Kapolsek Sumberpucung Bantah Isu Warga Sumberpucung Berangkat Aksi 212

 Logo Aksi Bela Islam III tanggal 2 Desember 2016 (Istimewa)
Logo Aksi Bela Islam III tanggal 2 Desember 2016 (Istimewa)

MALANGTIMES - Beredarnya isu akan adanya keberangkatan warga Kecamatan Sumberpucung ke Jakarta dalam rangka demo 212 sebanyak satu bus yang didanai oleh orang Surabaya, ditampik oleh Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Sumberpucung, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Sri Widyaningsih.


"Tidak ada mobilisasi warga Sumberpucung untuk berangkat ke Jakarta dalam demo 212," katanya melalui pesan singkat WA, Senin (28/11/12) kepada MalangTIMES.


Sri Widyaningsih juga menuliskan bahwa kondisi di wilayahnya selama ini cukup kondusif.
"Di sini kondusif dan saya katakan lagi tidak ada warga yang berangkat ke Jakarta untuk ikut demo 212," tulisnya.


Beredarnya isu akan ada pemberangkatan satu bus besar warga Sumberpucung ke Jakarta untuk ikut demo Bela Islam tanggal 2 Desember 2016 (212) bermula dari percakapan di warung-warung kopi dan beberapa kantor desa yang ada di wilayah Kecamatan Sumberpucung.
Sebut saja M (45) salah satu warga di wilayah Sumberpucung yang menyatakan bahwa akan ada pemberangkatan jemaah ke Jakarta untuk berdemo.


"Kabarnya sudah diketahui masyarakat kok, bahwa di wilayah Sumberpucung akan diberangkat sejumlah orang dengan bus besar," terangnya.
Senada dengan M, salah satu perangkat desa di wilayah Sumberpucung juga menyampaikan bahwa keberangkatan warga didanai oleh orang luar.


"Seperti ada mobilisasi dan semua biaya katanya sudah ditanggung orang Surabaya," kata S yang tidak mau ditulis namanya.
Isu yang beredar tentang keberangkatan warga Sumberpucung dalam aksi 212 memang cukup menjadi topik hangat, dan menyita perhatian masyarakat dan pemerintah daerah.
Sebagai informasi saat ini telah ada kesepakatan GNPF-MUI dengan Kapolri yang berisikan bahwa Aksi Bela Islam tetap digelar di Monas mulai jam 08.00 Wib. - 13.00 WIB. Target Aksi adalah Penjarakan Ahok.


Dibentuk Tim Terpadu Pelaksana Aksi antara GNPF dan Polri. ( Panggung, Wudhu, penjagaan, medis, shoff, arah kiblat, tempat untuk non Muslim )  jika ada gerakan pada Aksi 212 di luar kesepakatan ini, GNPF tidak bertangungjawab.
Yang terakhir tidak ada lagi himbauan atau pelarangan dari Kapolri terhadap aksi tersebut.

Pewarta : Dede Nana
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
  • Nyaman, Kerudung Instan Berbahan Ceruti Banyak Diminati

    Hijab dengan model simple langsung pakai (instan) kian digemari kaum hawa di Malang.

  • Unik, Anggota Komunitas Ini Semuanya Bernama Agus

    Siapa yang tak pernah dengar nama Agus. Nama ini sangat familiar se antero Indonesia. Mulai tua, muda, dewasa, anak-anak dari kota besar sampai daerah pelosok desa terpencil pastinya banyak sekali mendapati orang bernama Agus, begitu juga di Kota Malang.

  • Dua Petinju Terbaik D'Kross BC Siap Pertahankan Gelar Dunia

    Dua petinju terbaik D'Kross Boxing Camp (BC), Hero Tito dan Rivo Rengkung, tak main-main menyongsong kejuaraan internasional WPBF dalam waktu dekat. Persiapan matang lewat latihan sudah dilakukan kedua petinju juara dunia itu.

  • Babinsa Koramil 0818/23 Jabung Bantu Bersihkan Puing Kebakaran

    Maraknya permasalahan yang disebabkan bencana, baik alam maupun kesalahan manusia (human error), di wilayah Kabupatrn Malang telah melahirkan kekuatan sosial di masyarakat. Begitu juga berbagai lembaga atau institusi pemerintah terjun secara langsung dal

  • BNN Kabupaten Malang Tes Urine Anggota Kodim 0818

    Tim Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang mendatangi markas Kodim 0818 Wilayah Kabupaten Malang dan Kota Batu, Senin (27/03). BNN datang dalam rangka sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di aula

  • Fillipe Bertoldo Pamit Tinggalkan Arema FC

    Arema FC harus kehilangan satu pemain asingnya, Fillipe Bertoldo, lantaran larangan Federasi Sepak Bola Asia (AFC). Selain Bertoldo, AFC melarang sembilan pemain lainnya asal Brazil yang memiliki paspor Timor Leste. Menurut AFC, paspor asal Timor Leste te

  • Warga Tidak Tahu Biaya Nikah di KUA, Rawan Terjadi Pungli

    Masih banyak warga yang tidak tahu berapa biaya nikah di KUA sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2015. Begitu juga, warga tidak banyak yang tahu berapa biaya nikah di luar KUA.

  • Apes, Mobil Diparkir dalam Garasi Tetap Hilang

    Nasib apes menimpa warga Pancoran, Jakarta Selatan, Retno Setyowati yang saat ini tinggal di Jalan Sawo, Klojen, Kota Malang. Perempuan 68 tahun tersebut harus kehilangan mobil kesayanganya ketika diparkir di dalam garasi rumahnya.

  • Dinas PU Tinggikan Pinggiran Drainase Rawan Orang Tercebur

    Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang akan mendata gorong-gorong atau drainase yang rawan membuat orang tercebur. Khususnya drainase yang tidak berpenutup.

  • Berkolaboratif Percantik Kepanjen, Dinas PU Bina Marga Terangi Berbagai Ruas Jalan

    Prioritas Pemerintahan Kabupaten Malang dalam mewujudkan Kepanjen sebagai green smart city terus digenjot oleh beberapa dinas terkait. Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) misalnya berkolaborasi secara cantik dengan Dinas Pekerjaan

  • Tak Tangung-tangung Pemerintah Gelontor Rp 60 Triliun untuk Desa

    Tahun ini komitmen Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi untuk membangun desa diwujudkan dengan penambahan anggaran dana desa (DD) yang cukup besar.

  • Tampilan Baru, Sarinah Malang Kini Banyak Produk untuk Kawula Muda

    Sejak mengusung konsep anyar dan lakukan renovasi bangunan, Sarinah Basuki Rachmad Malang kian fokus pada segmen anak muda.

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top