6 Tokoh Dunia Ini Sukses Meskipun Tanpa Gelar Akademik

6 Tokoh Dunia Sukses Tanpa Gelar Akademik
6 Tokoh Dunia Sukses Tanpa Gelar Akademik

MALANGTIMES - Kesuksesan bisa diraih dengan banyak cara. Semangat yang tinggi tanpa kenal putus asa merupakan modal utama meraih sukses. 

Bahkan, bermodal semangat itu orang bisa sukses meskipun tidak menyentuh Pendidikan formal dan menyandang deretan gelar kesarjanaan.

Beberapa tokoh berikut menjadi bukti bahwa tanpa menyandang gelar kesarjanaan sekalipun orang bisa sukses. 

Hal ini dibuktikan oleh enam tokoh dunia yang sangat inspiratif berikut : 


1.  Putri Diana

Siapa yang tidak mengenal wanita cantik ini. Dia adalah Diana Spencer atau yang lebih dikenal sebagai Princess of Wales. Dia merupakan mantan istri dari Pangeran Charles.

Dalam bidang akademik, Putri Diana dianggap sebagai siswi di bawah rata-rata karena gagal saat mengikuti ujian yang diberikan kepada mahasiswa 16 tahun di Inggris untuk menentukan tingkat pendidikan mereka.

 

2.  Kol Sanders

Nah, siapa yang suka nongkrong di KFC Pasti familiar dengan nama Kolonel Harland Sanders. 
Ayahnya meninggal ketika ia berusia enam tahun, dan karena ibunya bekerja, ia terpaksa memasak untuk keluarganya. 

Dia bahkan tidak tamat SD.  Ia melakukan banyak pekerjaan, termasuk manjadi petugas pemadam kebakaran, sopir kapal uap, dan salesman asuransi.

Pengalaman bisnis membantunya menjadi jutawan sebagai pendiri KFC. Ia berhasil mengatasi kurangnya pendidikan dengan menjadi pengusaha bisnis ayam goreng terbesar di dunia.


3.  Agatha Christie

Agatha seorang penulis asal Inggris yang dikenal sebagai "Maste of The Mystery Novel atau Queen of Crime,". 

Novel dengan genre misterinya begitu terkenal hingga ke seluruh dunia. Ia menulis sekitar 80-an novel dan 30 di antaranya sudah diadaptasi ke dalam film.

Dia hanya belajar di dalam rumahnya. Sebenarnya di dalam keluarganya, ia punya dua kakak yang kebetulan mendapat kesempatan masuk sekolah formal. 

Sementara untuk Agatha, Ibunya memilih untuk mengajari sendiri di rumah, ketika usianya sudah menginjak remaja, sang ibu baru mendatangkan tutor ke rumahnya.

Ketika terjadi Perang Dunia I, Agatha bekerja menjadi perawat di usia belasan tahun, Kemudian dia bekerja di apotek Rumah Sakit yang kemudian mengilhami cerita soal racun dalam novel-novelnya di kemudian hari.

Novel pertamanya lahir setelah kakaknya Madge memberinya tantangan apakah dia bisa menulis novel, dan tantangan itu dijawab Agatha dengan novel pertamanya yang berjudul “The Mysterious Affair at Styles”. Dari sinilah cerita kariernya sebagai novelis dimulai.


4.  Frederick Douglass

Seorang budak asal Amerika Serikat yang dilarang sekolah, tapi hal itu tidak membuatnya menyerah untuk belajar.

Dia mulai belajar membaca dari seorang aktivis gerakan pembebasan perbudakan, dia belajar dari apa pun yang bisa ia baca untuk memperkaya ilmunya.

Frederick selalu mencari kesempatan untuk berbicara dengan orang-orang yang pengetahuannya lebih tinggi darinya.

Dan ternyata belajarnya terbukti efektif meskipun dia hanya belajar otodidak.
Setelah lepas dari budak ia menjadi penulis hebat, seorang orator ulung, dan menjadi pemimpin gerakan pembebasan perbudakan.


5.  Lawrence Ellison

Dia adalah pendiri Oracle, perusahaan pembuat software terbesar kedua di dunia saat ini, dan dia memilih drop out dari University Of Illionis.

Setelah itu dia membangun kariernya sebagai seorang ahli data system. Dan pada tahun 1977 setelah terispirasi dari paper karya Edgar F. Codd, mengenai database system yang berjudul “Relational Model of Data for Large Shared Data Banks” ia lalu sukses sebagai pendiri Oracle.


6. Anthony Robbins

Dia tamatan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang memulai kariernya dengan cara mempromosikan seminar yang diadakan oleh Jim Rohn, saat itu usianya baru 18 tahun.

Dia memanfaatkan kedekatannya dengan Jim untuk belajar “Happiness and Succes Life” maka tidak heran jika dia tak segan menyebut Jim sebagai mentor pertama dalam kesuksesannya.

Pada usia 22 tahun Robbins mulai belajar Neuro-Linguistic Programming (NLP), secara informal dari penciptanya, John Grinder.

Selain itu dia juga belajar dari tokoh lain dan akhirnya dia bisa mengembangkan ilmu NLP menjadi ilmu baru yang disebut sebagai Neuro-Associative Conditioning (NAC). 

Dengan belajar secara otodidak, akhirnya menjadi seorang penulis buku terlaris dan menjadi motivator terkenal di Dunia.

Robbins sudah berbicara di hadapan lebih dari 50 juta orang dan di 50 Negara, dia mengubah hidupnya terutam dalam segi finansial, dari seorang pemuda miskin, menjadi pembicara dengan tarif tinggi. 

Dalam perjalanan kariernya, dia juga pernah menjadi salah satu penasehat mantan Presiden Amerik Serikat, Bill Clinton.

Pewarta : Fadil Sufina
Editor : Heryanto
Publisher : Abdul Hanan
  • Seni Drama Islam Kromengan Pernah Rajai Kabupaten Malang

    Kesenian drama atau sandiwara dengan konsep Islami pernah berjaya di dalam maupun luar Kabupaten Malang. Salah satunya yang bersinar adalah kelompok drama Lesbumi Kromengan yang hidup sejak tahun 1970-an dengan ciri khas syiar Islam dalam berbagai judul d

  • CEO Arema FC Anggap Arema Indonesia Manipulasi Saham

    Merebaknya banner bertuliskan "Satu Arema" bisa dimaknai keinginan Aremania menyatukan dua klub yang mempunyai nama hampir sama, yakni Arema FC dan Arema Indonesia.

  • Ini Hasil Penelusuran MalangTIMES Terhadap Toko Penjual Sajadah Bergambar Salib

    Untuk mencari keberadaan toko yang menjual sajadah bergambar salib, Jurnalis MALANGTIMES menyusuri jalan di sepanjang daerah Jalan Julius Usman, Sawahan sampai ke daerah Pasar Besar, Kota Malang.

  • Rekayasa Lalin Satu Arah, Benarkah Malang Nanti Tidak Macet Lagi?

    Kemacetan Malang kian parah dari tahun ke tahun hingga dinobatkan menjadi kota macet keempat di Asia tahun 2016, tentu harus segera ditanggani. Upaya memudar kemacetan itu salah satunya ialah melakukan rekayasa lalu lintas satu arah.

  • Heboh Sajadah Bersalib, Ini Klarifikasi Manajemen Mal Malang City Point

    Terkait sajadah bergambar Ka'bah yang di sampingnya terdapat menara dan di atas menara tergambar sebuah benda mirip salib di Mushala Mall Malang City Poin, pihak manajemen mall akhirnya memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.

  • Aremania Tetap Mendukung Nama Arema FC

    Terbentangnya banner yang bertuliskan "Arema Satu" banyak beredar di Kota Malang, hal itu sempat membuat resah Aremania. Pasalnya dalam Kongres PSSI beberapa waktu lalu, menyatakan Arema Indonesia dipulihkan kembali menjadi anggota dari PSSI.

  • Wali Kota Malang: Mediasi Angkutan Juga Salah Satu Moment Pembenahan

    Survey yang menempatkan Kota Malang sebagai kota termacet urutan keempat se-Asia dengan waktu yang terbuang 39,3 jam/tahun mendapatkan tanggapan dari Wali Kota Malang HM. Anton.

  • Terkait Survey Kota Malang Termacet Keempat se- Asia, Kadishub: Jangan Percaya Survey Seperti Itu

    "Ya jangan mudah percaya dengan hal seperti itu, kan ini juga bisa saja datanya juga belum jelas dari mana. Bagaimana pengujiannya, bagaimana cara surveynya, karena itu jangan mudah percaya," tandasnya disela mediasi di Balaikota.

  • Masyarakat Malang Kehilangan 39,3 Jam Per Tahun Akibat Macet

    Lembaga survei internasional INRIX menobatkan Kota Malang sebagai kota termacet keempat di Asia karena rata-rata waktu terbuang akibat macet sebesar 39,3 jam pertahun. Fakta ini tak membuat pakar transportasi Prof. Harnen Sulistio, M.Sc, Ph.D terkejut.

  • Delapan Spanduk Provokatif Terkait Polemik Angkutan Online Diturunkan Satpol PP

    Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang telah mencopot adanya spanduk yang dinilai provokatif terkait polemik permasalahan angkutan online di Kota Malang, Senin (27/02/17).

  • Kodim 0818: Waspadai TKA di Kabupaten Malang

    Banyaknya berita mengenai keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) Ilegal di berbagai daerah melalui berbagai media massa, membuat Kodim 0818 Wilayah Kabupaten Malang dan Kota Batu menyiapkan diri dalam menyikapi fenomena tersebut.

  • Hasil Mediasi Terkait Angkutan Munculkan Delapan Zona Khusus

    Mediasi yang berlangsung alot dengan berbagai interupsi dari perwakilan angkutan baik online maupun konvensional akhirnya telah selesai dengan kesepakatan pembatasan rute tertentu bagi angkutan online, Senin (27/02/17).

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top