Liputan Khusus Hotel di Malang

Berenang Penuh Kehangatan Bersama Keluarga di Ibis Style

 Hotel Ibis Styles Malang (Foto : istimewa)
Hotel Ibis Styles Malang (Foto : istimewa)

MALANGTIMES - Ibis Style, hotel setara bintang 4 yang tersebar 6 cabang di Jawa Timur salah satunya di Kota Malang menawarkan pengalaman berbeda bagi pelanggannya.

Dengan 150 kamar yang terdiri dari 3 type, yaitu standart room dengan double dan twin bed sebanyak 136 kamar dan deluxe room 13 kamar dan duluxe suite 1 kamar, serta beberapa fasilitas lainnya, Ibis Styles memang cocok untuk keluarga yang ingin menghabiskan waktu bersama, sembari mendapatkan experience yang beda dari hotel lain yakni kolam renang dengan air hangat.

Prima firmana director of sales and marketing hotel Ibis Styles menjelaskan, Hotel Ibis Style setara bintang 4 menawarkan sesuatu pengalaman yang berbeda dari yang lainnya dengan berbagai event yang dibuat serta untuk fasikitas baru yang akan dibuat dalam waktu dekat yakni kolam renang dengan air hangat.

"Untuk kolam renang kita akan tambahi fasilitas air hangat, sehingga para tamu bisa menikmati waktu berenang mereka di Ibis Style dengan rileks bersama keluarga yang nantinya ketika mereka keluar dari hotel bisa merasakan experience yang akan. Membuat mereka kembali lagi," terang Prima.

Ia juga menambahkan, untuk penggunjung umum yang ingin merasakan berenang di Ibis, akan dikenakan biaya sebesar Rp 50 ribu per pack.

"Namun kita juga ada member untuk pengunjung yang ingin bergabung sebesar Rp 500 ribu untuk 6 bulan, bisa menikmati fasilitas kolam renang dan gym" bebernya.

Selain Kolam renang, Hotel Ibis Style juga menyediakan fasilitas lain seperti Gym serta Spa.

Untuk gym sendiri, jelas Prima, para tamu yang menginap di Hotel Ibis boleh menggunakan arena gym tersebut serta kolam renang yang telah disediakan di lantai 2.

"Tidak ada batasan yang menggunakan  sarana gym atau kolam renang khusus untuk yang menginap di type tertentu, jasi semua tamu Ibis Style bisa menggunakan sarana tersebut" tandasnya.

Selain itu, Hotel Ibis juga menyediakan Kuliner-kuliner yang khas seperti Nasi Lemak, Nasi bakar tuna, chicken katsu dan lainnya yang tersedia pada Streats Restauran yang nyaman dan luas

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Heryanto
Publisher : debyawan erlansyah
  • Seni Drama Islam Kromengan Pernah Rajai Kabupaten Malang

    Kesenian drama atau sandiwara dengan konsep Islami pernah berjaya di dalam maupun luar Kabupaten Malang. Salah satunya yang bersinar adalah kelompok drama Lesbumi Kromengan yang hidup sejak tahun 1970-an dengan ciri khas syiar Islam dalam berbagai judul d

  • CEO Arema FC Anggap Arema Indonesia Manipulasi Saham

    Merebaknya banner bertuliskan "Satu Arema" bisa dimaknai keinginan Aremania menyatukan dua klub yang mempunyai nama hampir sama, yakni Arema FC dan Arema Indonesia.

  • Ini Hasil Penelusuran MalangTIMES Terhadap Toko Penjual Sajadah Bergambar Salib

    Untuk mencari keberadaan toko yang menjual sajadah bergambar salib, Jurnalis MALANGTIMES menyusuri jalan di sepanjang daerah Jalan Julius Usman, Sawahan sampai ke daerah Pasar Besar, Kota Malang.

  • Rekayasa Lalin Satu Arah, Benarkah Malang Nanti Tidak Macet Lagi?

    Kemacetan Malang kian parah dari tahun ke tahun hingga dinobatkan menjadi kota macet keempat di Asia tahun 2016, tentu harus segera ditanggani. Upaya memudar kemacetan itu salah satunya ialah melakukan rekayasa lalu lintas satu arah.

  • Heboh Sajadah Bersalib, Ini Klarifikasi Manajemen Mal Malang City Point

    Terkait sajadah bergambar Ka'bah yang di sampingnya terdapat menara dan di atas menara tergambar sebuah benda mirip salib di Mushala Mall Malang City Poin, pihak manajemen mall akhirnya memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.

  • Aremania Tetap Mendukung Nama Arema FC

    Terbentangnya banner yang bertuliskan "Arema Satu" banyak beredar di Kota Malang, hal itu sempat membuat resah Aremania. Pasalnya dalam Kongres PSSI beberapa waktu lalu, menyatakan Arema Indonesia dipulihkan kembali menjadi anggota dari PSSI.

  • Wali Kota Malang: Mediasi Angkutan Juga Salah Satu Moment Pembenahan

    Survey yang menempatkan Kota Malang sebagai kota termacet urutan keempat se-Asia dengan waktu yang terbuang 39,3 jam/tahun mendapatkan tanggapan dari Wali Kota Malang HM. Anton.

  • Terkait Survey Kota Malang Termacet Keempat se- Asia, Kadishub: Jangan Percaya Survey Seperti Itu

    "Ya jangan mudah percaya dengan hal seperti itu, kan ini juga bisa saja datanya juga belum jelas dari mana. Bagaimana pengujiannya, bagaimana cara surveynya, karena itu jangan mudah percaya," tandasnya disela mediasi di Balaikota.

  • Masyarakat Malang Kehilangan 39,3 Jam Per Tahun Akibat Macet

    Lembaga survei internasional INRIX menobatkan Kota Malang sebagai kota termacet keempat di Asia karena rata-rata waktu terbuang akibat macet sebesar 39,3 jam pertahun. Fakta ini tak membuat pakar transportasi Prof. Harnen Sulistio, M.Sc, Ph.D terkejut.

  • Delapan Spanduk Provokatif Terkait Polemik Angkutan Online Diturunkan Satpol PP

    Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang telah mencopot adanya spanduk yang dinilai provokatif terkait polemik permasalahan angkutan online di Kota Malang, Senin (27/02/17).

  • Kodim 0818: Waspadai TKA di Kabupaten Malang

    Banyaknya berita mengenai keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) Ilegal di berbagai daerah melalui berbagai media massa, membuat Kodim 0818 Wilayah Kabupaten Malang dan Kota Batu menyiapkan diri dalam menyikapi fenomena tersebut.

  • Hasil Mediasi Terkait Angkutan Munculkan Delapan Zona Khusus

    Mediasi yang berlangsung alot dengan berbagai interupsi dari perwakilan angkutan baik online maupun konvensional akhirnya telah selesai dengan kesepakatan pembatasan rute tertentu bagi angkutan online, Senin (27/02/17).

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top