Angka Kematian Bumil dan Bayi Tinggi, PR Besar Dinkes Kabupaten Malang

Foto ilustrasi ibu hamil, (Foto dari hamil.co)
Foto ilustrasi ibu hamil, (Foto dari hamil.co)

MALANGTIMES - Selama periode tahun 2012 sampai dengan 2015, angka kematian ibu hamil (bumil) dan bayi di Kabupaten Malang masih tergolong tinggi. 

Dari data di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, pada 2012, ada sebanyak 196 bayi dan 25 bumil meninggal.

Tahun  2013, angka kematian bayi mencapai  130 dan 25 bumil. Kemudian pada 2014 tercatat 162 bayi dan 27 ibu meninggal dunia.

Adapun selama semester pertama 2015, yakni Januari sampai Juni, 81 bayi dan 17 ibu hamil meninggal dunia.

Tingginya kematian bumil dan bayi di Kabupaten Malang, terutama yang terjadi di Kecamatan Sumbermanjing Wetan dan Kecamatan Tirtoyudo diperiode 2012-2015 menjadi pekerjaan rumah bagi Dinkes Kabupaten Malang.

"Angka kematian bumil dan bayi memang cukup mencemaskan. Kita sudah berusaha keras menekan angka kematian bayi dan ibu hamil serendah-rendahnya, bahkan kalau bisa keangka nol," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Abdurrachman, (19/10/2016).

Menurut Abdurrachman, faktor utama kematian pada bayi disebabkan berat badan bayi saat lahir rendah. "60 persen kasus kematian bayi disebabkan  memiliki berat badan saat lahir di bawah 2.500 gram,"lanjutnya.

Adapun mayoritas penyebab rendahnya berat badan bayi saat lahir yakni faktor ibu yang hamil pada usia yang terlalu belia.

“Banyak ditemukan ibu hamil yang usianya masih 17 tahun, bahkan di bawahnya ditahun 2012 sampai 2015,” ujar Abdurrachman yang belum bisa memberikan data untuk tahun 2016 ini.

Abdurrachman melanjutkan, 30 persen kematian bayi disebabkan oleh eklamsi, yakni kondisi medis yang ditandai dengan kejang pada wanita hamil.

Kondisi ini biasanya terjadi pada kehamilan anak pertama dengan usia kehamilan 20-40 minggu."Sedangkan penyebab utama kematian bumil yakni perdarahan," lanjutnya. 

Secara kultural, masih ada kebiasaan warga yang keliru, yakni memijat perut ibu hamil ketika usia kandungan tiga bulan.

"Pijatan bertujuan membetulkan posisi bayi, tapi tanpa disadari sebenarnya amat berisiko menimbulkan perdarahan," kata Abdurrachman.

Tingkat kematian bumil dan bayi di Kabupaten Malang yang cukup tinggi di respon dengan diluncurkannya berbagai program Dinkes, seperti SMS Bunda, Sutera Mas, Kesehatan Daerah Berbasis Desa.

"Kita terus berjuang untuk menolkan kematian bumil dan bayi di tahun ini, walau sesulit apapun,"pungkas Abdurrachman.

Pewarta : Nana
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES (JatimTimesNetwork)
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top