Kejar Target E- Commerce, Pemda Wajib Tangkap Peluang Ekonomi Kreatif

Wakil Walikota Malang Sutiaji dan Rektor UB M.Bisri seusai acara dengan Kominfo (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Wakil Walikota Malang Sutiaji dan Rektor UB M.Bisri seusai acara dengan Kominfo (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Untuk mengejar target penjualan berbasis digital E-Commerce pada 2020 mendatang, Kementerian Kominfo mengimbau kepada Pemerintah Daerah untuk menangkap peluang ekonomi kreatif.

Hal itu diungkapkan oleh Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Samuel Wamerapan, saat berkunjung ke UB (Universitas Brawijaya), Rabu (19/10/2016). Ia menyatakan, 2014 kenaikan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia sudah mengalami kenaikan yang cukup signifikan, sehingga pemerintah daerah sendiri harus menangkap suatu peluang yang memang berpotensi dalam ekonomi kreatif.

Samuel juga menjelaskan, bahwa pengguna  internet berdasarkan data saja, saat ini sudah melebihi angka 93 juta pengguna, dan yang paling banyak mendominasi adalah melalui gadget atau smartphone.

Pada tahun 2020 sendiri ia juga menjelaskan, realitas dalam perputaran ekonomi digital E-Commerce akan bisa tembus sampai angka 1.185 triliun, untuk tahun ini saja perputaran ekonomi digital E-Commerce sudah tembus  angka 200 triliun dengan penggunaan internet yang massif.

"Karena itulah kita saat ini ada program bagaimana menciptakan 1000 start up baru di berbagai daerah, untuk menunjang ekonomi digital yang memiliki potensi baik," tandas Samuel.

Sebagai langkah perealisasian, pemerintah wajib memberikan fasilitas pada suatu inovasi yang dikembangkan di daerah yang nantinya akan memacu target untuk terpenuhi pada tahun 2020.

"Butuh ada sistem yang terintegrasi dengan baik, sehingga kita bisa mempromosikan karya inovasi lokal," tukasnya.

Pemerintah Kota Malang sendiri pada awal tahun ini juga sudah melakukan terobosan atau gebrakan yang berupaya dalam menumbuhkan geliat ekonomi digital, dengan membentuk komunitas bernama Malang Creative Fusion (MCF).

Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji, mengatakan bahwa modal dasar dalam menumbuhkan ekonomi sudah ada dengan banyaknya perguruan tinggi yang ada di Kota Malang.

"Yang penting adalah bagaimana mempromosikan produk ekonomi digital sehingga dikenal masyarakat luas," kata Sutiaji.

Seperti Disperindag juga telah mengembangkan masalah E-Commerce dengan dilengkapi pembayaran yang terintegrasi yaitu Malang Pay.

"Artinya dengan itu, dibutuhkan integrasi dan jaringan yang kuat agar perekonomian digital bisa kuat dari segala aspek," ujarnya. Pemkot Malang pun menyambut positif pengembangan ekonomi digital yang berimbas pada bangsa Indonesia sebagai negara pengembangan ekonomi digital se-Asia Tenggara sebagaimana amanat Presiden Joko Widodo.(*)

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Abdul Hanan
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top