Model Irigasi Sprinkler Dinas Pengairan Kabupaten Malang Bikin Takjub Peneliti ITB dan IPB

Bendungan di wilayah Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang sebagai penampung air irigasi sprinkrel (Foto : Dinas Pengairan Kabupaten Malang for malangtimes)
Bendungan di wilayah Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang sebagai penampung air irigasi sprinkrel (Foto : Dinas Pengairan Kabupaten Malang for malangtimes)

MALANGTIMES -  Dinas Pengairan Kabupaten Malang di bawah komando Wahyu Hidayat, telah menghasilkan berbagai inovasi dibidang pengairan irigasi di Kabupaten Malang.

Tidak tanggung-tanggung berbagai inovasi, seperti sistem irigasi Sprinkler yang telah ada di Kecamatan Poncokusumo, membuat takjub para peneliti Institus Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang pernah melihatnya.

"Mereka para profesor dan Doktor yang datang ke sini dalam rangka riset perubahan iklim. Saat mereka mengetahui bendungan sprinkler, mereka takjub,"kata Warih Kusumo, Kepala Bidang Pengembangan Konservasi Sumber Daya Air (PKSDA) Dinas Pengairan Kabupaten Malang, Selasa (29/11/2016) di ruang kerjanya.

Warih menyampaikan ketakjuban para peneliti tersebut disebabkan Irigasi sprinkler adalah salah satu irigasi pertanian paling modern saat ini.

Warih Kusumo, Kepala Bidang Pengembangan Konservasi Sumber Daya Air Dinas Pengairan Kab. Malang (Foto : Nana MalangTIMES)

"Kabupaten Malang sebagai daerah telah memakai sistem irigasi ini membuat mereka takjub. Apalagi mengetahui irigasi sprinkler sudah dibangun sejak 2007 sampai 2014," lanjut Warih yang juga menyampaikan bahwa sistem ini dipuji karena menjaga kelembaban tanah dan mengontrol kondisi iklim yang kini semakin berubah.

Irigasi Sprinkler ialah suatu model pemberian air ke seluruh permukaan lahan yang akan diirigasi dengan bantuan pipa bertekanan melalui nozzle.

Sistem ini dapat diklasifikasikan menjadi sistem permanen, portable/semi portable, traveling irrigatorcenter pivot atau linear move.

"Dengan kondisi wilayah di Kabupaten Malang khususnya wilayah yang berdekatan dengan gunung berapi, sistem ini menjadi sangat efektif bagi petani,"ujar Warih yang pernah mengeyam pendidikan di Jepang dan sedang menyusun disertasinya di Universitas Brawijaya Malang ini.

"Selain untuk menyiram tanaman, sistem ini dapat digunakan untuk pemupukan dan pengobatan,"imbuhnya.

Sistem irigasi sprinkle ini pada dasarnya menggunakan air yang bertekanan dan keluar melalui perangkat yang disebut sebagai penyiram (sprinkler).

Penyiram (sprinkler) biasanya terletak pada pipa yang disebut lateral. Air disemprotkan ke udara dan kemudian jatuh masuk ke dalam tanah, menyirami tanaman yang ada di sekitarnya.

"Bahkan kita kembangkan sistem ini dengan cara suntik,"papar Warih yang juga menyatakan sumber air irigasi dibuatkan bendungan besar.

"Bendungan inilah yang jadi tempat tampung air irigasi sekaligus sebagai penahan material gunung berapi saat meletus dan melintasi sungai,"lanjutnya.

Keberhasilan sistem irigasi sprinkrel Dinas Pengairan Kabupaten Malang ini nantinya juga akan dikembangkan fungsinya sebagai wahana wisata yang selaras dengan fungsi utamanya sebagai irigasi.  

Pewarta : Nana
Editor : Heryanto
Publisher : Anang Sugara
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top