Rektor Ajak Media Antarkan UB jadi Kampus dengan Reputasi Baik

Rektor Universitas Brawijaya Malang, Prof. Dr. Muhammad Bisri saat menyampaikan visinya memimpin kampus ke depan di depan para pimpinan media massa Malang Raya di Hotel Santika, Senin (28/11/2016) malam. (Foto : Heryanto/MalangTIMES).
Rektor Universitas Brawijaya Malang, Prof. Dr. Muhammad Bisri saat menyampaikan visinya memimpin kampus ke depan di depan para pimpinan media massa Malang Raya di Hotel Santika, Senin (28/11/2016) malam. (Foto : Heryanto/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Universitas Brawijaya (UB) ternyata tidak puas hanya dikenal sebagai kampus favorit dengan segudang peminat di seantero jagad.

Masalah mutu dan reputasi menjadi poin penting dan target yang harus dicapai ke depan. 

Sebab, kuantitas tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas dan kiprah positif kampus dalam membangun masyarakat, bangsa dan negara.

Oleh karena itu, mutu dan reputasi baik menjadi pekerjaan rumah (PR)  bagi kampus terbesar di Kota Malang ini.

Meskipun terkenal sebagai kampus favorit di Indonesia namun reputasi UB di tingkat Internasional masih menempati urutan ke 701 sejak 2011 dan urutan 300 di Asia. 

Demikian disampaikan Rektor Universitas Brawijaya, Prof Dr Ir Muhammad Bisri di depan para pimpinan media baik cetak, elektronik, maupun online dalam acara Gala Dinner, Media Partnership Gathering di Ruang Majapahit, Hotel Santika Malang, Senin (28/11/2016) malam.

Kegiatan ini diadakan sekaligus menyambut rangkaian kegiatan Diesnatalis UB ke-54 yang akan berlangsung bulan depan.

"Oleh karena itu, kami membutuhkan teman-teman wartawan untuk mengantar visi besar kami menjadikan kampus ini memiliki reputasi baik," ujar Prof Bisri.

Salah satu upaya konkret yang bisa  dilakukan oleh media, lanjut Bisri, adalah mengangkat keunikan-keunikan dan ciri khas UB yang belum banyak diketahui orang.

"Dahulukan konten-konten yang inspiratif dan membangun daripada konten-konten negatif. Prioritas utama tentu keunikan-keunikannya bukan sisi negaifnya saja yang diangkat," beber Bisri. 

Pewarta : Aditya Fachril Bayu
Editor : Heryanto
Publisher : Akhmad Prayogi
Sumber : Malang TIMES (JatimTimesNetwork)
  • Tahun Ini Unikama Buka Program Pascasarjana Bahasa Inggris

    MALANGTIMES - Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) terus mengepakkan sayapnya dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu bersaing di dunia kerja.

  • Terus Belajar dan Kreatif, Kunci Desainer Muda Agar Tetap Eksis

    Pekembangan fashion semakin hari semakin tumbuh pesat. Hal tersebut bisa dilihat di Kota Malang. Banyak desainer baru yang tidak mau kalah saing terus menunjukkan karyanya. Baik itu desainer muda maupun tua, pria maupun wanita.

  • Lestarikan Budaya, Ratusan Seniman Menari Non Stop Selama Tujuh Jam di Alun-alun Merdeka Malang

    Untuk melestarikan seni budaya, ratusan penari menggelar aksi menari selama tujuh jam di Alun-alun Merdeka Kota Malang, Minggu (30/4/2017). Aksi tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Tari Dunia yang jatuh setiap 29 April.

  • Mahasiswa Terlibat Curanmor, Kapolresta Segera Lakukan Safari Kampus

    Kapolresta Malang AKBP Hoiruddin Hasibuan akan segera melakukan kunjungan atau bersafari ke beberapa perguruan tinggi di Kota Malang. Safari tersebut dimaksudkan untuk melakukan diskusi dan pembicaraan penting terkait perilaku para mahasiswa yang beberapa

  • Teroris Visual, Epilog Satir tentang Pelacuran

    Melalui komik, Aji Prasetyo mengeluarkan opini pribadinya mengenai pelacuran yang merupakan profesi tertua di dunia ini.

  • Bersihkan Sampah Kok Hancurkan Tempat Sampahnya

    Pernyataan Aji Prasetyo, pria kelahiran Pasuruan yang merupakan komikus dan ilustrator ini, sering mengejutkan. Serupa dengan karya-karya komiknya, seperti kumpulan komik "Teroria Visual"yang diterbitkan Cendana Art Media Jakarta, 2015, yang mengundang pr

  • Mata-Mata Terbaik dalam Revolusi Kemerdekaan

    Siapa sangka para penjaja seks ternyata memiliki peran penting dalam denyut sejarah revolusi Indonesia. Bahkan, secara khusus, Bung Karno (Presiden Soekarno) menyatakan kekaguman dan rasa terima kasihnya atas jasa para kupu-kupu malam ini.

  • Dulu Disebut Wanita Publik dan Dijuluki Penjahat yang Dibutuhkan

    Sejarah mencatat, profesi penjajah seks pernah mengalami berbagai sebutan. Dari pelacur, cabo, balon, sampai pada penghalusan sebutan, yaitu wanita tunasusila (WTS) dan PSK (pekerja seks komersial).

  • Dance Sport Sudah Masuk Cabor, namun Masih Kekurangan Atlet Muda

    Perkembangan dance sport di Indonesia, bahkan di dunia, saat ini semakin bagus. Dance sport sudah diakui sebagai cabang olahraga (cabor) di bawah naungan KONI. Jadi, di berbagai tempat sudah banyak lomba dance yang digelar.

  • Sekitar Tujuh Ribu Penari Catat Rekor MuRI Malang Menari

    Satu lagi rekor MuRI (Museum Rekor Indonesia) lahir dari Malang. Rekor terakhir itu dibukukan sekitar tujuh ribu peserta Menari Menari di kawasan Bundaran Tugu Balai Kota Malang, Minggu (30/4/2017).

  • Ari Lasso Hipnotis Ribuan Penonton Malang Jazz Festival 2017

    Ribuan penonton terhipnotis penampilan penyanyi papan atas Ari Lasso dalam Malang Festival Jazz 2017.

  • 11 Hari, Polres Malang Bekuk 16 Napi Kabur

    Perburuan tak kenal lelah terus dilakukan Polres Malang dalam mencokok kembali 17 tahanan yang kabur sejak Rabu 19 April lalu. Perburuan tidak hanya dilakukan di dalam wilayah Kabupaten Malang, tetapi sampai ke luar kota dan lintas provinsi, seperti Jawa

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top