wadah solidaritas dan silaturahmi ribuan warga asing dan warga Rusia melalui kegiatan “shopping from around the world” ini.

Pendapatan yang diperoleh IWC selanjutnya disumbangkan ke berbagai proyek amal yang dipantau oleh IWC. (Sumber: KBRI Moskow dan situs IWCM)

Pewarta : KBRI Moskow
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top