Mengawal Malang Jadi Kota Mode

Pesona Ken Dedes, Inspirasi Busana Ready To Wear Desainer Agus Sunandar

Agus Sunandar (tengah) bersama busana ready to wear dengan lini My Suga (Foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)
Agus Sunandar (tengah) bersama busana ready to wear dengan lini My Suga (Foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Desainer kondang sekaligus Ketua Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter Malang Agus Sunandar menampilkan pesona permaisuri Ken Dedes dalam balutan busana di ajang Fashion Show Festival Mbois pada Sabtu (26/11/2016) malam. 

Agus menampilkan enam rancangan bernuansa etnik yang kental. Menggusung warna warni netral, lini busana My Suga berhasil menampilkan keindahan putra putri keraton. Agus mengaku terinspirasi sosok Pradnya Paramitha yang anggun dan elegan. 

"Tema busana saya kali ini masih sosok Pradnya Paramitha. Pokoknya tetaplah putri kerajaan tapi kali ini mungkin lebih ke pengawal permaisuri ya," jelas Agus yang juga berprofesi sebagai dosen.

Topi menjulang menjadi fashion statement yang ditampilkan lini busana My Suga. Sentuhan modern dengan motif jaring di bagian bawahan jadi daya tarik rancangan pria asal Madura itu. 

Agus mengaku walau lini busana ready to wear ia tak mau biasa saja. "Busana orang Indonesia itu kaya dengan ornamen, jadi kalau dibilang ready to wear ya inilah gaya orang Indonesia menerjemahkan busana siap pakai, tetap ada unsur- unsur wahnya dan megah," ujarnya. 

Sementara itu, selain Agus Sunandar ada sepuluh desainer yang tampil. Tidak hanya perorangan namun komunitas Malang Fashion Movement juga unjuk gigi. Tim desainer Malang Fashion Movement menampilkan busana bergaya classy edgy dengan sentuhan Batik Malangan. 

Betty Na Wardani, salah seorang desainer mengatakan selain didominasi batik Malangan rupanya Malang Fashion Movement juga mulai menampilan keindahan kain Sibori dari Negeri Sakura Jepang. (*)

Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Aditya Fachril Bayu
  • Seni Drama Islam Kromengan Pernah Rajai Kabupaten Malang

    Kesenian drama atau sandiwara dengan konsep Islami pernah berjaya di dalam maupun luar Kabupaten Malang. Salah satunya yang bersinar adalah kelompok drama Lesbumi Kromengan yang hidup sejak tahun 1970-an dengan ciri khas syiar Islam dalam berbagai judul d

  • CEO Arema FC Anggap Arema Indonesia Manipulasi Saham

    Merebaknya banner bertuliskan "Satu Arema" bisa dimaknai keinginan Aremania menyatukan dua klub yang mempunyai nama hampir sama, yakni Arema FC dan Arema Indonesia.

  • Ini Hasil Penelusuran MalangTIMES Terhadap Toko Penjual Sajadah Bergambar Salib

    Untuk mencari keberadaan toko yang menjual sajadah bergambar salib, Jurnalis MALANGTIMES menyusuri jalan di sepanjang daerah Jalan Julius Usman, Sawahan sampai ke daerah Pasar Besar, Kota Malang.

  • Rekayasa Lalin Satu Arah, Benarkah Malang Nanti Tidak Macet Lagi?

    Kemacetan Malang kian parah dari tahun ke tahun hingga dinobatkan menjadi kota macet keempat di Asia tahun 2016, tentu harus segera ditanggani. Upaya memudar kemacetan itu salah satunya ialah melakukan rekayasa lalu lintas satu arah.

  • Heboh Sajadah Bersalib, Ini Klarifikasi Manajemen Mal Malang City Point

    Terkait sajadah bergambar Ka'bah yang di sampingnya terdapat menara dan di atas menara tergambar sebuah benda mirip salib di Mushala Mall Malang City Poin, pihak manajemen mall akhirnya memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.

  • Aremania Tetap Mendukung Nama Arema FC

    Terbentangnya banner yang bertuliskan "Arema Satu" banyak beredar di Kota Malang, hal itu sempat membuat resah Aremania. Pasalnya dalam Kongres PSSI beberapa waktu lalu, menyatakan Arema Indonesia dipulihkan kembali menjadi anggota dari PSSI.

  • Wali Kota Malang: Mediasi Angkutan Juga Salah Satu Moment Pembenahan

    Survey yang menempatkan Kota Malang sebagai kota termacet urutan keempat se-Asia dengan waktu yang terbuang 39,3 jam/tahun mendapatkan tanggapan dari Wali Kota Malang HM. Anton.

  • Terkait Survey Kota Malang Termacet Keempat se- Asia, Kadishub: Jangan Percaya Survey Seperti Itu

    "Ya jangan mudah percaya dengan hal seperti itu, kan ini juga bisa saja datanya juga belum jelas dari mana. Bagaimana pengujiannya, bagaimana cara surveynya, karena itu jangan mudah percaya," tandasnya disela mediasi di Balaikota.

  • Masyarakat Malang Kehilangan 39,3 Jam Per Tahun Akibat Macet

    Lembaga survei internasional INRIX menobatkan Kota Malang sebagai kota termacet keempat di Asia karena rata-rata waktu terbuang akibat macet sebesar 39,3 jam pertahun. Fakta ini tak membuat pakar transportasi Prof. Harnen Sulistio, M.Sc, Ph.D terkejut.

  • Delapan Spanduk Provokatif Terkait Polemik Angkutan Online Diturunkan Satpol PP

    Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang telah mencopot adanya spanduk yang dinilai provokatif terkait polemik permasalahan angkutan online di Kota Malang, Senin (27/02/17).

  • Kodim 0818: Waspadai TKA di Kabupaten Malang

    Banyaknya berita mengenai keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) Ilegal di berbagai daerah melalui berbagai media massa, membuat Kodim 0818 Wilayah Kabupaten Malang dan Kota Batu menyiapkan diri dalam menyikapi fenomena tersebut.

  • Hasil Mediasi Terkait Angkutan Munculkan Delapan Zona Khusus

    Mediasi yang berlangsung alot dengan berbagai interupsi dari perwakilan angkutan baik online maupun konvensional akhirnya telah selesai dengan kesepakatan pembatasan rute tertentu bagi angkutan online, Senin (27/02/17).

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top