Kasus Pungli Mutasi Kabupaten Malang

Kadis Pendidikan: Saya Tak Tahu Ada Mutasi Guru yang Akibatkan Kepala BKD Tertangkap

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Budi Iswoyo
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Budi Iswoyo

MALANGTIMES - Aksi pemerasan atau pungli yang dilakukan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Malang Suwandi bisa jadi dilakukan secara berjamaah, tapi juga bisa dilakukan tunggal. Sampai saat ini Polres Malang Kota yang melakukan penangkapan tangan terhadap Suwandi masih mendalami adanya keterlibatan pihak lain.


Kapolres Malang Kota Decky Hendarsono masih memerintahkan anak buahnya untuk terus melakukan penyidikan. "Kami akan mendalami dulu kasus tersebut secara detail. Untuk saat ini, kami masih belum bisa berkomentar banyak. Semuanya masih menunggu hasil penyidikan," ujar Decky melalui ponselnya pada Kamis (27/10/2016) pagi.


Yang pasti, terangnya, polisi telah menangkap tangan seorang pejabat yang diduga melakukan pemerasan terhadap seorang guru dari Kalimantan Selatan yang ingin mutasi menjadi guru di sekolah Kabupaten Malang.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Budi Iswoyo menjelaskan, dirinya tidak tahu-menahu mengenai kasus yang menimpa koleganya di Pemkab Malang. Itu karena dirinya ada di Bandung. Dia baru membaca kabar tersebut dari media online MALANGTIMES.


Hanya saja, menurut dia, prosedur untuk mutasi dari luar daerah, maka guru yang bersangkutan harus lulus butuh dahulu. Maksud lulus butuh, adalah sekolah yang akan dituju oleh guru yang bersangkutan tersebut kompetensinya memang benar-benar membutuhkan.  "Lulus butuh itu dilakukan karena kepindahan guru itu nantinya akan ada sangkut pautnya dengan anggaran, termasuk juga dengan masalah sertifikasi," ujar Budi.


Menurutnya, guru yang meminta pindah, harus mengirim surat terlebih dahulu kepada sekolah yang dituju ataupun sekolah yang akan dilepaskannya. "Jadi, suratnya ditujukan kepada sekolah, bukan kepada pemerintah daerah. Nah, kepindahan ini diurus langsung oleh badan kepegawaian," terangnya.
Khusus untuk guru tingkat SMA dan SMK, maka secara de facto, kewenangannya kini ada pada Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sebab, pada bulan lalu, kewenangan SMA dan SMK yang sebelumnya ada di tangan Pemkab Malang, kini sudah dialihkan ke provinsi. 


"Selama ini, dinas pendidikan hanya memberikan saran mengenai masalah mutasi guru dari luar provinsi, itu pun kalau diminta. Kalau tidak diminta, ya tidak memberikan. Karena itu memang wewenang BKD.


Seperti diketahui, pada Selasa (25/10/2016) malam lalu, sekitar pukul 18.30, polisi telah menangkap tangan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Malang Suwandi.
Dia ditangkap karena melakukan pungli kepada seorang guru di Kalimantan Selatan yang ingin pindah mengajar ke sebuah sekolah di Kabupaten Malang. Berdasarkan keterangan yang ada, guru tersebut telah menyerahkan uang sebanyak tiga kali. Pada penyerahan pertama, guru tersebut telah setor Rp 10 juta, kedua setor Rp 5 juta, dan ketiga akan menyetor Rp 3 juta. 


Pada setoran ketiga inilah, Suwandi ditangkap tangan oleh Polres Malang Kota. Penangkapan tangan terhadap Suwandi dipimpin Kanit Pidsus Polres Malang Kota Ipda Rudy Widajanto. Suwandi ditagkap polisi sesaat setelah menerima uang setoran Rp 3 juta dari korban. "Awalnya guru tersebut ngobrol biasa dengan tersangka (Suwandi) di rumahnya di Jalan Soekarno-Hatta. Kemudian setelah ngomong, diserahkanlah uang terseut. Beberapa saat kemudian, tim polisi masuk dan melakukan penangkapan," ujar salah satu sumber Malang Times.


Selanjutnya, dua ponsel Suwandi diamankan. Kemudian Suwandi dikeler ke kantor BKD Kabupaten Malang. Di kantor BKD, polisi juga menyita beberapa dokumen penting. Dan kabar yang beredar, polisi juga menemukan uang puluhan juta rupiah di kantor Suwandi. 

Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Aditya Fachril Bayu

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top