Mengawal Malang Jadi Kota Mode

Kalluella Adjanie, Desainer Muda Cantik nan Berbakat

Kalluella Adjanie (kiri) saat tengah berburu kain tradisional. (foto Kalluella Adjanie for MALANGTIMES)
Kalluella Adjanie (kiri) saat tengah berburu kain tradisional. (foto Kalluella Adjanie for MALANGTIMES)

MALANGTIMES - Kalluella Adjanie. Siapa dia? Di antara para desainer top yang masuk jajaran anggota Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter Malang, ada nama Kalluella Adjanie. Ella, demikian perempuan cantik itu akrab disapa, adalah anggota muda IFC Chapter Malang. 

Ketertarikan Ella terhadap dunia mode tak lain karena sang Ibunda, Hermina Andreyani, merupakan owner Quinna School of Fashion. "Karena Mama desainer, jadi ikutan suka sama dunia fashion. Tapi benar-benar jatuh cinta sama dunia fashion sih ya pas SMA," ungkap alumnus SMA Negeri 4 Malang itu saat ditemui MalangTIMES di Quinna School of Fashion Malang. 

Ella mengaku tak belajar fashion secara khusus. "Dari kecil diajak Mama ikut fashion show dan belajar fashion juga otodidak," ujar wanita 26 tahun itu.

Paras cantik dan menawan buat Ella kecil jadi sasaran foto. "Tapi itu waktu kecil. Sekarang di belakang layar saja," ujarnya.

Belajar di sekolah sang Ibunda nyatanya mampu membuat Ella seperti sekarang. Di usia yang terbilang muda, Ella punya lini baju eksklusif dengan brand Ella Adjanie Design.

Untuk kelas desainer, baju eksklusif karya Ella dipatok dengan harga terjangkau. "Aku buat baju sesuai permintaan costumer, termasuk dari segi budget yang mereka punya," ujar pengagum desainer kondang Karl Lagerfeld itu. 

Desain Ella adalah pakaian ready to wear dengan gaya feminin nan sporty. Label Ella Adjanie Design itu jadi wardrobe finalis Kakang Mbakyu Kota Malang. Presenter olahraga TV nasional Putri Viola bahkan kerap memesan baju rancangan Ella. 

Tahun depan Ella berencana membuka butik baju. Bila Ella Adjanie Design banyak menampilkan baju tradisional dengan sentuhan modern, maka lini fashion Ella yang baru itu bakal bergaya lebih modern. (*)

Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Abdul Hanan
  • Seni Drama Islam Kromengan Pernah Rajai Kabupaten Malang

    Kesenian drama atau sandiwara dengan konsep Islami pernah berjaya di dalam maupun luar Kabupaten Malang. Salah satunya yang bersinar adalah kelompok drama Lesbumi Kromengan yang hidup sejak tahun 1970-an dengan ciri khas syiar Islam dalam berbagai judul d

  • CEO Arema FC Anggap Arema Indonesia Manipulasi Saham

    Merebaknya banner bertuliskan "Satu Arema" bisa dimaknai keinginan Aremania menyatukan dua klub yang mempunyai nama hampir sama, yakni Arema FC dan Arema Indonesia.

  • Ini Hasil Penelusuran MalangTIMES Terhadap Toko Penjual Sajadah Bergambar Salib

    Untuk mencari keberadaan toko yang menjual sajadah bergambar salib, Jurnalis MALANGTIMES menyusuri jalan di sepanjang daerah Jalan Julius Usman, Sawahan sampai ke daerah Pasar Besar, Kota Malang.

  • Rekayasa Lalin Satu Arah, Benarkah Malang Nanti Tidak Macet Lagi?

    Kemacetan Malang kian parah dari tahun ke tahun hingga dinobatkan menjadi kota macet keempat di Asia tahun 2016, tentu harus segera ditanggani. Upaya memudar kemacetan itu salah satunya ialah melakukan rekayasa lalu lintas satu arah.

  • Heboh Sajadah Bersalib, Ini Klarifikasi Manajemen Mal Malang City Point

    Terkait sajadah bergambar Ka'bah yang di sampingnya terdapat menara dan di atas menara tergambar sebuah benda mirip salib di Mushala Mall Malang City Poin, pihak manajemen mall akhirnya memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.

  • Aremania Tetap Mendukung Nama Arema FC

    Terbentangnya banner yang bertuliskan "Arema Satu" banyak beredar di Kota Malang, hal itu sempat membuat resah Aremania. Pasalnya dalam Kongres PSSI beberapa waktu lalu, menyatakan Arema Indonesia dipulihkan kembali menjadi anggota dari PSSI.

  • Wali Kota Malang: Mediasi Angkutan Juga Salah Satu Moment Pembenahan

    Survey yang menempatkan Kota Malang sebagai kota termacet urutan keempat se-Asia dengan waktu yang terbuang 39,3 jam/tahun mendapatkan tanggapan dari Wali Kota Malang HM. Anton.

  • Terkait Survey Kota Malang Termacet Keempat se- Asia, Kadishub: Jangan Percaya Survey Seperti Itu

    "Ya jangan mudah percaya dengan hal seperti itu, kan ini juga bisa saja datanya juga belum jelas dari mana. Bagaimana pengujiannya, bagaimana cara surveynya, karena itu jangan mudah percaya," tandasnya disela mediasi di Balaikota.

  • Masyarakat Malang Kehilangan 39,3 Jam Per Tahun Akibat Macet

    Lembaga survei internasional INRIX menobatkan Kota Malang sebagai kota termacet keempat di Asia karena rata-rata waktu terbuang akibat macet sebesar 39,3 jam pertahun. Fakta ini tak membuat pakar transportasi Prof. Harnen Sulistio, M.Sc, Ph.D terkejut.

  • Delapan Spanduk Provokatif Terkait Polemik Angkutan Online Diturunkan Satpol PP

    Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang telah mencopot adanya spanduk yang dinilai provokatif terkait polemik permasalahan angkutan online di Kota Malang, Senin (27/02/17).

  • Kodim 0818: Waspadai TKA di Kabupaten Malang

    Banyaknya berita mengenai keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) Ilegal di berbagai daerah melalui berbagai media massa, membuat Kodim 0818 Wilayah Kabupaten Malang dan Kota Batu menyiapkan diri dalam menyikapi fenomena tersebut.

  • Hasil Mediasi Terkait Angkutan Munculkan Delapan Zona Khusus

    Mediasi yang berlangsung alot dengan berbagai interupsi dari perwakilan angkutan baik online maupun konvensional akhirnya telah selesai dengan kesepakatan pembatasan rute tertentu bagi angkutan online, Senin (27/02/17).

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top